Kamis, Juni 30, 2011

Tak tahu

kemarin senja kawan
dan aku tak tahu
langkah sayu malu-malu
dan masih senja kawan
masih tak tahu

malam ini hujan kawan
tapi tetap ada bintang
pagi ini tak ada angin
tapi tetap terasa dingin
ternya masih tak tahu

kawan..
Ternyata masih tak tahu
akankah selamanya tak tahu
tak tahu kawan
kawan

Rabu, Juni 29, 2011

Bahtera

dalam dera
kini tertatih dalam rautan
lalu dihentak
mau tak mau jiwa terak
daku..

Lelah sudah malam menghina
dalam laku tingkah masa
diriku
masih dalam lagu itu..dan aku dalam indah rasa..
Sudahi langkah kita

berhenti..
Tapi tak boleh berlalu
karena laku dan ucap
sudahi..
Rasakan masa

Minggu, Juni 26, 2011

Senyap Kemarin, Hari ini dan Lusa

masih waktu yang sama..
Masih dalam masa yang sama..
Masih dalam raga yang sama..

Kemarin hujan lebat
kemarin bulan kelabu
kemarin kabut tebal

hari ini hujan masih lebat
hari ini bulan masih kelabu
hari ini kabut masih tebal

lusa hujan makin lebat
lusa bulan makin kelabu
lusa kabut makin tebal

Dalam dada

Mungkin hanya dada
mungkin hanya rasa
mungkin akan senja
karena tak tahu dlm dir

karena aku akan berlagu
ku tak dpt mengais..
Karena hati..
Dan biarlah aku mati..
Dengan istana kemarin..

Tak jua berujung dada kemarin..hingga aku tak lirih..
Dengan kenyataan dalam dawai senja..
Ketika ku bermimpi..
Sore ini..
Aku berlalu..
Aku bertandu..
Aku beradu..
tak pernah menatap semu

Relungku

sampai kapan?
Sebak ini masih di dada
dalam tarung taman karma
menghempas kelabu lagu rindu.
Dan tak pernah..

Kau tak beranjak mati..
Namun berlari dengan asaku..
Dimana puan berlabuh?
Karena hati tak sanggup kini..
Tak puaskah?

Mati diri..
Relung di dada..
Hingga saat senja aku berlari..
Hilang dalam tameng..
Karena raja tak dapat berkata..
Aku sudah lelah..

Sabtu, Juni 25, 2011

kemarin

kemarin hujan sayang
tanpak nasah mengalun rindang
kadang aku hanya resah dalam malam
mungkin tiada masa yang mungkin

kadang juga akan terhampar

mungkin juga

tapi aku hanya akan terhempas
dalam kabut merah jambu
dan sebak kini

puing itu lumrah
surga itu ranah
dalam semerbak
koyak moyak

Jumat, Juni 24, 2011

sepi

dalam jejak kisah hari ni..
Dalam langkah..
Sebak..
Diujung langkah..

Andaikan..
Hingga lemah..

Kamis, Juni 23, 2011

hidupku dalam hidupmu

kisah ini seakan terjaga
bara ini tak jua padam..lelahlah dalam cibiran,
karena malam..
Langkah kaki penuh gusar..
Dan puing jiwa tak ada daya

tak jua terlihat tanda akan berakhir..
Ikuti hidupku..
Jalani masaku..

Jalan tuakah?
Sumur disanakah?
Tetap akan terjaga..
Dalam renungan dan auman nyawa..

Ku memohon..

Diri

Derai masa kemarin..
Tawa terasa berat
dalam senat kemarin
aku berhadiah dalam
hingga sayat di dada

buat dada neraka dalam..
Tak terbakar kata itu
karena surya diujung rona
dekat dengan dada
kenapa harapan palsu?
Akankah nyata esok hari?
Atau tetap jadi buih..

Dalam gersang nada
mencoba untuk besenandung..
Baik dada atau masa..
Lemah..
Sejurus hina dan kalam..

Dalam mana aku menentang?
Wajah itu tergores!
Tuhan..
Tunjukan..
Kenapa makin kuat?

Rabu, Juni 22, 2011

Harap

Harap dalam tangis batin
akankah jadi prahara?
Dalam gundah aku berkelana
sejenak tuk beranjak dari kehidupan.
Akankah ini ada?
Atau hanya harap semu
bergaris dalam ekuator
berbaris dalam lautan tabu

yang termenung dalam tepian waktu
jangan hempaskan nafasmu
serentak..dalam kelakar hina

terisap kelabang biru
buat darah dan nista
buat samar dan redup
dipagi merah jambu

saat delima mulai matang
diam-diam asa terabai
laksana terbang tak terbilang..

Masih suasana malam..
Pucat pasi dalam rembang..
Karena dara tak berakar..
Disanakah cacat ditukar?
Sejenak keping bergurau
mungkin?

Tapi sirna dalam setitik embun dan akan terlena kala pagi menjelang..
Sudahlah..sayap tak berlawan..

Mungkin masa takan berpegang..
Aku akan terkenang..
Dalam jalan semerbak dawai..
Kau akan mengarang..
Karena sukma tak tertahan..
Sulam kelambu..

Inilah..
Derma yang kan hilang..

dua dua

terakhir ku menunggu..
Dalam pelik masa..
Dalam perih jiwa..
Setengah asa..
Dan pasti ku akan berlalu..

Enyahlah kau..
Tak perlu tatap mega
karena kelak kan berlalu..
Digerbang nista!

Q tnggu di gerbang harap..
Sebulan di rundung perih..
Smga kau terbenamkan
dengan rasa yang tak pernah kau rasa..

Selasa, Juni 21, 2011

daku

orang?
Dengan apa?
Sayap mana?

Lemahnya aku

tuhan..
Sepi..
Dalam sebak ini..
Aku tak kuat..
Ingin aku seperti angin..

Jadikan aku awan kelabu..
Lelah nestapa..
Terjang yang terhina..
Masih dangkal malam..

Masih hilang semua ini..
Kau disini denganku lagi..
Aku lelah..
Tolong aku..
Bantu aku..
Aku ingin berhenti bernafas..

raga

sekarang jari menggigil akibat hari ini..
Esok apalagi?
Sekarang tangan terluka akibat hari ini..
Esok apalagi?
Sekarang masa mulai hilang akibat hari ini..
Esok apalagi?

Karena aku tak mengerti dan tetap tak mengerti..

Kenapa kita hujan padahal kemarau..
Kenapa kita tertunduk padahal kita rupawan!

Raga..

lembah diri

kemarin hujan terbakar
kemarin damar terpotong..
Kemarin rotan berkilah..
Kemarin dawai tiada bernada
kemarin..
Itu hanya kemarin..

Sekarang sukar berkala..
Sekarang terjerembab..
Sekarang tiada guna..
Sekarang..

Malah dunia terbentang..
Malah hamba menantang..
Malah..
Cukup!

duka diranah kembara

hai kau orang berkarat.
Lihat jiwa yang lunglai kala dia diterpa siksa..
Hai kau kuasa pertiwi
lihatlah jiwa telah terhabisi..

Kau bilang nusantara terjaga
nyatanya nyawa terbentak masa..
Kau bilang jasa mereka mengikat bangsa..
Tapi lihat jasad di hantam diri..

Hei kau!

menuju semangat

kawan..
Mentari berujar pada bintang
kawan..
Dunia tersenyum damai

jiwa ini berdera kagum..
Dengan titik bermisbah ratu..
Dunia akan berbinar..
Dalam masa yang hilang raga..

Tuhan mungkin geram..
Tapi mata tak kan usang..
Kini takdir membungkus mimpi..
Mimpi yg terlanjur sirna..

beratus kata

beratus kata tlah kubuat untuknya..
Berucap kalimat tlah ku katakan padanya..
Andaikan..dapat aku arungi derma hati akan aku lakukan..

Tuhan..
Kembalikan..
Apa yg harus aku miliki..
Kembalikan..
Kisah laluku..
Kembalikan..
Masa yang tlah hilang..
Kembalikan..
Daku memohon..

dimana

dimanakah jalan itu
jalan yang aku pilih
dimanakah sayap itu
dimana aku akan terbang
dimana raga itu
dimana aku mulai bertekad
dimana mimpi itu
dimana aku mulai tertidur

ini nyata tak brmimpi
tak berbunga dalam malam
ini lara tak bermata
tak jua bersua dahulu
ini nyata..

Aku ingin ini mimpi
dipelupuk mata tak bertuan
aku ingin ini terlupa
karena...

Perih...

masih

sekarang dara makin jauh
lebah tak mengingatkan rasa
jalan tak lagi bersaksi
akan rasa yang terkubur

entah kapan akan datang
entah kapan akan sirna
entah kapan..
Dalam sebak yang lalu..
Dan masih seperti ini..

Entah..
Masihkan dalam sebak?
Masihkan dalam masa?
Masihkah dunia?
Terang senyap pagi ini..
Tak ada sedikit rasa kelabu
sebagai awal hari..

Masihkah seperti ini?
Akankah tetap?

Mungkin hilang..

lemah

semoga aku..
Dengan segenap rasaku..
Mungkinkah sebak ini ada..
Aku lemah dalam guratan terjal..
Aku terhina..
Kenapa dia pergi tuhan?
Apa setitik kebahagiaanku tlah berakhir..
Biarkan aku hidup dalam sepi hari ini..jangan biarkan lena dalam hatiku..hanya sendiri dan dalam kesendirian.aku lelah dan tak dapat berlari..aku..
Dengan semua yang ada..sungguh lelah hari ini..masih dalam cerita satu menit yang lalu..
Mungkinkah ini akan brtahan.?
Aku sudah lepas..

masa

aku tak dapat terhenti..
Karena gugah dalam detik..
Aku tak bisa melaju,
karena aku tak bermesin..

Aku lelah dalam hari ini..
Inginku dalam jumpa bersamamu..
Apa engkau tak pernah merasakan kata sepi?

Suatu saat kau akan melihatku dan menemuiku..
Semoga saat itu aku masih disini..

anggunan

aku terhampar dalam masa
tanggungan kisah..
Dalam sebak masa,aku terhindar,
aku memang tiada guna,
karena lemah rasa ini..
Dan semoga dalam masa..

Semenjak aku terhempas dalam malam hina..
Dan aku kini dalam surya yang hilang..aku disini..

Tak tahu dalam itu..
Aku memang lemah dalam derita..
Mungkin aku tak akan berlari..

Karena aku tak dapat beranjak..
Aku lemah dalam dada..
Dan mungkin aku akan terhampar..

Memang semuanya aku lelah..
Aku hanya dapat menggores pena dalam kecewa..
Apakah kamu tak sepi dalam hari ini..

Dalam mimpiku aku tak dapat menejar kamu..
Kini aku hanya termenung dalam butir air mata..

Dan sekali dalam lara..

Dalam rasa

dalam dengung..
Bagaimana kamu lupakan yg tak dapat kulupa?
Lelah raga namun sanubari tetap nyaman..aku disini dengan segala yang ada disisiku..aku lemah dan ingin berlari..

Aku ingin kisah baru,
dengan sejuta hidup baru..
Aku semakin tersudut..
Dan aku semakin menderu..
Lelah slalu menghias..

Hari ini aku tak dapat berhenti berlagu..entah apapun yang ada dalam dadaku..
Aku tak tahu..aku tak tahu.
Lelah sudah hari ini..
Tapi kenapa hatiku tak luntur?apa mauku?

Kau

kau yang telah pergi..
Sadarkah engkau dengan lakumu..
Kau yang telah pergi..
Tak ingatkah akan aku disini..
Tak ingatkah kemarin kau masih menungguku?
Tak ingatkah akan janjimu pada tuhan?
Hei kau,cukup aku yang kau lukai,meski kau jadi milikku namun kau isi harimu dengan memuja orang lain..

Hei kau yang telah rusak mimpi ini..
Enyahlah aku akan pergi..
Dan kini aku hanya akan berarah dalam sakit ini..
Hei kau,tak pernahkah berpikir tentang aku..tentang aku yang kali ini sedang kecewa..
Tak menyesalkah kau menghancurkan hidupku..dimana angan yang kau berikan padaku..apakah aku masih sendiri..
Jangan kau datang kala aku telah putuskan hidup sendiri selamanya..karena aku tak mau mencintaimu lagi.perih dan luka yang kurasa. Percikan hati ini dalam timang masa yang akan aku lewati. Belum puaskah kamu?

Setelah kau dapati teman baru,maka begitu mudah kau pergi,setelah berang kau berlari,baru sadar kau tentang hari ini..cukup sudah dan berlari..karena ku lemah..aku sendiri bergumam dalam hati apa yang tengah ada dalam hatiku hari ini..kenapa aku picisan?lelah aku dibuatnya..mudah buat dia,karena aku tersesat kini dan ditinggalkan begitu saja..

Masih sepi

dipojok..dekat lampu kenangan..
Masih ada orang yang tertunduk dan merenung..
Tak tahu dunia akan kemana..
Dengan setitik awan biru namun tak dapat mengejar..apakah tak akan dapat aku kejar?masih kecewa seperti kemarin.
Tak ada rasa iba dalam dadamu.
Aku kecewa..
Dalam remang sore ini.
Aku tertunduk..
Aku tak dapat berjalan..
Hanya sendiri tapaki masa..
Aku lelah..
Sudahlah..

Durja

dalam langkah ragu..
Bocah biru bermain gundu..
Berakhir dia dalam semak belukar..
Ibu bapaknya tertindih debu..
Sungguh bocah tiada terpaku..

Dara jelita..
Mendengar nafas berpalu..
Hidupnya derma bocah biru..
Dan bocah tiada pernah sadari lagu..

Tahun berlalu..
Detik mulai lalu..
Hari terasa tak berlagu..

Bocah mulai lepas khilaf lalu..
Namun dara jelita hempas kalbu..
Berujar seraya bernada :
" kala rasa tak ada dalam kalbu berlalu engkau dalam sebakmu,biar dara dalam masa yang baru"

kembali bocah mengiba lagu..
Berkata dengan tutur sendu..
Namun dara tlah berlalu.
.

Dia kini menunggu dua dua..
Dalam harap dan doa doa..

sepi

dalam langkah..
Sebak merentah..
Dada membakar..
Jiwa terbersit hina..
Dalam kisah..

Semenjak dada tersirat,aku pergi..
Meracau,
kau mengguris garam di jiwa.
Hingga aku tak sanggup berlagu,

kau ajarkan aku tentang druva dan aquilb,
tapi kau datangkan andromeda dan bintang surya..

Sudahlah,aku peluh..
Sudahlah,aku peluh..
Sudahlah,aku peluh..

Dalam lara yang ada

anda tahu apa itu mimpi?
Kata orang mimpi itu harapan indah,mimpi itu kisah idaman tiap orang. Mimpi itu masa depan.

Tapi bagi aku mimpi itu perih,mimpi itu hinaan,mimpi itu sakit,mimpi itu ejekan,mimpi itu kecewa. Kadang aku sendiri takut untuk bermimpi,hingga cita- cita pun aku tak berani. Karena ketika ku hanya mulai meniti masadepan dan melangkah dalam tahap dewasa maka mimpi itu menghancurkanku, satu persatu mimpiku hilang. Termasuk orang yang selalu disampingku yang selalu mendengarkan ketika aku bercerita mimpi,dan kini dia hanya dapat membandingkan aku dengan orang lain bahwa aku terlalu banyak bicara berbeda dengan orang yang dia rindukan. Aku memang bukan dia yang sempurna yang selalu ada ketika dia butuhkan. Aku hanya mencoba untuk jadi diriku,dengan segala kekuranganku.
Mungkin dia tidak akan pernah tahu mimpiku kini hanya dengan dia,dan aku menunggunya meski aku tahu dia tidak akan pernah kembali. Kata orang patah hati itu sakit tapi bagiku patah hati itu ketenangan? Justru keseriusan yang membuat aku tegar menanti.

Berbeda

Dahulu selalu ada kata pengingat kasih darinya. Dahulu aku juga terkadang menunggu berjumpa dengannya tapi kini dia telah berlalu dengan semuanya. Hanya dapat tertunduk lesu aku disini. Dengan ditemani cerita yang dulu yang pernah ada. Sudikah kiranya aku meneruskan hidup tanpanya? Tapi hidup harus terus. Tapi aku tak dapat menahan semua ini lagi.terlalu berat jalan yang harus aku tempuhi. Bila aku berjalan maka aku akan menoleh ke sampingku,aku lihat dia selalu akan di sisi,tapi tidak untuk hari ini. Beginilah aku dalam sakitnya hari bahkan dia juga tidak akan sadar atau melihat blog ini karena dia telah lupakan semuanya sementara aku disini menunggunya dalam harap yang aku sendiri tak tahu. Kawan, perih juga hidup ini,tapi kita mesti berjuang agar besok jauh lebih baik dari hari ini. Jangan pernah seperti aku membiarkan semuanya begitu saja seakan tidak pernah terjadi apapun padahal begitu sakit semua ini. Hidup memang harus terus berjalan tapi tidak berarti kita harus mengabaikan perasaan kita. Jadi antara logika dan perasaan harus seimbang.