Rabu, Oktober 03, 2012
LIQUOR CEREBRO SPINALIS
LIQUOR CEREBRO SPINALIS
Sistem Syaraf Pusat meliputi otak dan sumsum tulang belakang. Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi lapisan selaput meninges. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis. Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:
Durameter; terdiri dari dua lapisan, yang terluar bersatu dengan tengkorak sebagai endostium, dan lapisan lain sebagai duramater yang mudah dilepaskan dari tulang kepala.
Arachnoidea meter; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang laba2. Di dalamnya terdapat cairan yang disebut liquor cerebrospinalis. Fungsi selaput arachnoidea adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan .
Piameter. Lapisan terdalam yang mempunyai bentuk disesuaikan dengan lipatan-lipatan permukaan otak.
“Liquor cerebrospinalis adalah sejenis cairan yg menempati ruangan arachnoid yg menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang, merupakan larutan yg menyangga sistem syaraf pusat”
Pengambilan LCS dilakukan dengan maksud diagnostik, biasanya diperoleh dgn melakukan pungsi lumbal. Pungsi lumbal dilakukan dengan posisi pasien biasanya berbaring menyamping, menerapkan anestesi lokal, dan memasukkan jarum ke dalam kantung dural (sebuah kantung di sekitar saraf tulang belakang) untuk mengumpulkan cairan cerebrospinal (CSF).
Jumlah cairan yg diambil disesuikan dgn jenis pemeriksaan. Cara menampung pun sebaiknya disesuaikan dgn jenis pemeriksaan
Menampung sampel
Jika akan dilakukan pemeriksaan nonbakteriologi, siapkan 3 tabung, tabung 1 u/menampung beberapa tetes yg keluar dr jarum pungsi, tabung ini tdk dipakai krn kemungkinan terdapat sedikit darah dari tindakan mengambil sampel. Tabung 2 & 3 di isi masing2 2-4 mL LCS
Jika hendak melakukan pemeriksaan bakteriologis tabung ketiga harus tabung steril yang isinya bs digunakan utk pemeriksaan bakterioskopi atau pembiakan
Makroskopis (warna, kekeruhan,
sediment,
bekuan)
Pemeriksaan Mikroskopis (hitung jml sel,
LCS hitung jenis sel,
bakterioskopi)
Pemeriksaan kimia (protein)
Pemeriksaan Makroskopis
Warna
Cairan otak normal = aquadest, jika ada warna kemungkinannya :
Merah krn adanya darah
Coklat, menunjukan adanya pendarahan yg disebabkan o/eritrosit yg mengalami hemolisis,stl disentrrifuge cairan atas akan berwarna kuning
Kuning, disebabkan pendarahan yg mungkin disebabkan icterus berat atau kadar protein yg tinggi
Keabu-abuan,disebabkan oleh lekosit dalam jumlah besar seperti didapat pada radang .
b. Kekeruhan
Bandingkanlah tabung yg berisi cairan otak dgn tabung yg berisi aqua destilata, pd keadaan normal cairan otak sejernih aqua dest juga, bila ada kekeruhan biasanya disebabkan oleh adanya darah, oleh sel2 peradangan (leukosit) dan oleh kuman2.
bertambahnya jumlah sel tidak perlu disertai dgn kekeruhan, ex pd meningitis tuberculosa, meningitis syphilitica. kekeruhan yg jelas menunjukan kepada meningitis purulenta oleh sesuatu sebab. Pelaporan pendapat : jernih, agak keruh, keruh atau sangat keruh.
c. Sediment
Cairan otak normal, biarpun disentrifuge tdk akan timbul sediment sedikitpun, adanya sedimen gambaran adanya abnormal, jumlah sediment=kekeruhan otak
d. Bekuan
Cairan otak tdk akan menimbulkan bekuan,walopun dibiarkan selama apapun, krn cairan otak normal tidak mengandung fibrinogen. Jika terdapat bekuan, laporkan rupa bekuan tsb : sgt halus,keping2,serat2,seraput,besar dan kasar
sgt halus,ex:meningitis tuberculosa
Besar besar&kasar,ex:meningitis purulenta
bekuan
beku seluruhnya,ex:pendarahan
Pemeriksaaan Mikroskopis
Menghitung jumlah sel
Pemeriksaan hrs segera dilakukan,kira ½ jam stl dikeluarkan, krn leukosit sgt mudah rusak.N=0-5 sel/uL LCS, karena itu digunakan pengenceran dan kamar hitung yg berbeda dgn hitung jumlah sel dlm darah, kamar hitung yg digunakan adl fuchs rosenthal
Cara :
Kocok LCS
Isap lar turk sd tanda 1
Isap LCS sd tanda 11
Kocok, buang 1-3 tts ptama, isi ke kamar hitung, diamkan 5 menit
Hitung disemua bidang
Hitung sel:tinggi kamar hitung : 0.2mm
luas : 16mm2
Pengenceran : 10/9
n/16 x 5 x 10/9 = 50n/144 = n/3
b. Menghitung jenis sel
Meskipun dalam cairan otak ada lebih dari 2 jenis sel, namun dlm praktek sehari hari hanya dibuat perbedaan antara sel yg berinti satu (limfosit) dan yg poliniklear (segment).
Cara:
1.Sentrifuge 2000rpm 10 menit
2.Sediment dibuat sediaan hapus,keringkan di udara
3.Warnai giemsa
4.Hitung jenis atas dasar 100 sel
Peningkatan sel segmen menunjukan adanya radang
c. Bakterioskopi
Diantaranya kuman yg paling sering ditemukan : M.tuberculosis, meningococci,pneumococci,streptococci, dan H. Influenzae. Dilakukan dengan sentrifuge lalu digunakan sediment nya dengan pewarnaan gram atau basil tahan asam
Pemeriksaan Kimia
Protein
Untuk identifikasi digunakan reagens pandy, yaitu lar.jenuh fenol dlm air, caranya masukan lar fenol 1 mL kedalam tabung reaksi, masukan LCS sebanyak 1 tetes, bila terdapat kekeruhan menunjukan cairan mengandung protein. Dalam keadaan normal tdk akan terjadi kekeruhan,semakin tinggi kadar protein maka akan semakin keruh hasilnya.
Selain tes pandy dilakukan juga tes nonne, tes menggunakan lar jenuh amoniumsulfat,tes dilakukan terutama untuk menguji kadar globulin. Caranya : masukkan 1mL LCS kedalam tabung reaksi, melalui dinding tabung masukkan pereaksi nonne sebanyak 1 mL secara perlahan, adanya cincin putih diantara kedua cairan menggambarkan hasil yang positif. Pada keadaan normal tdk akan terbentuk cincin, semakin tinggi kadar globulin maka cincin yg terjadi akan semakin tebal.
Adanya protein dalam LCS memberikan gambaran adanya radang,ex:meningitis,adanya tumor atau pendarahan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar