Anda akan tertegun dengan kata cara yang kali ini coba saya deskripsikan dengan kata dan redaksi sastra.
Dalam arti kalimat saya tahu Anda pasti paham. Namun, apanila saya angkat menjadi sebuah karya tentunya akan lain dengan apa yang terpikirkan sebelumnya. Cara merupakan kata yang terbentuk dari empat huruf.dari kata itu saya akan coba contohkan menjadi sebuah karya "empat dalam cara". Kemudian cara itu identik dengan melakukan sesuatu. Saya akan buat menjadi larik puisi kembali "sesuatu terkubur hingga ...cara terbangmu kawanku" ternyata dalam hal membuat puisi semua yang kita dengar, lihat, cium, dan lakukan akan menjadi kata yang sangat indaha apabila kita telusuri.
Seperti kata cara tadi yang dapat dibentuk menjadi dua larik padahal sebenarnya kata itu dapat pula di bentuk menjadi beberapa puisi.
Namun, mungkin Anda masih perlu latihan dalam menggali inspirasi tersebut.
Mulai sekarang mulailah berkarya dengan segala kemampuan diri mulai dari hal yang kecil karena tanpa hal kecil tidak akan ada hal yang besar. Dari hal tersebut coba deskripsikan lagi diri Anda.
Sesuatu yang dianggap sulit akan terasa mudaha apabila kita nlakuakan dangan segala ketenangan dan kita nau mencoba dalam kegagalan yang selama ini kita takutkan.
Mari berpikir dalam laju yang terbaik dan langkah yang yakin bahwa kegagalan itu merupakan kunci sukses kita di hari esok.
Saya mengajak Anda untuk lebih dekat kembali dengan indahnya kesalahan dan menghapuskan paradigma yang di ianggap kuno.
Kini kita mulai berpikir tentang kata yang dapat kita sampaikan lewat karya dan tulisan karena saya yakin kata lewat karya akan lebih didengar oleh orang lain.
Selamat Mencoba...!!!!
Rabu, Desember 17, 2008
Karyaku,,,
Hitam
saat senja kicau dan derai haru kalbu terbentuk
daku remuk
rona terus tercabar hingga pekik tak terasa
terngiang kaku dan terpaku..
kapan nista kan berlagu rindu
mengapa dunia hantam ragu tapi tak hapuskannya
hanya terdapat parau hias dera luka
kapan terketuk palu itu
palu yang selalu menghantam jantung paku
Meraksak hitam berkalam param..
dunia lepas lagu
HARUSKAH KULEPAS MERPATI DIGENGGAMAN UNTUK KEJAR BULAN YANG DIA SENDIRI TAK SADAR TELAH MENERANGIKU
saat senja kicau dan derai haru kalbu terbentuk
daku remuk
rona terus tercabar hingga pekik tak terasa
terngiang kaku dan terpaku..
kapan nista kan berlagu rindu
mengapa dunia hantam ragu tapi tak hapuskannya
hanya terdapat parau hias dera luka
kapan terketuk palu itu
palu yang selalu menghantam jantung paku
Meraksak hitam berkalam param..
dunia lepas lagu
Jingga di Sore Lalu
Hari masih pagi kawan kenapa berjibaku dengan jingga
dia terlalu kuat untuk kau lewati
meskipun seribu nista yang kan terurai kau takan mampu kawan
lihat jingga itu mengamuk karena kau telah gundahkannya
jinggamu meraut mimpimu
kau masih dapat terbang tuk lupakan jinggamu kawan..
berhenti tertegun dan katakan berubah..
kau akan baik saja bersama hidup yang baru kawan..
lupakan jinggamu
biaskan ia niarkan terlarut dan membusuk
kau tak sendiri kawan...
jinggamu adalah racun untukmu...
Hari masih pagi kawan kenapa berjibaku dengan jingga
dia terlalu kuat untuk kau lewati
meskipun seribu nista yang kan terurai kau takan mampu kawan
lihat jingga itu mengamuk karena kau telah gundahkannya
jinggamu meraut mimpimu
kau masih dapat terbang tuk lupakan jinggamu kawan..
berhenti tertegun dan katakan berubah..
kau akan baik saja bersama hidup yang baru kawan..
lupakan jinggamu
biaskan ia niarkan terlarut dan membusuk
kau tak sendiri kawan...
jinggamu adalah racun untukmu...
Cadangan
mengepas nafas kau terusik
cuman cadangan
terenyakan kalbu dalam lagu
cuman cadangan
menghela haru
cuma cadangan
cuma cadangan
mengepas nafas kau terusik
cuman cadangan
terenyakan kalbu dalam lagu
cuman cadangan
menghela haru
cuma cadangan
cuma cadangan
HARUSKAH KULEPAS MERPATI DIGENGGAMAN UNTUK KEJAR BULAN YANG DIA SENDIRI TAK SADAR TELAH MENERANGIKU
Curhatku Hari Ini...
Bulan meraupkan harapan
dunia tercabar kalam
sejenak kuterngiang dalam naif indah senja
membakar namun tetap merasa hina di kalutnya hampa
Kau telah indah dalam tetepati..
terbakar darah berpaku hina..
dunia mengarang peluh kawanku..
mungkin..
Hanya rasa yang kujaga meski perih..
takan mengerti akan hadir dan sunyi..
sunyi...
buatku pergi
dunia tercabar kalam
sejenak kuterngiang dalam naif indah senja
membakar namun tetap merasa hina di kalutnya hampa
Kau telah indah dalam tetepati..
terbakar darah berpaku hina..
dunia mengarang peluh kawanku..
mungkin..
Hanya rasa yang kujaga meski perih..
takan mengerti akan hadir dan sunyi..
sunyi...
buatku pergi
berpikir kreatif dengan sastra
Berkreasi dalam berkarya dalam sastra memang sangat dibutuhkan. Kita memerlukan semacam pembaharuan dalam berpikir yang terlalu membelenggu dalam diri. Tapi, ternyata hal tersebut dapat dijadikan topik yang cukup membawa angin segar dalam dunia sastra yang saya geluti. Selantas pengalaman saya tentang sastra akan saya coba tumbahkan dalam blog ini.
Saya mulai dari awal kenapa saya menyukai sastra terutama puisi. Ketika duduk dikelas satu SMP saya pernah berpikir ingin menciptakan sesuatu yang beda dalam hidup. Ketika itu saya merasa semua yang ada dalam hidup saya adalah bualan dan hanya sekejap kepuasan yang diberikan. Dari itu saya mulai mencoba menulis sebuah karya meskipun sangat jauh dari kata baik. Namun,entah kenapa saya merasa sangat nyaman dalam menjalankan semua itu. Mulai datanglah minat saya untuk dapat terus bergelut dalam bidang sastra dan sejenisnya dengan otodidak. Meskipun begitu asaya tahu bahwa setiap kegiatan yang dijalani dengan sungguh - sungguh maka hasilnya akan memuaskan. Seiring dengan kecintaan saya terhadap sastra maka saya coba renungkankan dalam berbagai hal.
Indah hidup dan ketenangan saya rasakan dalam semua itu.
Saya mulai dari awal kenapa saya menyukai sastra terutama puisi. Ketika duduk dikelas satu SMP saya pernah berpikir ingin menciptakan sesuatu yang beda dalam hidup. Ketika itu saya merasa semua yang ada dalam hidup saya adalah bualan dan hanya sekejap kepuasan yang diberikan. Dari itu saya mulai mencoba menulis sebuah karya meskipun sangat jauh dari kata baik. Namun,entah kenapa saya merasa sangat nyaman dalam menjalankan semua itu. Mulai datanglah minat saya untuk dapat terus bergelut dalam bidang sastra dan sejenisnya dengan otodidak. Meskipun begitu asaya tahu bahwa setiap kegiatan yang dijalani dengan sungguh - sungguh maka hasilnya akan memuaskan. Seiring dengan kecintaan saya terhadap sastra maka saya coba renungkankan dalam berbagai hal.
Indah hidup dan ketenangan saya rasakan dalam semua itu.
Prestasi dan Pertise

Masihkah Anda ingat tentang prestasi? Mungkin itu merupakan tujuan hidup Anda. Prestasi adalah penghargaan.Adapun kita juga tidak dapat melupakan prestise yang bersanding dalam kehidupani. Kesenjangan antara prestasi dan prestise akan membawa kita pada garbang ketidakserasian dan ketenangan hidup. Dalam falsafah hidup bangsa timur kita mengenal adanya budaya timur yang jauh berbeda dengan budaya barat yang selama ini telah banyak terdeteksi dalam kehidupan anak remaja yang sebenarnya mengancam kehidupan bangsa selanjutnya. Hidupnya budaya barat di timur adalah sebuah kisah tragis yang dapat menghancurkan mental orang timur yang bersifat gotong - royong dan seprnanggungan dalam menghadapi permasalahan sehingga kehidupannya relatif bersahaja.begitu halnya dalam hal mengejar prestasi kitapun jangan sampai terpengaruh dengan budaya tamaknya orang barat meskipun sikap optimis perlu diterapkan ketika kita akan meraih sesuatu.Sikap optimis yang berlebihan akan membuat orang cenderung rakus dan tamak. Sedangkan kita tahu bahwa hidup rakus dan tamak itu akan mengakibatkan kita terperosot dalam jurang kehancuran.
Seharusnya kita sadar jauh terkandung didalanm prestise terdapat ketenangan hidup yang sesungguhnya apabila kita mencari arti sejati tentang toleransi dan harga diri yang kita miliki. Dimana harga diri kita apabila kita hanya berpikir tentang prestasi tanpa melihat arti penting prestise dalam hidup kita.Mulailah berpikir tentang efektifitas dan ketenangan hidup. Awali hidup dengan meningkatkan prestise dan rasakanlah prestasi yang akan tiba - tiba datang dalam kehidupan Anda. Sebenarnya saya bukan bermaksud menggurui melainkan mengajak untuk sama- sama melangkah dalam kehidupan yang lebih baik lagi untuk hari esok yang kita tunggu.
Hidup
Hai....hidup memang hidup jangan pernah menatap lalumu dengan seperti lagu yang kau anggap hina...ide hidup masa lalumu akan membawa sejuta cerita yang mungkin akan menarik di kehidupan yang menunggumu. Lihat kisahmu hari ini dan ceritakan pada dirimu dan lihatlah mereka tersenyum walau dengan rasa yang memang kita tak pernah tahu akan arti yang selama ini mereka pendam. Kawan anda yakinkan andalah yang terbaik dalam segala aspek, nikmati keadaan yang memang kau rasa itu posisi terburuk dalam hidupmu karena saya yakin setiap tingkah kita itulah yang terbaik dalam hidupmu.
Andaikan sehari tanpa hidup apa yang akan kau rasakan?? Dunia lonjong bukan? Tuntutan hidup memang rumit, sedikit terdepak semua mengaung. Ya..seperti itulah hati kita selalu ditutupi dengan kenangan yang pahit tanpa mengagap arti daripada hidup. Mari kita renungkan kita introspreksi dan evaluasi. Kenapa ada "aku" di dunia ini? Untuk apa "aku" hidup? Dan darimana mulainya hari, pertanyakan pada sanubari Anda, pastikan Anda jernihkan hati dan yakinkan semua itu adalah renungan.
Marilah kita tengok keindahan. Kita mulai dari tatapan, Anda dapat melihat sejauh mana warna seterang mana mentari dan seelok apa rupa bidadari. Pernahkah Anda lihat bentuk bola mata Anda tanpa cermi? Apakah Anda sadar setiap kali berkedip terdapat nilai estetika yang tak terbatas? Apakah Anda dapat melihat hati Anda dengan kedua bola mata yang dimiliki? Itu pertanyaan besar ketika Anda dapat melihat gunung terbentang sawah terlentang. Haruskah Anda lihat jauhnya bulan sedangkan Anda tidak mengerti tujuan hidup Anda? Disini mari kita sama-sama mencari dan menggali dimana sebenarnya fungsi tatapan kita, jangan pernah melihat sesuatu hanya dari kedua bola mata. Tataplah dari semua mata kita !!!! Anda tahu mata apa sajakah yang kita miliki?
Ada tiga mata yang kita miliki :
1. Kedua bola mata
2. Mata akal dan pikiran kita
3. Mata hati
Ketiganya merupakan sesuatu yang berbeda namun tak dapat dipisahkan, bahkan apabila salah satunya kita hilangkan hidup kita akan pincang dan lumpuh. Imam Al Ghazali pernah menulis dalam sebuah bukunya"Bahwa dunia ini hanya milik orang-orang yang beriman". Lantas dimanakah letak orang-orang yang tidak beriman? Tadi telah disebutkan bahwa hanya orang-orang yang beriman yang memiliki dunia ini?
Logikanya seperti ini, kita mempunyai sebuah rumah yang ada didalamnya tidak hanya kita sebagai pemilik rumah kan? Masih ada kucing, tikus, semut dan populasi lainnya. Jadi intinya orang lain hanya menumpang. Adapun siapa orang-orang yang beriman? Dia adalah orang-orang yang dapat menggunakan ketiga mata tersebut. Sehingga niscaya kita akan menjadi orang yang menjalankan kewajiban-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Andaikan sehari tanpa hidup apa yang akan kau rasakan?? Dunia lonjong bukan? Tuntutan hidup memang rumit, sedikit terdepak semua mengaung. Ya..seperti itulah hati kita selalu ditutupi dengan kenangan yang pahit tanpa mengagap arti daripada hidup. Mari kita renungkan kita introspreksi dan evaluasi. Kenapa ada "aku" di dunia ini? Untuk apa "aku" hidup? Dan darimana mulainya hari, pertanyakan pada sanubari Anda, pastikan Anda jernihkan hati dan yakinkan semua itu adalah renungan.
Marilah kita tengok keindahan. Kita mulai dari tatapan, Anda dapat melihat sejauh mana warna seterang mana mentari dan seelok apa rupa bidadari. Pernahkah Anda lihat bentuk bola mata Anda tanpa cermi? Apakah Anda sadar setiap kali berkedip terdapat nilai estetika yang tak terbatas? Apakah Anda dapat melihat hati Anda dengan kedua bola mata yang dimiliki? Itu pertanyaan besar ketika Anda dapat melihat gunung terbentang sawah terlentang. Haruskah Anda lihat jauhnya bulan sedangkan Anda tidak mengerti tujuan hidup Anda? Disini mari kita sama-sama mencari dan menggali dimana sebenarnya fungsi tatapan kita, jangan pernah melihat sesuatu hanya dari kedua bola mata. Tataplah dari semua mata kita !!!! Anda tahu mata apa sajakah yang kita miliki?
Ada tiga mata yang kita miliki :
1. Kedua bola mata
2. Mata akal dan pikiran kita
3. Mata hati
Ketiganya merupakan sesuatu yang berbeda namun tak dapat dipisahkan, bahkan apabila salah satunya kita hilangkan hidup kita akan pincang dan lumpuh. Imam Al Ghazali pernah menulis dalam sebuah bukunya"Bahwa dunia ini hanya milik orang-orang yang beriman". Lantas dimanakah letak orang-orang yang tidak beriman? Tadi telah disebutkan bahwa hanya orang-orang yang beriman yang memiliki dunia ini?
Logikanya seperti ini, kita mempunyai sebuah rumah yang ada didalamnya tidak hanya kita sebagai pemilik rumah kan? Masih ada kucing, tikus, semut dan populasi lainnya. Jadi intinya orang lain hanya menumpang. Adapun siapa orang-orang yang beriman? Dia adalah orang-orang yang dapat menggunakan ketiga mata tersebut. Sehingga niscaya kita akan menjadi orang yang menjalankan kewajiban-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Langganan:
Komentar (Atom)