Selasa, Oktober 16, 2012

Apa?

semalam masih... tapi masihkah hari ini.. nyata dalam laluku.. tapi mungkin jua... masa yang kan terhempas masih akan terjaga.. dalam kalam masih ada akan terdapat... apakah? mungki jua,,, tapi bisa jua kadang- kadang... mungkin jua.. masih pula aku hanya kan mengatakan... apa yang termakan derai waktu iya begitu akan terdampar dalam kalam yang ada,,, aku pun tak tahu,, sejauh mana? dalam denting detak dada aku jua rasakan... apa? mungkin jua,,, apa? mugnkin jua... apa? mungkin jua...

Tak Tahu...

kemarin... semalam.. pagi tadi dan esok hari.. atau esok hari.. hari ini.. atau kemarin... tapi bisa jadi.. malam ini.. siang ini... sore ini.. masih dalam malu-malu... kemarin jua... atau hanya hari ini... atau besok pula... iya... tak tahu...

Rabu, Oktober 03, 2012

Imunologi Dasar

IMUNOLOGI IUS YUZIANA,Dr,MM.Kes Definisi:Suatu ilmu yang mempelajari immun/kekebalan. Fungsi/kegunaan immun: 1.Membentuk sistem memori dalam tubuh. 2.Untuk mencegah benda asing masuk tubuh. 3.Untuk keseimbangan sistem immun. 4.Sebagai mekanisme pertahanan tubuh dari serangan luar. Mamfaat kita mempelajari immunologi: 1.Untuk mengetahui sistem immun. 2.Untuk mengetahui immun respon termasuk sel-sel pembentuk sistem immun. 3.Untuk mengetahui efek lain sebagai akibat dari sistem immun yang berlebihan. Sistem immunseperti pisau: Mempunyai dua sisi yang tajam: 1.satu sisi berguna bagi tubuhsistem immunitas 2.satu sisi mencelakakan tubuhhipersensitifitas Dengan keterangan diatas kita dapat mengetahui immunitas seseorang dan immunopatologi. Apa yang Dimaksud dengan Imunitas? Imunologi (imun: kebal dan logos: ilmu) : ilmu yang mempelajari kekebalan tubuh. Imunitas : perlindungan dari penyakit, khususnya penyakit infeksi. Sistem imun : Sel-sel dan molekul yang terlibat dalam perlindungan Respon imun : respon untuk menyambut agen asing (antigen), misalnya virus. Beberapa agen asing seperti allergen dapat menyebabkan penyakit sebagai konsekuensi akibat menginduksi respon imun. Klasifikasi: pengenalan self dan non-self. imunitas umum dan spesifik = alamiah dan adaptif = bawaan dan didapat, imunitas seluler dan humoral imunitas aktif dan pasif imunitas primer dan sekunder. Apa yang Dimaksud dengan Imunitas? Bagian-bagian dari sistem imun: - spesifik antigen (mengenal dan melawan antigen khusus), - sistemik (tidak terbatas pada lokasi infeksi awal, tetapi di seluruh tubuh) - memiliki memori (mengenal dan meningkatkan serangan terhadap antigen yang sama pada waktu yang akan datang. Pengenalan self dan non self dicapai dengan setiap sel menunjukkan suatu penanda berdasarkan pada major histocompatibility complex (MHC). Beberapa sel yang tidak menunjukkan penanda ini diperlakukan sebagai non self dan diserang. Kadang-kadang sistem imun menyerang sel-selnya sendiri (penyakit autoimun) misalnya multiple sclerosis, systemic lupus erythematosus, rheumatoid arthritis, diabetes serta myasthenia gravis. SISTEM CAIRAN TUBUH SISTEM DARAH PLASMA DARAH SEL-SEL DARAH ERITROSIT,TROMBOSIT DAN LEKOSIT ERITROSIT LEKOSIT SISTEM LIMFE Limfe: cairan jernih, transparan dan tak berwarna. Mengalir dalam pembuluh limfe melalui jaringan-jaringan dan organ-organ untuk memberikan perlindungan. Tak ada eritrosit dan mengandung lebih sedikit protein daripada darah. Mengalir dari cairan interstitial  pembuluh limfe  bermuara di vena subklavia (menyatu dengan darah) Membawa lipid dan vitamin-vitamin yang larut dalam lipid setelah diserap dari saluran pencernaan. Memiliki katup-katup yang mencegah aliran balik cairan. Di sepanjang pembuluh limfe terdapat limfonodi yang menyaring cairan limfe. SISTEM LIMFE Sistem limfoid manusia terdiri atas: Organ-organ primer: sumsum tulang dan kelenjar timus Organ-organ sekunder: dekat jalan masuk patogen: adenoid, tonsil, limpa, limfonodi, appendiks dan Peyer’s patches. SISTEM LIMFE Imunitas Bawaan dan Imunitas Didapat IMUNITAS BAWAAN FAKTOR MEKANIS Jaringan epitel (kulit dan mukosa) sangat impermeabel terhadap agen-agen infeksi, kecuali jika terjadi kerusakan, misalnya terluka. Desquamasi kulit melepaskan bakteri dan agen lainnya. Gerakan silia, batuk dan bersin membebaskan saluran pernafasan dari patogen Aliran air mata, saliva dan urin dapat mengeluarkan patogen Mukus pada saluran pencernaan dan pernafasan dapat menangkap mikroorganisme Peristaltik membebaskan saluran pencernaan dari mikroorganisme FAKTOR KEMIS Sekresi lambung, sekresi vaginal dan keringat bersifat asam (pH<7)  menghambat pertumbuhan bakteri Enzim-enzim perncerna protein dapat membunuh beberapa patogen Folikel rambut menghasilkan sebum dengan kandungan asam laktat dan asam lemak yang dapat menghambat bakteri patogenik dan jamur. Lisozim dan fosfolipase pada saliva, air mata, sekresi hidung, dan perspirasi merupakan enzim yang dapat merusak dinding sel bakteri Gram positif sehingga sel mengalami lisis. Spermin dan zinc pada sperma merusak beberapa patogen Laktoperoksidase merupakan enzim powerfull yang ditemukan pada ASI Defensin pada paru dan saluran pencernaan memiliki aktifitas antimikrobial Surfaktan pada paru beraksi sebagai opsonin yang memicu fagositosis partikel oleh sel-sel fagosit FAKTOR BIOLOGIS Flora normal (mayoritas bakteri) pada kulit dan saluran pencernaan mencegah kolonisasi bakteri patogenik dengan mengeluarkan substansi toksik atau dengan bersaing mendapatkan nutrien. Ada 1013 sel dan terdapat 1014 bakteri, yang mayoritas hidup di usus besar. Ada 103-104 mikroba per cm2 di kulit (Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Diphtheroid, Streptococci, Candida dll.). Berbagai macam bakteri hidup di hidung dan mulut Di lambung dan usus halus terdapat Lactobacilli Di usus halus terdapat 104 bakteri per gram dan di usus besar 1011 per gram, 95-99% di antaranya adalah anaerob. Di saluran kemih terdapat koloni berbagai bakteri dan difteroid. Setelah pubertas, terdapat koloni Lactobacillus aerophilus yang meng-fermentasi glikogen untuk mempertahankan pH asam. Flora normal menciptakan kesesuaian ekologis dalam tubuh, dan menghasilkan baktoriosidin, defensin, protein kationik dan laktoferin yang merusak bakteri lain. BARIER HUMORAL Barier anatomi sangat efektif mencegah kolonisasi mikroorganisme pada jaringan. Tetapi, jika barier tersebut rusak, maka infeksi dapat terjadi. Sekali agen infeksius menembus jaringan, mekanisme imunitas bawaan lainnya bekerja, yaitu inflamasi akut (radang akut). Faktor-faktor humoral berperan penting dalam radang, ini ditandai dengan edema dan rekrutmen sel-sel fagosit. Faktor-faktor humoral ini ditemukan di dalam serum atau terbentuk di lokasi infeksi. SISTEM KOMPLEMEN Adalah mekanisme pertahanan non spesifik humoral utama Sistem terdiri atas >20 protein, yang dapat diaktifkan untuk merusak bakteri. Sekali komplemen diaktifkan maka dapat memicu peningkatan permeabilitas vaskuler, rekrutmen fagosit serta lisis dan opsonisasi bakteri. Menyelubungi mikroba dengan molekul-molekul yang membuatnya lebih mudah ditelan oleh fagosit. Mediator permeabilitas vaskuler meningkatkan permeabilitas kapiler sehingga dapat menambah aliran plasma dan komplemen ke lokasi infeksi, juga mendorong marginasi (fagosit menempel di dinding kapiler). Sekali fagosit bekerja, mereka akan mati. Sel-sel mati ini bersama jaringan rusak dan air membentuk pus. SISTEM KOAGULASI Beberapa produk sistem koagulasi: mampu meningkatkan permeabilitas vaskuler merupakan agen kemotaksis untuk sel-sel fagositik. antimikrobial langsung, misalnya beta-lisin (protein yang dihasilkan oleh trombosit selama koagulasi) menyebabkan lisis beberapa bakteri Gram positif dengan aksi sebagai detergen kationik. LAKTOFERIN DAN TRANSFERIN Karena mengikat besi, laktoferin dan transferin membatasi pertumbuhan bakteri (kedua jenis protein ini merupakan nutrien esensial bagi bakteri). INTERFERON Interferon adalah protein yang dapat membatasi replikasi virus di dalam sel LISOZIM Lisozim merusak dinding sel bakteri INTERLEUKIN Interleukin -1 (IL-1) memicu demam dan produksi protein fase akut, beberapa di antaranya adalah antimikrobial yang menyebabkan opsonisasi bakteri. BARIER SELULER Bagian dari respon radang adalah rekrutmen sel-sel netrofil, eosinofil dan makrofag (monosit di jaringan) ke lokasi infeksi. NETROFIL atau PMNs (polymorphonuclear cells) Netrofil melakukan fagositosis terhadap organisme lalu membunuhnya di dalam sel. MAKROFAG Makrofag dan monosit yang baru direkrut melakukan fagositosis serta membunuh mikroorganisme di dalam sel. Makrofag juga mampu membunuh secara ekstraseluler. Makrofag mendukung perbaikan jaringan dan beraksi sebagai antigen-presenting cells (APC), yang diperlukan untuk memicu respon imun spesifik. SEL NK (natural killer) & LAK (lymphokine activated killer) Secara non spesifik membunuh virus dan sel-sel tumor. Bukan bagian dari respon radang. EOSINOFIL Eosinofil memiliki protein di dalam granula sel yang efektif untuk membunuh parasit-parasit tertentu. IMUNITAS DIDAPAT IMUNITAS SELULER (oleh Limfosit T) Saat makrofag (imunitas bawaan) menelan antigen dan membunuhnya  merangsang limfosit T mengenal antigen. Semua sel tertutup oleh berbagai substansi yaitu Cluster of differentiation (CD) yang jenisnya >160 cluster. Ada 100.000 molekul pada permukaan Sel T dan sel B. Sel B tertutup oleh CD21, CD35, CD40, CD45, dan molekul non CD. Sel T tertutup oleh CD2, CD3, CD4, CD28, CD45R dan molekul non CD. Molekul pada permukaan limfosit menyebabkan pembentukan reseptor yang bervariasi (ada 1018 macam reseptor) Sel T awalnya dari timus  melalui 2 proses seleksi. Seleksi positif: hanya sel T yang cocok dengan reseptor yang dapat mengenal molekul MHC yang bertanggungjawab terhadap pengenalan “self.” Seleksi negatif: dimulai ketika sel T yang dapat mengenal molekul MHC bergabung dengan peptide asing dikeluarkan dari timus. IMUNITAS SELULER (oleh Limfosit T) Ada beberapa macam sel T: Sitotoksik atau Sel T Killer (CD8+) mengeluarkan limfotoksin yang menyebabkan lisis sel. Sel T Helper (CD4+) pengelola, mengarahkan respon imun. mengeluarkan limfokin yang merangsang sel T Killer dan sel B untuk tumbuh dan membelah diri, memicu netrofil, memicu makrofag untuk menelan dan merusak mikroba. Sel T Supressor menghambat produksi sel T Killer jika tak dibutuhkan lagi. Sel T Memory mengenal dan merespon patogen IMUNITAS HUMORAL Antibodi Sel plasma menghasilkan antibodi = immunoglobulin = Ig) Adalah gamma globulin (sebagian dari protein darah) IMUNITAS HUMORAL Antibodi Struktur dasar dari antibodi terdiri atas: Dua Rantai ringan (light chain) yaitu L & dua rantai berat (heavy chain) yaitu H Ikatan disulfida Regio variabel (V) & constant (C) Regio engsel (hinge) Domain: light chain (VL dan CL) & heavy chain (VH, CH1, CH2, CH3, CH4) oligosakarida (umumnya terikat pada CH2) IMUNITAS HUMORAL Cara Antibodi meng-inaktifkan antigen: Netralisasi pengeblokan aktifitas biologis molekul target, misalnya toksin berikatan dengan reseptor Opsonisasi interaksi dengan reseptor khusus sel (makrofag, netrofil, basofil, mast cells) membuat sel tersebut mengenal & merespon antigen Aktivasi Komplemen menyebabkan lisis langsung oleh komplemen. Rekrutmen komplemen juga menghasilkan fagositosis. IMUNITAS HUMORAL Kelas Imunoglobulin: IgG proporsi 76% IgM proporsi 8% IgA proporsi 15% IgD proporsi 1% IgE proporsi 0,002% IMUNITAS HUMORAL IgG (immunoglobulin G) dengan proporsi 76% rantai berat gamma 4 subkelas yaitu IgG1, IgG2, IgG3 dan IgG4. imunoglobulin terbanyak pada serum imunoglobulin terbanyak pada daerah ekstravaskuler Transfer plasental. IgG adalah satu-satunya Ig yang dapat menembus barier plasenta menuju janin dan memberikan imunitas pada masa-masa awal kehidupan bayi. Mengikat komplemen. Berikatan dengan sel (makrofag, monosit, netrofil dan beberapa limfosit memiliki Fc reseptor yang berikatan dengan regio Fc pada IgG). Sel yang terikat IgG lebih mengenal antigen. Ig menyiapkan antigen agar mudah ditelan oleh fagosit. Opsonin merupakan substansi yang memicu fagositosis. IMUNITAS HUMORAL IgM (immunoglobulin G) dengan proporsi 8% rantai berat Mu imunoglobulin terbanyak ketiga dalam serum Ig yang pertama dibuat oleh fetus. (Ig pertama dibuat oleh sel B virgin saat distimulasi oleh antigen). Pengikat komplemen terbaik karena berstruktur pentamer. Oleh karena itu IgM sangat efisien untuk melisiskan mikroorganisme Fungsi aglutinasi terbaik karena berstruktur pentamer. Oleh karena itu IgM sangat membantu untuk menggumpalkan mikroorganisme untuk dikeluarkan Berikatan dengan beberapa sel Merupakan imunoglobulin pada permukaan sel B sebagai reseptor antigen. IMUNITAS HUMORAL IgA (immunoglobulin G) dengan proporsi 15% rantai berat alfa Ada 2 subkelas yaitu IgA1 dan IgA2. imunoglobulin terbanyak kedua dalam serum imunoglobulin terbanyak pada sekresi (air mata, saliva, kolostrum, mukus). IgA penting untuk imunitas lokal. Tidak mengikat komplemen Berikatan dengan beberapa sel (netrofil dan limfosit) IMUNITAS HUMORAL IgD (immunoglobulin G) dengan proporsi 1% rantai berat delta. berjumlah sedikit dalam serum Secara primer IgD ditemukan pada permukaan sel B sebagai reseptor antigen. Tidak mengikat komplemen IMUNITAS HUMORAL IgE (immunoglobulin G) dengan proporsi 0,002% rantai berat epsilon. Paling sedikit terdapat dalam serum. terikat sangat kuat dengan Fc reseptor basofil dan mast cell sebelum berinteraksi dengan antigen. Terlibat dalam reaksi alergi (akibat terikat kuat dengan basofil dan mast cell). Pengikatan alergen ke IgE pada sel menimbulkan pelepasan berbagai mediator yang mengakibatkan gejala alergi. melawan parasit cacing. Eosinofil berikatan dengan IgE kemudian menyelubungi cacing lalu membunuhnya. Tidak mengikat komplemen REAKSI INFLAMASI (RADANG) DEFINISI: Kerusakan jaringan akibat luka atau invasi mikroorganisme patogenik akan memicu suatu kompleks kejadian yang dinamakan respon radang atau inflamasi. TANDA KLINIK: Rubor (kemerahan) Tumor (bengkak) Calor (panas) Dolor (nyeri) Functiolaesa REAKSI INFLAMASI (RADANG) FUNGSI RADANG: Mengirimkan molekul efektor & sel-sel ke lokasi infeksi Membentuk barier fisik terhadap perluasan infeksi atau kerusakan jaringan Pemulihan luka dan perbaikan jaringan REAKSI INFLAMASI (RADANG) KEJADIAN FISIOLOGIS RADANG: Vasokonstriksi segera pada area setempat Peningkatan aliran darah ke lokasi (vasodilatasi) Terjadi penurunan velocity aliran darah ke lokasi radang (lekosit melambat dan menempel di endotel vaskuler) Terjadi peningkatan adhesi endotel pembuluh darah (lekosit dapat terikat pada endotel pembuluh darah) Terjadi peningkatan permeabilitas vaskuler (cairan masuk ke jaringan) Fagosit masuk jaringan (melalui peningkatanmarginasi dan ekstravasasi) REAKSI INFLAMASI (RADANG) Pembuluh darah membawa darah membanjiri jaringan kapiler  jaringan memerah (RUBOR) dan memanas (KALOR). Peningkatan permeabilitas kapiler  masuknya cairan dan sel dari kapiler ke jaringan  akumulasi cairan (eksudat)  bengkak (edema). Peningkatan permeabilitas kapiler, penurunan velocity darah, dan peningkatan adhesi  migrasi lekosit (terutama fagosit) dari kapiler ke jaringan. REAKSI INFLAMASI (RADANG) Inflamasi diawali oleh kompleks interaksi mediator-mediator kimiawi Histamin dilepaskan oleh sel merangsang vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas kapiler Lekotrin dihasilkan dari membran sel meningkatkan kontraksi otot polos mendorong kemotaksis untuk netrofil Prostaglandin dihasilkan dari membran sel meningkatkan vasodilatasi, permeabilitas vaskuler mendorong kemotaksis untuk netrofil) Platelet aggregating factors menyebabkan agregasi platelet mendorong kemotaksis untuk netrofil REAKSI INFLAMASI (RADANG) Kemokin dihasilkan oleh sel pengatur lalu lintas lekosit di lokasi inflamasi) beberapa macam kemokin: IL-8 (interleukin-8), RANTES (regulated upon activation normal T cell expressed and secreted), MCP (monocyte chemoattractant protein) Sitokin dihasilkan oleh sel-sel fagosit di lokasi inflamasi pirogen endogen yang memicu demam melalui hipotalamus, memicu produksi protein fase akut oleh hati, memicu peningkatan hematopoiesis oleh sumsum tulang  lekositosis beberapa macam sitokin yaitu: IL-1 (interleukin-1), IL-6 (interleukin-6), TNF-a (tumor necrosis factor alpha). Mediator lain (dihasilkan akibat proses fagositosis). beberapa mediator lain: nitrat oksida, peroksida dan oksigen radikal. Oksigen dan nitrogen merupakan intermediat yang sangat toksik untuk mikroorganisme. IMUNISASI Imunisasi adalah memberikan perlindungan spesifik terhadap patogen-patogen tertentu. Imunitas spesifik bisa didapat dari imunisasi aktif atau pasif dan dapat terjadi secara alamiah atau buatan. IMUNISASI IMUNISASI Imunitas pasif bisa diperoleh dari transfer serum atau gamma globulin dari donor ke akseptor. Imunitas pasif didapat alamiah saat IgG ditransfer dari ibu ke fetus melalui plasenta atau transfer IgA melalui kolostrum. Imunitas pasif didapat buatan saat gamma globulin dari orang atau binatang diinjeksikan ke akseptor. diterapkan pada infeksi akut (difteri, tetanus, measles, rabies dll), keadaan keracunan (serangga, reptil, botulisme) dan sebagai profilaksis (hipogammaglobulinemia) IMUNISASI Imunitas aktif dihasilkan oleh tubuh setelah terpapar oleh antigen. Imunitas aktif didapat alamiah ketika paparan patogen menyebabkan infeksi sub klinik atau klinik yang mengakibatkan respon imun terhadap patogen lainnya. Imunitas aktif didapat buatan diperoleh dengan pemberian patogen hidup atau mati atau komponen-komponennya. Vaksin untuk imunisasi aktif mengandung organisme hidup, organisme mati utuh, komponen mikrobial atau toksin yang disekresikan (telah didetoksifikasi). IMUNISASI VAKSIN HIDUP generasi awal: virus cowpox (oleh Edward Jenner) untuk imunisasi smallpox. Virus hidup: virus polio (vaksin Sabin), measles, mumps, rubella, chicken pox, hepatitis A, yellow fever dll. Bakteri hidup: Mycobacterium bovis: BCG IMUNISASI VAKSIN MATI Vaksin virus mati (oleh panas, kimiawi dan ultraviolet): polio (vaksin Salk), influenza, rabies dll. Vaksin bakteri mati: tifoid, kolera, pertusis dll. Komponen bakteri: dinding sel misalnya hemofilus, pertusis, meningokokus, pneumokokus dll. Komponen virus: protein antigenik misalnya hepatitis B, rabies dll. Modifikasi toksin patogenik agen (dinamakan toksoid) difteri, tetanus, kolera. IMUNISASI Imunisasi aktif dapat menyebabkan demam, malaise dan ketidaknyamanan. Beberapa vaksin menyebabkan nyeri sendi atau arthritis (rubella), kejang, kadang-kadang fatal (pertusis) atau gangguan neurologis (influenza). Alergi telur dapat berkembang sebagai konsekuensi dari vaksin viral yang dihasilkan dalam telur (measles, mumps, influenza, yellow fever). ALERGI (HIPERSENSITIFITAS) Adalah reaksi tak diinginkan (kerusakan, ketidaknyamanan dan kadang-kadang fatal) akibat sistem imun normal. Antigen yang memicu reaksi alergi dinamakan alergen. Reaksi alergi digolongkan menjadi 4 macam yaitu tipe I, tipe II, tipe II dan tipe IV didasarkan pada mekanisme dan waktu terjadinya reaksi. ALERGI (HIPERSENSITIFITAS) Hipersensitifitas tipe I = hipersensitif segera = anafilaktik. Melibatkan kulit (urtikaria dan eksema), mata (konjungtivitis), nasofaring (rhinore, rhinitis), jaringan bronkhopulmoner (asthma) dan saluran pencernaan (gastroenteritis). menyebabkan gejala minor sampai dengan kematian. memerlukan 15-30 menit setelah terpapar antigen kadang lambat (10-12 jam). diperantarai oleh IgE. Sel primer yang terlibat adalah mast cell atau basofil. Reaksi dilipatgandakan oleh platelet, netrofil dan eosinofil. Ikatan IgE dengan mast cell dan basofil  memicu pelepasan mediator farmakologik oleh sel. Pengobatan untuk alergi tipe I adalah dengan pemberian antihistamin. ALERGI (HIPERSENSITIFITAS) Hipersensitifitas tipe II = hipersensitifitas sitotoksik. melibatkan berbagai organ dan jaringan. Antigen biasanya endogen meskipun juga ada eksogen Contoh: anemia hemolitik akibat obat-obatan, granulositopenia dan trombositopenia. Reaksi terjadi dalam beberapa menit - beberapa jam. melibatkan IgM atau IgG, komplemen, fagosit dan sel K. Lesi mengandung antibodi, komplemen dan netrofil. Pengobatan: anti inflamasi & imunosupresif. ALERGI (HIPERSENSITIFITAS) Hipersensitifitas tipe III = hipersensitifitas kompleks imun. Reaksi biasanya sistemik atau melibatkan berbagai organ antara lain kulit (contoh: SLE/systemic lupus erythematosus), ginjal (contoh: lupus nefritis), paru (aspergillosis), pembuluh darah (poliarteritis), sendi (rheumatoid arthritis) serta organ lainnya. Reaksi ini mungkin mekanisme patogenik penyakit akibat mikroorganisme. Reaksi alergi terjadi 3-10 jam setelah terpapar oleh antigen. diperantarai oleh kompleks imun yang larut. Mediator terbanyak adalah IgG, meskipun IgM juga dapat terlibat. Antigen dapat eksogen (infeksi kronik virus, bakteri atau parasit) dapat pula endogen (autoimunitas spesifik non-organ misalnya SLE). Antigen adalah larut dan tak terikat dengan organ yang terlibat. Komponen utama adalah kompleks imun yang larut dan komplemen. Kerusakan diakibatkan oleh platelet dan netrofil. Lesi mengandung netrofil dan endapan kompleks imun dan komplemen. Infiltrasi makrofag pada tahap berikutnya mungkin terlibat dalam proses penyembuhan. Pengobatan alergi tipe III menggunakananti inflamasi. ALERGI (HIPERSENSITIFITAS) Hipersensitifitas tipe IV = hipersensitifitas diperantarai sel = hipersensitifitas tipe lambat. Contoh: reaksi tuberkulin (Mantoux) 48 jam setelah injeksi antigen (PPD atau tuberkulin lama). Lesi berupa indurasi dan eritema. terlibat dalam patogenesis beberapa penyakit autoimun dan infeksi (TBC, lepra, blastomikosis, histoplasmosis, toksoplasmosis, leishmaniasis dll.), granuloma dan antigen asing. Bentuk lain dari alergi tipe ini adalah dermatitis kontak (bahan kimia, logam berat dll.) dengan lesi papuler. Pengobatan menggunakan kortikosteroid dan agen imunosupresif lainnya

IMUNOLOGI PROFILAKTIC

IMUNOLOGI PROFILAKTIC IUS YUZIANA,Dr,OH.Med,MM.Kes KONSEP IMUNISASI A.Pengertian Imunisasi adalah upaya yg dilakukan dgn sengaja memberikan kekebalan (imunitas) pada bayi atau anak sehingga terhindar darp penyakit (DepKes, 2000). Imunitas pasif adalah tubuh tidak membentuk imun, tetapi menerima imun. Imunitas aktif adalah tubuh yg membentuk kekebalan sendiri. Pemberian Imunisasi Ada bbbrp hal penting yg harus diperhatikan perawat, adalah : 1.Ortu anak harus ditanyakan : Status kesehatan anak saat ini, apakah dlm kondisi sehata atau sakit. Pengalaman/reaksi thp imunissi yg pernah di dpt sebelumnya. Penyakit yg dialami dimasa lalu dan sekarang. Pemberian Imunisasi 2. Ortu hrs mengerti ttg hal-hal yg berkaitan dgn penyakit yg dpt dicegah dgn imunisasi (pengertian, jenis imunisasi, alasan imunisasi, manfaat imunisasi dan efek sampingnya). 3.Catatan imunisasi yg lalu(apabila sdh pernah mendpt imunisasi sebelumnya), pentingnya menjaga kes mlli tindakan imunisasi. 4.Penkes utk ortu. (Gunakan pertanyaan terbuka utk mendptkan informasi seluas-luasnya). Pemberian Imunisasi 5. Kontraindikasi pemberian imunisasi. Ada bbrp kondisi yg menjadi pertimbangan utk tdk memberikan imunisasi pada anak,yaitu: Flu berat atau panas tinggi Perubahan pada sistem imun yg tdk dpt menerima vaksin virus hidup. Sedang dalam pemberian obat2x yg menekan sistem imun, Mis : taransfusi drh dan imunoglobulin. Riwayat alergi thp pemberian vaksin (pertusis). Jenis Kekebalan/Imunitas 1.Kekebalan pasif Kekebalan pasif ada dua kategori yaitu kekebalan bawaan dan pasif didapat. Kekebaalan pasif adalah pemberian antibodi yg berasal dari hewan atau manusia kepada manusia lain . EX Kekebalan pasif di dapat : campak , tetanus , rabies). Harus dilakukan skin test sebelumnya. Jenis Kekebalan/Imunitas Menurut lokasi ada dua jenis imunitas, yaitu humoral dan seluler. Imunitas humoral terdapat dlm imunoglobin (Ig) yaitu (Ig G,A, dan M). Imunitas seluler terdiri atas fagositosis oleh sel-sel sistem retikuloendotelial. Imunitas seluler berhub dgn kemampuan sel tubuh utk menolak benda asing dan dpt di tunjukkan dgn adanya alergi kulit thp benda asing. Jenis Kekebalan/Imunitas 2.Imunitas Aktif Ada 2 jenis kekebalan aktif, yaitu kekebalan aktif didapat dan kekebalan aktif dibuat. Ada 2 jenis kekebalan aktif, yaitu kekebalan aktif didapat dan kekebalan aktif dibuat. Kekeabalan yg diadapat secara alami , mis anak yg terkena difteri atau poliomielitis Kekebalan yg sengaja dibuat yg dikenal dgn imuniasasi dasar dan ulangan (booster) Penyakit yg dpt Dicegah dgn Imuniasasi 1.Tuberkulosis Peny. ini disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yg sebagian besar menyerang masyrakat dgn kelas sosial ekonomi rendah. Organ yg sering terkena adalah paru2x, kelenjar, kulit, tulang, sendi dan selaput otak. Cara penularan : melalui droplet atau percikan air ludah, reservoar adalah mc. Penyakit yg dpt Dicegah dgn Imuniasasi Imunisasi yg dapat mencegah penyakit ini adl BCG 2. Difteri Disebabkan oleh Corynebacterium Dyptheria. Penularannya mlli percikan ludah yg tercemar. Difteri dpt menjadi endemik pd ling masy dgn sosial ekonomi rendah. Imuniasasi yg diberikan adalah DPT. Penyakit yg dpt Dicegah dgn Imuniasasi 3. Pertusis Disebabkan oleh Bordetella pertusis Penularannya melalui droplet. Istila awamnya adalah batuk rejan atau batuk 100 hari. Bahaya dari pertusis pneumonia . Gejala awal berupa batuk pilek, kemudian setelah hari ke 10 batuk bertambah berat dan sering kali muntah. Imunisasi yang diberikan adalah DPT. Penyakit yg dpt Dicegah dgn Imuniasasi 4. Tetanus Disebabkan oleh Mycobacterium Tetani, yg berbentuk spora masuk ke dlm luka terbuka, berkembang biak secara anerobik, dan membentuk toksin. Tetanus yg khas terjadi pada usia anak adalah tetanus neonatorum. T.Neonatorum dpt menimbulkan kematian karenaterjadi kejang , sianosis, dan henti napas. Penyakit yg dpt Dicegah dgn Imuniasasi Resevoarnya adalah kotoran hewan atau tanah yg terkontaminasi kotoran hewan manusia. Gejala awal ditunjukkan dgn mulut mencucu dan bayi tidak mau menyusu. Kekebalan pada penyakit ini hanya diperoleh dgn imunisasi atau vaksinasi lengkap. Imunisasi yang diberikan adalah Imunisasi DPT. 5. Poliomielitis Penyebab infeksi adalah virus polio tipe 1,2, dan 3 dan menyerang mielin atau serabut otot. Kelumpuhan dpt terjadi pada anggota badan, saluran napas, dan otot menelan. Penularan penyakit ini adalah memeluui droplet dan reservoarnya adalah manusia yg menderita polio. Pencegahan dpt dilkaukan dgn imunisasi polio. 6. Campak Penyebab penyakit ini adalah virus morbili, yg menular melalu droplet. Gejala awal ditunjukkan dgn adanya kemerahan yg mulai timbul pada bagian belkang telinga, dahi, dan menjalar ke wajah dan anggota badan, biasa juga timbul gejala fludisertai mata berair dan kemerahan. Setelah 3-4 hari, kemerahan mulai hilang dan berubah menjadi kehitaman yg akan tampak seperti sisik dalam waktu 1-2 mgg Imunisasi diberikan adalah imunisasi campak. Komplikasi yg harus dicegah adalah OMA, konjungtivitis berat, pneumonia. 7. Hepatitis B Penyakit infeksi disebabkan oleh virus hepatitis tipe B. Kelompok yg berisiko adalah pecandu narkotika, pasien hemodialisis, pekerja laboratorium, atau akupuntur. Gejala yang muncul tidak khas, seperti anoreksia, mual, dan kadang – kadang ikterik. 7. Typus Abdominalis Tujuan pemberian imunisasi ini adalah mencegah terjadinya penyakit tipus abdominalis. Ada 3 jenis vaksin diantaranya kuman yg dimatikan, kuman yg dilemahkan (vivotif, berna) dan antigen capsular Vi poliysacaride (Typhim Vi, Pasteur Meriux). Vaksin kuman yg dimatikan dpt diberikan utk bayi 6-12 bulan adalah 0.1 ml, 1-2 thn 0,2 ml, dan 2-12 thn adalah 0,5 ml. Vaksin kuman yg dilemahkan dpt diberikan dlm bentuk capsul sebelum makan pada hari 1,2,5 pada anak di atas usia 6 thn. Antigen capsular diberikan pada usia di atas dua tahun dan dapat di ulang tiap 3 tahun. 8. MMR (Measles, Mumps, dan Rubela) Untuk mencegah penyakit campak (measles), gondong, parotis epidemika (mumps) dan rubela (campak Jerman). Imunisasi MMR ini antigen yg yg dipakai adalah virus campak strain edmonson yg dilemahkan, virus rubella strain RA 27/3 dan virus gondong. Vaksin ini tdk dianjurkan pd bayi usia dibawah 1 thn krn dikhawatirkan terjadi interferensi dgn antibodi meternal yg ada. Pada daerah endemik sebaiknya diberikan imunisasi campak yg monovalen dahulu pd usia 4-6 bln atau 9-11 bln dan boster dpt dilakukan MMR pada usia 15-18 bulan. 9. Imunisasi Varicella Digunakan untuk mencegah terjadinya peny varicella (cacar air). Merupakan virus hidup varicella zoozter yg dilemahkan. Diberikan pada usia 12 thn di daerah tropik. Diatas usia 13 thn dapat diberikan 2 kali suntikan dgn interval 4-8 mgg.

Pemeriksaan Urin

RESPONSI PRAKTIKUM URIN PELAKSANAAN PRAKTIKUM Memakai jas laboratorium Menggunakan sepatu tertutup Membawa buku praktikum : - Buku Kampus - Disampul kertas coklat - Diberi judul, nama mahasiswa, NIM Pemeriksaan urin Pemeriksaan Makroskopis Pertemuan : Hari/Tanggal : Pemeriksaan : Jenis Pemeriksaan 1.warna 2. Alat dan bahan : Alat 1. 2. Bahan 1. 2. Cara Kerja : Bau - Urin masukan dlm tabung - Miringkan dan kipas2kan tangan pd permukaan cairan urin - Cium bau yg muncul 2. Warna - Urin masukan dalam tabung - Amati warna pd cahaya yg cukup 3. Kejernihan - Urin masukan dalam tabung - Amati ada tidaknya kekeruhan pada cahaya yg cukup 4. pH - urin masukan dlm tabung - Celupkan carik pH universal - Amati perbahan warna - Bandingkan perubahan warna thd standar pH Hasil Pengamatan Pemeriksaan Mikroskopis Prinsip: Alat dan Bahan : Cara Kerja ; Kocok urin dlm wadah supaya homogen Pindahkan dlm tabung sentrifuge Sentrifuge 2000rpm 5 mnt Angkat tabung tuangkan urin sisakan endapan sekitar 0,5 mL Kocok, ambil dgn pipet tetes, teteskan pd objek glass, tutup dgn cover glass Amati dibawah mikroskop Gunakan objektif 10 kali u silinder,epitel,kristal, objektif 40 u eri, leuko,dll Hasil pengamatan : Pemeriksaan Kimia Pemeriksaan : Protein Metoda : Prinsip : Reagen : Cara Kerja : Masukan 5 mL urin dlm tabung reaksi Tambah kan 0,5 mL pereaksi bang Campurkan, panaskan 5mnt dlm waterbath mendidih Angkat, simpan dlm rak dinginkan Amati perubahan yg terjadi dgn menggoyangkan cairan dan amati kekeruhan yg terjadi Pemeriksaan :Glukosa Metoda : Prinsip : Reagen : Cara Kerja : Masukan 0,5 mL urin k dlm tabung reaksi Tambahkan 5 mL pereaksi benedict Campur, panaskan dlm waterbath mendidih 5 menit Amati hasil Pemeriksaan : Urobilin Metoda : Prinsip : Reagen : Cara Kerja : Masukan 5 mL urin k dlm tabung reaksi Tambahkan 2 tts lugol Kocok, tambahkan 2,5 tts r/schlesinger Kocok, saring Filtrat yg diperoleh dilihat dilatar belakang hitam amati Pemeriksaan : Bilirubin Metoda : Prinsip : Reagen : Cara Kerja : Masukan 5 mL urin dlm tabung reaksi Tambahkan 5 mL Bacl2 10% Kocok, saring, endapan dibiarkan kering Tetesi dgn fouchet,amati Pemeriksaan : Benda keton Metoda : Prinsip : Reagen : Cara Kerja : Masukan 5 mL urin kedlam tabung reaksi Tambahkan 1 gr serbuk rothera Kocok Tambahkan NH4OH 1-2 ml melalui dinding tabung amati Pemeriksaan : Darah samar Metoda : Prinsip : Reagen : Cara Kerja : Masukan dlm tabung reaksi I. 2 mL urin,panaskan 5 menit, dinginkan Masukan pd tabung reaksi II, as asetat glasial 3 ml, benzidin 1 gr,campur Tabung I masukan dlm tabung II, campur Masukan 1 mL H2O2 Mamati 5 mnt

LIQUOR CEREBRO SPINALIS

LIQUOR CEREBRO SPINALIS Sistem Syaraf Pusat meliputi otak dan sumsum tulang belakang. Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi lapisan selaput meninges. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis. Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai berikut: Durameter; terdiri dari dua lapisan, yang terluar bersatu dengan tengkorak sebagai endostium, dan lapisan lain sebagai duramater yang mudah dilepaskan dari tulang kepala. Arachnoidea meter; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang laba2. Di dalamnya terdapat cairan yang disebut liquor cerebrospinalis. Fungsi selaput arachnoidea adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan . Piameter. Lapisan terdalam yang mempunyai bentuk disesuaikan dengan lipatan-lipatan permukaan otak. “Liquor cerebrospinalis adalah sejenis cairan yg menempati ruangan arachnoid yg menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang, merupakan larutan yg menyangga sistem syaraf pusat” Pengambilan LCS dilakukan dengan maksud diagnostik, biasanya diperoleh dgn melakukan pungsi lumbal. Pungsi lumbal dilakukan dengan posisi pasien biasanya berbaring menyamping, menerapkan anestesi lokal, dan memasukkan jarum ke dalam kantung dural (sebuah kantung di sekitar saraf tulang belakang) untuk mengumpulkan cairan cerebrospinal (CSF). Jumlah cairan yg diambil disesuikan dgn jenis pemeriksaan. Cara menampung pun sebaiknya disesuaikan dgn jenis pemeriksaan Menampung sampel Jika akan dilakukan pemeriksaan nonbakteriologi, siapkan 3 tabung, tabung 1 u/menampung beberapa tetes yg keluar dr jarum pungsi, tabung ini tdk dipakai krn kemungkinan terdapat sedikit darah dari tindakan mengambil sampel. Tabung 2 & 3 di isi masing2 2-4 mL LCS Jika hendak melakukan pemeriksaan bakteriologis tabung ketiga harus tabung steril yang isinya bs digunakan utk pemeriksaan bakterioskopi atau pembiakan Makroskopis (warna, kekeruhan, sediment, bekuan) Pemeriksaan Mikroskopis (hitung jml sel, LCS hitung jenis sel, bakterioskopi) Pemeriksaan kimia (protein) Pemeriksaan Makroskopis Warna Cairan otak normal = aquadest, jika ada warna kemungkinannya : Merah krn adanya darah Coklat, menunjukan adanya pendarahan yg disebabkan o/eritrosit yg mengalami hemolisis,stl disentrrifuge cairan atas akan berwarna kuning Kuning, disebabkan pendarahan yg mungkin disebabkan icterus berat atau kadar protein yg tinggi Keabu-abuan,disebabkan oleh lekosit dalam jumlah besar seperti didapat pada radang . b. Kekeruhan Bandingkanlah tabung yg berisi cairan otak dgn tabung yg berisi aqua destilata, pd keadaan normal cairan otak sejernih aqua dest juga, bila ada kekeruhan biasanya disebabkan oleh adanya darah, oleh sel2 peradangan (leukosit) dan oleh kuman2. bertambahnya jumlah sel tidak perlu disertai dgn kekeruhan, ex pd meningitis tuberculosa, meningitis syphilitica. kekeruhan yg jelas menunjukan kepada meningitis purulenta oleh sesuatu sebab. Pelaporan pendapat : jernih, agak keruh, keruh atau sangat keruh. c. Sediment Cairan otak normal, biarpun disentrifuge tdk akan timbul sediment sedikitpun, adanya sedimen gambaran adanya abnormal, jumlah sediment=kekeruhan otak d. Bekuan Cairan otak tdk akan menimbulkan bekuan,walopun dibiarkan selama apapun, krn cairan otak normal tidak mengandung fibrinogen. Jika terdapat bekuan, laporkan rupa bekuan tsb : sgt halus,keping2,serat2,seraput,besar dan kasar sgt halus,ex:meningitis tuberculosa Besar besar&kasar,ex:meningitis purulenta bekuan beku seluruhnya,ex:pendarahan Pemeriksaaan Mikroskopis Menghitung jumlah sel Pemeriksaan hrs segera dilakukan,kira ½ jam stl dikeluarkan, krn leukosit sgt mudah rusak.N=0-5 sel/uL LCS, karena itu digunakan pengenceran dan kamar hitung yg berbeda dgn hitung jumlah sel dlm darah, kamar hitung yg digunakan adl fuchs rosenthal Cara : Kocok LCS Isap lar turk sd tanda 1 Isap LCS sd tanda 11 Kocok, buang 1-3 tts ptama, isi ke kamar hitung, diamkan 5 menit Hitung disemua bidang Hitung sel:tinggi kamar hitung : 0.2mm luas : 16mm2 Pengenceran : 10/9 n/16 x 5 x 10/9 = 50n/144 = n/3 b. Menghitung jenis sel Meskipun dalam cairan otak ada lebih dari 2 jenis sel, namun dlm praktek sehari hari hanya dibuat perbedaan antara sel yg berinti satu (limfosit) dan yg poliniklear (segment). Cara: 1.Sentrifuge 2000rpm 10 menit 2.Sediment dibuat sediaan hapus,keringkan di udara 3.Warnai giemsa 4.Hitung jenis atas dasar 100 sel Peningkatan sel segmen menunjukan adanya radang c. Bakterioskopi Diantaranya kuman yg paling sering ditemukan : M.tuberculosis, meningococci,pneumococci,streptococci, dan H. Influenzae. Dilakukan dengan sentrifuge lalu digunakan sediment nya dengan pewarnaan gram atau basil tahan asam Pemeriksaan Kimia Protein Untuk identifikasi digunakan reagens pandy, yaitu lar.jenuh fenol dlm air, caranya masukan lar fenol 1 mL kedalam tabung reaksi, masukan LCS sebanyak 1 tetes, bila terdapat kekeruhan menunjukan cairan mengandung protein. Dalam keadaan normal tdk akan terjadi kekeruhan,semakin tinggi kadar protein maka akan semakin keruh hasilnya. Selain tes pandy dilakukan juga tes nonne, tes menggunakan lar jenuh amoniumsulfat,tes dilakukan terutama untuk menguji kadar globulin. Caranya : masukkan 1mL LCS kedalam tabung reaksi, melalui dinding tabung masukkan pereaksi nonne sebanyak 1 mL secara perlahan, adanya cincin putih diantara kedua cairan menggambarkan hasil yang positif. Pada keadaan normal tdk akan terbentuk cincin, semakin tinggi kadar globulin maka cincin yg terjadi akan semakin tebal. Adanya protein dalam LCS memberikan gambaran adanya radang,ex:meningitis,adanya tumor atau pendarahan

HCG (HUMAN CHORIONIC GONADOTHROPIN)

HCG (HUMAN CHORIONIC GONADOTHROPIN) Definisi Adalah hormon yang diproduksi selama masa kehamilan, hormon ini hadir dalam darah dan dikeluarkan oleh sel plasenta, sebagai hasil pembuahan sel telur oleh sperma. Kira2 10 hari setelah sel telur dibuahi sperma di tuba fallopii, sel telur akan bergerak menuju rahim dan melekat pada dindingnya, sejak itulah plasenta mulai berkembang dan memproduksi hcg yang dapat di temukan di dalam darah dan air seni. Deteksi hcg hari pertama terlambat haid (hari ke 6 pelekatan janin) Produksi HCG akan meningkat hingga sekitar hari ke 70 dan akan menurun selama sisa kehamilan, hormon ini merupakan indikator yang dideteksi oleh alat tes kehamilan melalui air seni, jika alat tes kehamilan mendeteksi adanya kadar hormon hcg dalam urin maka alat tes kehamilan akan mengindikasikan sebagai terjadinya kehamilan atau hasil tes positif Fungsi hcg salah satunya u/ menjaga rahim agar sesuai dengan kehamilan dgn merangsang produksi progesteron. Progesteron menyiapkan rahim u/ kehamilan Peningkatan hormon hcg biasanya ditandai dengan mual dan pusing yang sering dialami oleh para ibu hamil. Kadar hcg yang lebih tinggi pada ibu hamil biasanya terjadi pada hamil kembar atau hamil anggur ( mola). Wanita tidak hamil tumor pada organ reproduksi Hcg terlalu rendah hamil diluar rahim abortus spontan Pemeriksaan hcg urin sebaiknya : Mempunyai sensitivitas yg tinggi Spesifik u/ pem. Hcg Waktu pemeriksaan cepat Mudah dibaca Mudah dilakukan Tidak diperlukan alat khusus Pemeriksaan hcg urin di laboratorium meliputi: Cara biologis Dilakukan menggunakan hewan percobaan, adanya hcg akan menyebabkan reaksi pada organ tertentu, ex : gallimainini 2. Imunokromatografi tes pack Menggunakan tes strip Cara biologis PEMERIKSAAN GALLI MAININI TEST Pada prinsipnya menemukan spermatozoa dlm urine katak jantan yg dirangsang oleh HCG urine Persiapan: katak jantan yg dipergunakan tidak boleh mengandung sperma → dng pipet diambil cairan di lubang pengeluaran → periksa mikroskop → jika ada sperma tidak boleh dipakai Alat yg digunakan: Spuit 5cc, Kaca obyek, Mikroskop Cara pemeriksaan: Urine 5cc disuntikan sub cutan (bawah kulit) di perut 1 ½ cm didepan cloaca → lepas ditoples 1 jam kmdn → periksa urine katak, jika tdk ada sperma → periksa 1 jam lagi Jika ada sperma GM (+), jika tidak GM (-) Cara Imunokromatografi tes pack Prinsipnya adalah adanya reaksi antara hcg dengan anti hcg yang dilekatkan berupa garis pada membran tertentu akan membentuk garis baik pada kontrol maupun tes, bila urin tidak mengandung hcg hanya akan membentuk satu garis saja pada kontrol Yang dapat menyebabkan hasil positif palsu pada pemeriksaan hcg urin : Proteinuria Infeksi sal. air kencing Yang dapat menyebabkan hasil negatif palsu pada pemeriksaan hcg urin : Pemeriksaan dilakukan terlalu dini Urin terlalu encer.

Pemeriksaan Feses

FESES Dalam keadaan normal tinja terdiri dari air dan sisa makanan, zat hasil sekresi saluran pencernaan, epitel usus,bakteri apatogen, asam lemak, urobilin, gas indol, skatol dan sterkobilinogen. Pada keadaan patologik seperti diare didapatkan peningkatan sisa makanan dalam tinja, karena makanan melewati saluran pencernaan dengan cepat dan tidak dapat diabsorpsi secara sempurna. Feses diperiksa dalam keadaan segar Unsur2 akan rusak Wadah sampel kaca/plastik yg tembus cahaya bermulut lebar Sampel feses bagian bercampur darah/lendir unsur2 patologik tdk merata Makroskopis warna,bau,lendir konsistensi,darah Pemeriksaan Mikroskopis epitel,makrofag Feses leuko,eri,kristal, sisa makanan sel ragi,telur& jentik cacing Darah Samar Pemeriksaan makroskopis a. Warna b. Bau Bau normal feses disebabkan oleh indol, skatol dan asam butirat. Bau menjadi busuk bila dalam usus terjadi pembusukan akibat dari protein yg tdk di rombak oleh kuman2, bau asam akibat dari fermentasi zat2 gula yg tdk dicerna, ex: diare c. Konsistensi Feses normal agak lunak dengan mempunyai bentuk. Pada diare konsistensi menjadi sangat lunak atau cair, sedangkan sebaliknya pada konstipasi didapat tinja keras d.Lendir Lendir memberikan gambaran adanya radang dinding usus Lendir bag.luar feses radang usus besar campur radang usus kecil lendir saja disentri d. Darah Perhatikan darah !!! Jumlah darah yang besar ulcus,carsinoma, Hemorhoid e. Parasit Yang mungkin terlihat : cacing ascaris, ancylostoma,dll. ascaris Pemeriksaan Mikroskopis Penting menemukan protozoa dan telur cacing Cara pemeriksaan makroskopis : Siapkan 4 objek glass Tetesi masing2 dgn 1 tts zat warna eosin, lugol, sudan III, asam asetat glasial Ambil seujung lidi feses, campur Aduk sampai homogen Tutup dengan kaca penutup 6. Amati masing2 apusan di bawah mikroskop dgn 100 x u/pengamatan serat, lemak, karbohidrat, dan kristal 7. Lanjutkan pengamatan 400 x u/pengamatan telur cacing, eri,leuko, sel epitel, amoeba, makrofag, sel ragi Yang mungkin ditemukan : Sel epitel Beberapa berinti sel epitel dapat ditemukan dlm keadaan normal, jumlah sel epitel bertambah banyak bila ada peradangan dinding usus. b. Makrofag Sel2 besar satu, menyerupai amoeba, perbedaannya tidak bergerak c. Leukosit Lebih jelas dengan campuran as acetat 10%, pada disentri basiler dan peradangan jumlah >>>> d. Eritrosit Hanya ada bila ada lesi dalam kolon, rectum/anus, gambaran abnormal e. Kristal pada tinja normal akan ditemukan kristal tripel posfat, calciumoxalat, dan asam lemak. Keadaan abnormal bila ditemukan kristal Charcot leyden dan hematoidin. Kristal Charcoat Leyden didapat pada ulkus saluran pencernaan seperti yang disebabkan amubiasis. Pada perdarahan saluran pencernaan mungkin didapatkan kristal hematoidin F. Sisa makanan Hampir selalu dapat ditemukan juga pada keadaan normal, tetapi dalam keadaan tertentu jumlahnya meningkat dan hal ini dihubungkan dengan keadaan abnormal. Sisa makanan sebagian berasal dari makanan daun-daunan dan sebagian lagi berasal dari hewan seperti serat otot, serat elastis dan lain-lain. Untuk identifikasi lebih lanjut emulsi tinja dicampur dengan larutan lugol untuk menunjukkan adanya amilum yang tidak sempurna dicerna. Sisa makanan ini akan meningkat jumlahnya pada sindroma malabsorpsi. g. Sel Ragi Khusus Blastocystis hominis jarang ditemukan. Pentingnya mengenal strukturnya adalah supaya jgn dianggap kista amoeba h. Telur dan jentik cacing Ascaris lumbricoides, necator americanus, dsb Telur ascaris telur necator americanus Telur trichuris trichiura blastocysis hominis kista amoeba amoeba makrofag Kristal hematoidin kristal charcot leyden Kristlal tripel fosfat Darah Samar Untuk mengetahui adanya pendarahan kecil yg tdk dapat dinyatakan dalam makroskopis atau mikroskopis. Identifikasi dapat dilakukan dgn metoda benzidin, prinsipnya haemoglobin sebagai periksidase akan menguraikan H2O2 menjadi H2O dan On. On yg terbentuk akan mengoksidasi benzidin membentuk warna biru kehijauan. Cara pemeriksaan metoda benzidin Buat emulsi feses dgn air kira2 10 mL dan panasi hingga mendidih. Saring emulsi yg masih panas dan biarkan sampai dingin Kedalam tabung reaksi lain dimasukan benzidin basa sbanyak spucuk pisau Tambahkan 3 mL asam asetat glasial, kocok sampe benzidin larut Bubuhi 2 mL emulsi feses, aduk 6.Beri 1 mL lar. Hydrogen peroksida 3%, aduk 7. Hasil dibaca dlm waktu 5 mnt 8. Pengamatan hasil Pengamatan Hasil Neg Tdk ada perubahan Warna Pos 1 Hijau Pengamatan Hasil Pos 2 biru campur hijau Pos 3 biru Pos 4 biru tua Urobilin Pemeriksaan bilirubin akan beraksi negatif pada tinja normal,karena bilirubin dalam usus akan berubah menjadi urobilinogen dan kemudian oleh udara akan teroksidasi menjadi urobilin. Reaksi mungkin menjadi positif pada diare dan pada keadaan yang menghalangi perubahan bilirubin menjadi urobilinogen, seperti pengobatan jangka pnjang dengan antibiotik yang diberikan peroral, mungkin memusnakan flora usus yang menyelenggarakan perubahan tadi.Dalam tinja normal selalu ada urobilin. Jumlah urobilin akan berkurang pada ikterus obstruktif. Pemeriksaan Urobilin Taruhlah beberapa gram feses dalam mortir, campur dgn lar mercuri chlorida 10%,vol kira2 = feses Tuang dlm cawan datar agar lbh mudah menguap Biarkan 6-24 jam Pos= timbul warna merah TERIMA KASIH

Pewarnaan bakteri

PEWARNAAN BAKTERI BAKTERI Tak berwarna bila diperiksa langsung, kurang jelas Tembus cahaya Dengan Pewarnaan sel-sel terwarnai/berwarna dan tidak tembus cahaya, sehingga sangat jelas & kontras Tujuan Pewarnaan Mempermudah melihat morfologi sel bakteri Untuk melihat bagian-bagian struktural sel bakteri Membantu mengidentifikasi bakteri Memperjelas ukuran dan bentuk sel bakteri Zat Warna Merupakan garam yang terdiri dari ion positif (+) dan ion negatif (-), salah satu ion berwarna. Jika : Warna pada ion (+) ; zat warna basa Warna pada ion (-) ; zat warna asam Mekanisme Pewarnaan Sel bakteri banyak mengandung asam nukleat bermuatan (-) sebagai gugus posfat Jika diwarnai muatan (-) pada asam nukleat bereaksi dengan ion (+) zat warna basa Zat warna asam ditolak oleh muatan (-) bakteri : tak mewarnai sel, tapi yang terwarnai adalah latar belakangnya. Langkah-langkah utama pewarnaan : Pembuatan apusan pada kaca objek (penempatan olesan pada kaca objek) Fiksasi olesan Aplikasi pewarna tunggal atau serangkaian larutan pewarna/reagen. Faktor – faktor penentu keberhasilan dalam pewarnaan bakteri Fiksasi Peluntur warna Substrat Intensifikasi pewarnaan Zat warna penutup Fiksasi Cara yang paling umum dengan cara fisik (pemanasan) Fungsinya : Melekatkan sel pada kaca objek Mencegah terjadinya otolisis sel, yaitu proses larutnya sel yang disebabkan oleh enzim yang ada di dalamnya Membunuh bakteri dsb. Peluntur warna Tujuan untuk mendapat kontras yang baik pada bayangan mikroskop, menghilangkan warna sel yang telah diwarnai Pada umumnya, sel yang mudah diwarnai : cepat pula dilunturkan sedangkan sel yang sukar diwarnai : sulit dilunturkan Dari segi ketahanan sel terhadap senyawa kimia ada yang : tahan asam, tahan alkohol, tahan air dsb. Ketahanan tersebut digunakan untuk membedakan kel. Mikroba Substrat Yang berhubungan dengan kandungan utama sel Berdasarkan kand. Sel : sifat sel. Misal basofilik Intensifikasi Pewarnaan Untuk mempercepat pewarnaan bakteri Misal dengan penambahan mordan : zat warna akan terikat lebih kuat pada jaringan Me kan zat warna Me kan temperatur pewarnaan (60-900 C) Mordan : Zat kimia yang bukan bahan cat, tetapi menyebabkan sel bakteri dapat dicat lebih intensif atau menyebabkan cat terikat lebih kuat pada jaringan sel. Zat Warna Penutup (pada pewarnaan bertingkat) Diberikan pada akhir pewarnaan Untuk memberikan warna kontras pada sel mikroba yang tidak menyerap warna awal. Misal methylen blue, safranin dsb. Macam –macam pewarnaan Berdasarkan jenisnya : pewarnaan positif dan pewarnaan negatif Berdasarkan cara pelaksanaannya : pewanaan sederhana, pewarnaan bertingkat/ majemuk/diferensial Pewarnaan sederhana Pewarnaan yang hanya menggunakan satu macam pewarna Contoh zat warna : kristal violet, safranin, methylen blue (zat warna basa) Mekanisme : Zat warna basa bereaksi dengan komponen sel yang bersifat asam (asam nukleat, prot, dsb) ; sel terwarna dengan merata. Pewarnaan sederhana, hanya memungkinkan pengamatan morfologi sel : batang, coccus, dsb Cara : apusan yang telah difiksasi genangi pewarna keringkan. Pewarnaan differensial Proses pewarnaan untuk menampilkan perbedaan diantara sel-sel bakteri Biasanya digunakan lebih dari satu macam zat warna atau reagen pewarnan biasanya Pewarnaan Gram : salah satu teknik pewarnaan diferensial yang : -paling penting -paling banyak digunakan Dikembangkan oleh Christian Gram (1884) Dua macam bakteri : gram positif (ungu), gram negatif (merah) FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENIMBULKAN KERAGAMAN DALAM REAKSI GRAM ADALAH : Pelaksanaan fiksasi Kerapatan sel pada olesan Konsentrasi dan Umur reagen Sifat, konsentrasi, dan jumlah pemucat Sejarah biakan Pewarnaan tahan asam Khusus untuk Mycobacterium : M. tuberculosa, M. leprae Karena banyak mengandung asam mikolat & lemak Meningkatkan kandungan lemak : tak permeabel terhadap zat-zat warna yang umum Tidak terwarnai oleh metode pewarnaan biasa Bila dipaksakan, misal dengan menggunakan mordan, pemanasan maka sekali ia menyerap zat warna akan tetap dipegang teguh, tak akan dilepaskan lagi, walaupun digunakan zat peluntur yang kuat seperti lakohol-asam Disebut bakteri tahan asam (BTA) Cara : (P. Ziehl-Nielsen) Buat Apusan Warnai Dengan Karbol Fuksin 5 Menit Sambil Dipanasi Dengan Api Kecil Zat Warna Dibuang, Lalu Tetesi Asam-alkohol 1-2 Detik Cuci Dengan Air Kran Tambahkan Larutan Methylen Blue 1 Menit Cuci, Keringkan Hasil : BTA merah Bukan BTA biru. Pewarnaan Spora Spesies2 Bacilus & Clostridium : menghasilkan endospora yang sangat resisten. Karena struktur dinding spora yang keras dan tebal. : sukar diwarnai harus dengan pemanasan. Sekali terwarnai sukar dihilangkan. Ada beberapa metode : Klein, Schaeffer & fulkon. Pewarnaan Kapsul Kapsul : merupakan lapisan lendir yang menyelubungi sel, sebagai cadangan makanan, untuk perlindungan. Tanpa pewarnaan, K sukar dilihat dibawah mikroskop, sebab : K. tak berawarna, K. indeks biasnya rendah. K. Bersifat non ionik : tidak diwarnai dengan P. biasa tetapi dengan P. negatif. Cara (M. Burry) : Sediakan 2 kaca objek bersih Teteskan 1 tetes tinta cina pada salah satu kaca objek. Suspensikan 1 ose bakteri pada tetesan tinta cina tadi sampai homogen, jangan melebar. Lebarkan suspensi tersebut dengan menggosokan pada kaca objek kedua (spt pembuatan hapusan darah) Keringkan & fiksasi Tambahkan boraks methylen blue 2 % diatas sediaan tadi & diamkan selama 1-2 menit Cuci dan keringkan di udara Periksa di bawah mikroskop Pewarnaan negatif Spesimen dicampur dengan tinta india & disebarkan menjadi lapisan tipis. Menelaah morfologi : prosedur dan reagen pewarnaan sangat lemah pengaruhnya terhadap mikroorganisme.

Klasifikasi Bakteri

KLASIFIKASI BAKTERI Lama ORDO FAMILI SUBFAMILI GENUS Myxobacteriales Thiobacteriales Chlamydobacteriales Actinibacillus Leptotrichia Actinomycetaceae Actinomyces Nocardia Erysipelihttris Listeria Actinomycetales Mycobacterium Mycobacteriaceae Corinebacteriae Fusipormis Hydrogenomonas Methanomonas Nitrobacteriae Carboxydomonas Acetobacter Nitrosomonas Nitrobactericeae Nitrobacter Azotobacter Azotobacteriae Rhizobium Pseudomonas Pseudomonadaceae Loefflerella Vibrio Spirillaceae Spirillum Neisserieae Neisseria Coccaceae Mycrococeae Staphylococeus Micrococeus Eubacteriales Streptococeus Lactobasilleae Leuconostoc Lactobasillus Cromobaacterieae Cromobacterium Achromobacter Proteus Serratia Citrobacter Enterobacteriaceae Escherichia Enterobacterieae Klebsiella Salmonella Shigella Moraxella Pasteurellae Pasteurella Haemophileae Haemophilus Bordetella Brucella Bacillaceae Bacillus Clostridium

Pemeriksaan sperma

Analisa Sperma Semen/mani Ejakulat berasal dari seorang pria Berupa cairan kental dan keruh Berisi sekret dari kelenjar prostat dan kelenjar lainnya spermatozoa Variabel yang diperiksa Ejakulat (pemeriksaan liquifaksi, viskositas, volume, pH, sel lain) Sperma (konsentrasi, motilitas, morfologi, aglutinasi) Pra Analitik Persiapan pasien - abstinensia seksualitas 2 – 7 hari - cukup istirahat - cara pengeluaran : masturbasi tanpa pelicin - tempat pengeluaran, di dalam kamar yang tenang dekat laboratorium - cairan semen harus ditampung secara utuh/lengkap Persiapan Sampel - Penampung : gelas/pelastik bermulut lebar, non toksik - labeling (nama, usia, no. reg. Lab, Waktu pengeluaran lengkap dengan menit) - Pengiriman ke laboratorium harus dalam suhu tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas (±37°C) ANALITIK MAKROSKOPIS (warna, bau, volume, viskositas, liquifaksi,pH) B. MIKROSKOPIS (motilitas, aglutinasi, vitalitas, konsentrasi/jumlah, morfologi,sel lain) KIMIA (fruktosa sperma) A. MAKROSKOPIS LIQUIFAKSI Melihat waktu yang dibutuhkan cairan semen untuk mencair dilakukan pada temperatur ruang Homogen, tidak ada gumpalan mencair tidak lebih dari 60menit Normal : 10 – 20 menit 2. WARNA putih kelabu / putih mutiara BAU bau khas seperti bunga akasia 4. VISKOSITAS / KONSENTRASI Melihat kekentalan menggunakan batang pengaduk,cairan semen ditarik sampai tidak putus Atau menggunakan pipet tetes Normal : - sulur/ benang tidak lebih dari 2 cm - menetes dalam 1 – 2 detik 5. pH Menggunakan kertas pH indikator Normal : 7,2 – 7,8 6. Volume Menggunakan gelas ukur atau tabung berskala Normal : 2 – 5 mL (sebelum liquifaksi) B. MIKROSKOPI MOTILITAS Melihat pergerakan sperma homogenisasi 10µL tetesan cairan semen di atas kaca objek, ditutup dengan kaca penutup 22x22mm (duplo) Biarkan 1’ agar stabil Diperiksa pada temperatur ruang, perbesaran lensa 400x, amati 100-200 sperma Amati seluruh bidang pada sediaan yang rata Normal : > 50% Kriteria Motilitas Sperma Excellent : gerakan sperma lurus, cepat, ke depan Good : gerakan sperma lambat, berbelok – belok, sulit maju Poor : gerakan sperma diam di tempat Non : sperma tidak bergerak Bila motilitas sperma kurang dari 50% dsb Astenozoosperma 2. AGLUTINASI Melihat penempelan sperma Aglutinasi dua sperma :kepala-kepala, kepala-leher, kepala-ekor, ekor-ekor,campuran Aglutinasi berkelompok Normal bila aglutinasi kurang dari 5% Aglutinasi sejati, bila setelah penambahan NaCl fisiologis tetap ditemukan aglutinasi sperma 3. VITALITAS Mengetahui jumlah sperma sebenarnya HIDUP pada saat dikeluarkan Dilakukan bila jumlah sperma tidak bergerak >50% Menggunakan pewarnaan eosin 4. KONSENTRASI mengetahui jumlah sperma Metoda : bilik hitung “improved neurbauer” Diperiksa pada kotak eritrosit Konsentrasi sperma/mL = ∑sperma x 200.000 Normal : 20 – 250 juta/mL Kriteria Konsentrasi Sperma Azoospermia, tidak ditemukan sperma Ekstrimoligozoospermia , ditemukan 0 – 5 jt/mL Oligozoospermia, ditemukan <20jt/mL Polizoospermia , ditemukan >250 jt/mL 5. MORFOLOGI Pewarnaan Giemsa atau Papanicolou kepala, Leher, Ekor Tetrazoospermia,bila 50% morfologi abormal Normal : Kepala : oval, panjang 3-5µ, lebar ½ -2/3 panjang kepala Leher : langsing, <1/2lebar kepala, panjang 2x panjang kepala, satu garis dengan sumbu kepala Ekor : batas tegas, berupa garis dengan panjang 9x panjang kepala Morfologi Abnormal Makro : 25%>kepala normal Mikro : 25%

Makalah Pelayanan Laboratorium

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya (survival) manusia dituntut berjuang/berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup akan terus meningkat seiring waktu dan pertumbuhan dirinya, mulai dari lahir sampai dewasa. Bahkan laju peningkatan atau perkembangan kebutuhan hidup manusia akan selalu melekat pada kondisi interaksi sosialnya. B. Tujuan Adapun tujuan disusunnya makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Memahami pengertian pelayanan 2. Mengetahui sendi – sendi pelayanan prima 3. Mengetahui Aspek Mutu Dalam Perencanaan SDM Laboratorium Kesehatan C. Metode Penulisan Metode penulisan yang digunakan penulis adalah dengan browsing internet. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Pelayanan Pelayanan mengandung makna sebagai aktivitas atau manfaat yang ditawarkan oleh organisasi atau perorangan kepada konsumen atau dalam bisnis sering disebut dengan customer (yang dilayani) yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki (daviddow dan uttal, 1989). B. Aspek Mutu Dalam Perencanaan SDM Laboratorium Kesehatan Sumber daya laboratorium kesehatan secara garis besar dibedakan menjadi dua macam, yaitu: sumber daya manusia ( human resources ) dan sumber daya non-manusia ( non-human resources ). Sumber daya manusia (SDM) merupakan potensi manusiawi yang melekat keberadaannya pada seorang pegawai yang terdiri atas potensi fisik dan potensi non-fisik.Potensi fisik adalah kemampuan fisik yang terakumulasi pada seorang pegawai, sedangkan potensi non-fisik adalah kemampuan seorang pegawai yang terakumulasi baik dari latar belakang pengetahuan, inteligensia, keterampilan, humanrelations.Sedangkan sumber daya non-manusia merupakan sarana atau perlatan berupa mesin-mesin atau alat-alat non mesin dan bahan-bahan yang digunakan dalam proses pelayanan laboratorium klinik. SDM yang bekerja di dalam pelayanan laboratorium kesehatan cukup beragam, baik profesi maupun tingkat pendidikannya. Kebutuhan jumlahpegawai antara laboratorium kesehatan di Rumah Sakit dengan laboratorium kesehatan swasta, atau Puskesmas tentu tidak sama. Hal ini dikarenakan jenis pelayanan, jumlah pemakai jasa, dan permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing laboratorium tersebut berbeda-beda. Jenis ketenagaan yang diperlukan dalam pelayanan laboratorium kesehatan adalah sebagai berikut : 1. Staf medis *. Dokter Spesialis Patologi Klinik, *. Dokter Spesialis Patologi Anatomik, *. Dokter Spesialis Forensik, *. Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik, *. Dokter umum yang telah memiliki pengalaman teknis laboratorium 2. Tenaga teknis laboratorium *. Analis Kesehatan atau Analis Medis, *. Perawat Kesehatan, *. Dokter umum, *. Sarjana kedokteran, *. Sarjana farmasi, *. Sarjana biologi, *. Sarjana teknik elektromedik, *. Sarjana teknik kesehatan lingkungan 3. Tenaga administrasi 4. Pekarya Kalau dilihat dari fungsi laboratorium kesehatan, yakni melakukan pemeriksaan bahan yang berasal dari manusia atau bahan bukan dari manusia yang tujuannya adalah menentukan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan dan faktor yang berpengaruh pada kesehatan perorangan atau masyarakat, maka kebutuhan SDM yang terbesar adalah Analis Kesehatan sebagai tenaga teknislaboratorium. Analis Kesehatan memiliki tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan pelayanan laboratorium.Pelayanan laboratorium yang dimaksud adalah pelayanan laboratorium secara menyeluruh meliputi salah satu atau lebih bidang pelayanan, meliputi bidang hematologi, kimia klinik, imunoserologi, mikrobiologi, toksikologi, kimia lingkungan, patologi anatomi (histopatologi, sitopatologi, histokimia, imuno patologi, patologi molekuler), biologi dan fisika. Perlu disadari bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, tuntutan akan pelayanan kesehatan yang bermutu pun semakin meningkat. Sejalan dengan itu maka pelayanan diagnostik yang diselenggarakan oleh laboratorium kesehatan sangat perlu untuk menerapkan sebuah standar mutu untuk menjamin kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Salah satu standar mutu pelayanan laboratorium klinik Rumah Sakit adalah tersedianya SDM dengan jumlah yang cukup dan memenuhi kualifikasi tenaga sesuai dengan jenis pelayanan laboratorium klinik yang ada. Berkaitan dengan mutu pelayanan laboratorium kesehatan, ada 3 variabel yang dapat digunakan untuk mengukur mutu, yaitu : 1. Input (struktur), ialah segala sumber daya yang diperlukan untuk melakukan pelayanan laboratorium kesehatan, seperti SDM, dana, fasilitas, peralatan, bahan, teknologi, organisasi, informasi dan lain-lain. Pelayanan laboratoriumkesehatan yang bermutu memerlukan dukungan input yang bermutu pula. Hubungan input dengan mutu adalah dalam perencanaan dan penggerakan pelaksanaan pelayanan kesehatan. 2. Proses, ialah interaksi professional antara pemberi layanan dengan konsumen (pasien/ masyarakat). Proses inimerupakan variable penilaian mutu yang penting. 3. Output/outcome , ialah hasil pelayanan kesehatan, merupakan perubahan yang terjadi pada konsumen (pasien/masyarakat), termasuk kepuasan dari konsumen tersebut. Untuk meningkatkan mutu pelayanan, laboratorium klinik yang terdapat dalam seluruh Rumah Sakit perlu dikelola dengan menggunakan prinsip-prinsip manajemen yang tepat. Salah satu pendekatan mutu yang digunakan adalah Manajemen Mutu Terpadu ( Total Quality Magement, TQM ). Konsep TQM pada mulanya dipelopori oleh W. Edward Deming,seorang doktor di bidang statistik yang diilhami oleh manajemen Jepang yang selalu konsisten terhadap kualitas terhadap produk-produk dan layananannya. TQM adalah suatu pendekatan yang seharusnya dilakukan oleh organisasi masa kini untuk memperbaiki otputnya, menekan biaya produksi serta meningkatkan produksi. Total mempunyai konotasi seluruh sistem, yaitu seluruh proses, seluruh pegawai,termasuk pemakai produk dan jasa juga supplier . Quality berarti karakteristik yang memenuhi kebutuhan pemakai, sedangkan management berarti proses komunikasi vertikal dan horizontal, top-down dan bottom-up , guna mencapai mutu dan produktivitas. Pendekatan Manajemen Mutu Terpadu dalam pelayanan laboratorium adalah menggunakan konsep dari Creech, yaitu suatu pendekatan manajemen yang merupakan suatu sistem yang mempunyai struktur yang mampu menciptakan partisipasi menyeluruh dari seluruh jajaran organisasi dalam merencanakan dan menerapkan proses peningkatan yang berkesinambungan untuk memenuhi bahkan melebihi harapan pelanggan. Terdapat lima pilar Manajemen Mutu Terpadu, yaitu kepemimpinan, proses, organisasi, komitmen, produk dan layanan ( service) . Manajemen mutu terpadu berfokus pada peningkatan proses. Proses adalah transformasi dari input, dengan menggunakan mesin peralatan, perlengkapan metoda dan SDM untuk menghasilkan produk ataujasa bagi pelanggan. Peningkatan proses yang selanjutnya akan meningkatkan mutu antara lain memerlukan perencanaan kebutuhan SDM yang matang. Perencanaan SDM dapat digunakan sebagai indikator kesesuaian antara supply dan demand bagi sejumlahorang dalam organisasi dengan keterampilan yang sesuai, membantu menilai dan melengkapi rencana-rencana dankeputusan-keputusan manajemen dengan menilai pengaruh-pengaruh daripada tenaga kerja, dan membantu organisasi agar terhindar dari kelangkaan SDM pada saat dibutuhkan maupun kelebihan SDM saat tidak dibutuhkan. Komponen kunci dari perencanaan SDM adalah penentuan tipe SDM yang diperlukan. Untuk perencanaan kepegawaian dengan memperkirakan suplai dan permintaan terhadap SDM, selanjutnya menentukan perbedaan atas suplai dan permintaan, apa ada kekuranganatau kelebihan. Selanjutnya dapat ditentukan langkah strategik apa yang akan diambil dalam menghadapi kekurangan atau kelebihan SDM. Perencanaan SDM bertujuan untuk mencocokkan SDM dengan kebutuhan organisasi yang dinyatakan dalam bentuk aktifitas. Merencanakan kebutuhan SDM berhubungan dengan hal-hal sebagai berikut : a. mendapatkan dan mempertahankan jumlah dan mutu karyawan b. mengidentifikasi tuntutan keterampilan dan cara memenuhinya c. menghadapi kelebihan atau kekurangan karyawan d. mengembangkan tatanan kerja yang fleksibel e. meningkatkan pemanfaatan karyawan C. Analisis dan Klasifikasi Tenaga Laboratorium Analisis dan klasifikasi pegawai perlu dilakukan dalam merencanakan kebutuhan tenaga laboratorium kesehatan.Analisis pegawai adalah usaha-usaha mempelajari, mengumpulkan informasi serta merumuskan secara jelas mengenai kepegawaian dan batasan kualifikasi minimal pegawai yang dikehendaki untukmelakukan pekerjaan secara tepat guna dan berhasil guna.Sedangkan klasifikasi pegawai adalah tindakan pengelompokan pegawai berdasarkan kesamaan jenis ke dalam suatu kesatuan pegawai. Analisis pegawai dapat memfokuskan peramalan ( forecasting ) dan perencanaan ( planning ) kepegawaian. Informasi analisis pegawai sangat dibutuhkan baik untuk kepentingan restrukturisasi, program perbaikan kualitas, perencanaan human resources, analisis tugas, penarikan pegawai, rotasi pegawai, program training, pengembangankarier, pengukuran performancemaupun kompensasi. 1. Forecasting SDM Peramalan kebutuhan SDM merupakan unsur penting dalam perencanaan SDM. Peramalan SDM berusaha untuk menetukan karyawan apa yang diperlukan, baik tuntutan keahlian atau keterampilan tertentu dan berapa jumlah pegawai yang diperlukan. Jadi hal yang diperlukan dalam perencanaan tersebut adalah: jumlah, jenis, mutu. Hampir semua perusahaan harus membuat prediksi atau peramalan kebutuhan karyawan pada masa yang akan datang, meskipun hal ini tidak tepat benar dengan kenyataan yang sebenarnya. Namun demikian melalui peramalan dapat mendekati kebenaran sehingga diperoleh efisiensi dalam penggunaan SDM. Analisis kebutuhan organisasi akan SDM dinilai sangat penting karena berfungsi sebagai pusat kegiatan perencanaan SDM; mempengaruhi dan mengarahkankegiatan, perilaku dan dampak tindakan-tindakan operasional; meningkatkan pendayagunaan SDM secara optimal; mengarahkan perencanaan SDM dalam memperoleh jumlah, tipe dan mutu karyawan untuk mengerjakan sesuatu dengan tepat pada waktu yang tepat. Perencanaan kebutuhan tenaga laboratorium perlu mempertimbangkan beberapa faktor, seperti : *. Jenis laboratorium.Apakah laboratorium Rumah Sakit, laboratorium swasta, atau laboratorium kesehatan masyarakat. *. Stratifikasi laboratorium. Apakah laboratorium itu adalah laboratorium di Rumah Sakit tipe A, B atau C. Jika laboratorium swasta, apakah laboratorium yang akan dibangun adalah laboratorium pratama atau utama. *. Jenis pelayanan. Apakah akan melayani seluruh bidang atau disiplin ilmu, atau hanya beberapa bidang saja yang akan dilayanani. *. Sasaran pelanggan : siapa yangingin dilayani? Apakah seluruh lapisan masyarakat, hanya untuk check-up, hanya untuk penelitian, dsb. *. Target jumlah pemeriksaan danjumlah peralatan yang digunakan. Jika seluruh bidang pelayanan yang akan dipilih, maka jumlah pemeriksaan yang akan dikerjakan juga banyak, demikian juga dengan jumlah peralatan yang akan digunakan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut selanjutnya dapat dibuat perencanaan SDM, seperti jenis atau kualifikasi ketenagaan, kompetensi, jumlah yang dibutuhkan, rekruitmen, dsb. • Sendi – sendi Pelayanan Prima 1. Kesederhanaan 2. Kejelasan dan Kepastian 3. Keamanan 4. Keterbukaan 5. Efisiensi 6. Ekonomis 7. Keadilan 8. Ketepatan waktu • 10 ciri pemimpin pelayanan 1. Mendengarkan 2. Empati 3. Menyembuhkan 4. Kesadaran 5. Bujukan / persuasif 6. Konseptualisasi 7. Kemampuan meramalkan 8. Kemampuan melayani 9. Komitmen terhadap pertumbuhan manusia 10. Membangun masyarakat • Menciptakan citra positif 1. Meningkatkan kualitas pelayan pada pelanggan 2. Membuat pelanggan merasa diperhatikan 3. Menyelaraskan dengan apa yang dikatakan dengan nada, kecepatan, sikap tubuh dan pandangan mata. 4. Mengenal siapa pelanggan dan apa kebutuhan pelanggan • Meningkatkan kualitas pelayanan 1. Akurasi pelayanan 2. Keramah tamahan dan kesopanan 3. Taggung jawab 4. Kelengkapan 5. Kemudahan mendapatakan pelayanan 6. Variasi model pelayanan 7. Kenyamanan 8. Sarana dan prasarana pelayanan BAB III PENUTUP A. Kesimpulan • Pelayanan mengandung makna sebagai aktivitas atau manfaat yang ditawarkan oleh organisasi atau perorangan kepada konsumen atau dalam bisnis sering disebut dengan customer (yang dilayani) yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki (daviddow dan uttal, 1989). • Sendi – sendi Pelayanan Prima 1. Kesederhanaan 2. Kejelasan dan Kepastian 3. Keamanan 4. Keterbukaan 5. Efisiensi 6. Ekonomis 7. Keadilan 8. Ketepatan waktu • 10 ciri pemimpin pelayanan 1. Mendengarkan 2. Empati 3. Menyembuhkan 4. Kesadaran 5. Bujukan / persuasif 6. Konseptualisasi 7. Kemampuan meramalkan 8. Kemampuan melayani 9. Komitmen terhadap pertumbuhan manusia 10. Membangun masyarakat • Meningkatkan kualitas pelayanan 1. Akurasi pelayanan 2. Keramah tamahan dan kesopanan 3. Taggung jawab 4. Kelengkapan 5. Kemudahan mendapatakan pelayanan 6. Variasi model pelayanan 7. Kenyamanan 8. Sarana dan prasarana pelayanan B. Saran 1. Bagi Penulis Diharapkan mahasiswa dapat menambah sumber pustaka untuk memahami tentang mata kuliah manajemen laboratorium khususnya teori tentang manajemen pelayanan. 2. Bagi Institusi Pendidikan Diharapkan Institusi Pendidikan dapat lebih meningkatkan pembekalan ilmu dan keterampilan mahasiswa agar mahasiswa lebih memahami tentang mata kuliah manajemen laboraorium khususnya teori tentang manajemen pelayanan. DAFTAR PUSTAKA . Sulistiyani, Ambar T. dan Rosidah, 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia : Konsep, Teori dan Pengembangan DalamKonteks Organisasi Publik, Graha Ilmu, Yogyakarta. 2. Departemen Kesehatan RI, Direktorat Jendral Pelayanan Medik, Pedoman Pengelolaan Laboratorium Patologi Klinik, Patologi Anatomik dan Patologi Forensik/Kamar Jenazah, Cetakan I, 1988. 3. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 04/Menkes/SK/I/2002 tentang Laboratorium KesehatnSwasta 4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. PER/08/M.PAN/3/2006tentang Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Kesehatan. 5. Kuncoro, T., et. al., 1997, Manajemen Proses di Laboratorium Klinik Menuju Produk yang Bermutu, Dalam : Sianipar, O. (ed), 1997, Prinsip-prinsip Manajemen Untuk Peningkatan Mutu Pelayanan Laboratorium Patologi Klinik Rumah Sakit, Magister Manajemen Rumah Sakit, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. 6. Nursanti, Tinjung Desi, 2002, Strategi Terintegrasi Dalam Perencanaan Sumber Daya Manusia yang Efektif, Dalam Usmara, A. (ed), 2002, Paradigma Baru Manajemen Sumber Daya Manusia, edisi ke-3, Amara Books, Yogyakarta. 7. Moehijat, 1979, Perencanaan Tenaga Kerja, Penerbit Alumni, Bandung. 8. Umar, Husein, 1997, Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 9. Sunarto dan Sahedy Noor, 2001, Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), Bagian Penerbitan FE-UST, Yogyakarta. 10. Amstrong, Michael, 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik : Mengelola Karyawan, Buku Wajib Bagi Manajer Lini, PT. Bhuana Ilmu Populer, Jakarta. 11. Sumarsono, Sonny, 2003, Ekonomi Sumber Daya Manusiadan Ketenagakerjaan, Graha Ilmu, Yogyakarta. 12. Mangkuprawira, TB. Syafrie, 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik, Ghalia Indonesia, Jakarta.

Bisnis Plan Pembuatan Laboratorium

PENDAHULUAN Pelayanan Laboratorium merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang diperlukan untuk menunjang upaya peningkatan kesehatan, pencegahan, dan pengobatan, serta pemulihan kesehatan. Laboratorium sebagai penyelenggara kesehatan sangat tergantung pada keputusan birokrasi yang mempunyai jalur yang sangat penting dan kadang-kadang kebijakan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan kesehatan. Dengan demikian laboratorium kehilangan kemandirian motivasi dan inisiatif pengembangan dan menunjukkankesehatan, termasuk perbaikan mutu kesehatan yang merupakan salah satu tujuan kesehatan nasional. Peran serta masyarakat, khususnya tenaga kesehatan dalam penyelenggara kesehatan selama ini sangat minim. Dengan demikian hasil laboratorium mempunyai beban untuk mempertanggung jawabkan hasil penelitian kepada pasien,klien ataupun tenaga kesehatan lainya sebagai penentu tindakan selanjutnya. Laboratorium kesehatan yang bermutu menunjukkan pada derajat atau tingkat keunggulan suatu kesehatan dalam memadukan berbagai input seperti bahan dan alat penelitian, sarana kesehatan, suasana laboratorium yang kondusif, lingkungan yang nyaman dan dukungan administrasi, sehingga terjadi interaksi pelayanan yang baik. Untuk melangkah ke arah itu dengan melihat kondisi sarana prasarana yang ada mustahil bisa tercapai masih jauh dari kemungkinan. Apabila dikaitkan dengan tuntutan program kesehatan atau rumahsakit yang menginginkanmasyarakat sadar akan pentingnya kesehatan dan sekrining penyakit dari gejala- gejala yang di rasakan dan mendapat kepastian diagnosa agar bisa membatasi ataupun dapat mengobati lebih dini agar trcapainya kesehatan masyarakat yang baik, menginginkan mutukesehatan yang meningkat sementara kemampuan dan keberadaaan laboratorium sangat jarang di masyarakat sehingga untuk menjawab diagnosa itu sangat memprihatinkan. Dengan laboratorium ini, manfaat yang didapatkan pasien yaitu: 1. Prediksi, meramalkan terjadinya penyakit dikemudian hari 2. Deteksi dini, mengetahui penyakit sebelum gejala 3. Penunjang diagnosa 4. Pemantauan pengobatan Manfaat yang didapatkan pemerintah yaitu dapat memantau kesehatan masyarakat sehingga nantinya dapat menyusun kebijakan-kebijakan yang dianggap perlu. Priaga Laboratory merupakan perusahaan yang berkecimpung di bidang kesehatan berupa Pemeriksaan kesehatan guna mendukung derajat kesehatan masyarakat yang tinggi. Dalam pengambilan keputusan Priaga Laboratory berorientasi pada pelanggan. Sehingga prospek perusahaan untuk berkembang sangat tinggi dan didukung juga dengan keberadaan laboratorium klinik di masyarakat masih jarang. Melihat masih banyak rumah sakit yang belum menerapkan sistem informasi ditambah pengguanaan mobile phone yang telah menjadi kebutuhan primer masyarakat, dan akses internet yang semakin mudah, maka proyeksi dari penggunaan aplikasi ini akan terus meluas, dimulai dari kota Bandung dan akan meluas ke daerah-daerah di sekitar Bandung. Setelah Wilayah propinsi Jawa Barat telah terkelola dengan baik, aplikasi ini akan diimplementasikan di kota-kota lainnya di pulau Jawa seperti Jakarta, Banten, Semarang, Jogjakarta, dan Surabaya sehingga target Indonesia Sehat 2015 dapat terrealisasi. Mengenai sumber dana, perusahaan kami berdiri dengan bantuan dana dari PT Telkom Indonesia, dan baru sebatas proses perancangan dan uji coba. Sehingga dana yang diperoleh kedepannya akan digunakan untuk membangun sistem informasi di rumah sakit-rumah sakit di kota Bandung dan kota lainnya di Jawa Barat. VISI MISI, STRATEGI Visi Terwujudnya pelayanan laboratorium prima dan terjangkau Misi  Menyediakan sarana dan prasarana laboratorium  Memberikan pelayanan yang bermutu dan terjangkau  Meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) Strategi Untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan, dilaksanakan strategi sebagai berikut: a. Sosialisasi program pelayanan laboratorium b. Mempersiapkan sumber daya laboratorium c. Mengembangkan manajemen profesional d. Mengembangkan system informasi pelayanan e. Melakukan pengendalian mutu internal dan eksternal DESKRIPSI USAHA Laboratorium klinik Priaga memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan dibidang kimia klinik, hematologi, imunoserologi, dan mikroboilogi. Kami melaksanakn pemeriksaan dengan beracuan pada kinerja profesional staf teknis laboratorium dan orientasi pelanggan. Prosedur yang harus ditempuh pasien pun relatif lebih sederhana sehingga kepuasan dan akurasi pemeriksaan berkualitas serta dapat dipertanggung jawabkan. Sehingga empat fungsi laboratorium dapat terpenuhi yaitu : fungsi prediksi penyakit, deteksi dini penyakit, penunjang diagnosa, dan pemantauan pengobatan penyakit. ANALISIS SWOT Strength  Laboratorium klinik belum ada di arealmajalengka kota  Memiliki tenaga ahli teknisi laboratorium  Proses pemeriksaan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur  Mengutamakan pelayanan yang prima  Sistem operasional yang sederhana sehingga memudahkan pasien untuk melakukan pemeriksaan Weakness  Mahalnya Harga reagen dan alat  masih minimnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan Opportunity  Masyarakat Majalengka membutuhkan laboratorium yang jaraknya tidak terlalu jauh dari area kota  Orang yang sakit cenderung tidak mempermasalahkan harga untuk pelayanan kesehatan  Diagnosa suatu penyakit ditentukan oleh pemeriksaan laboratorium Threats  Menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada laboratorium  Munculnya Laboratorium klinik yang melakukan pelayanan sejenis Marketing Plan dan Strategi Pemasaran Dalam strategi pemasaran, kami merencanakan positioning dengan menggunakan STP, hal ini diperlukan untuk menentukan siapa segmen dan target pasar dan bagaimana memposisikan Priaga Laboratory di mata pasien. STP Segmenting: segmen pasar yang akan kami bidik adalah orang-orang yang terserang penyakit dan orang-orang yang sudah mulai sadar akan kesehatan. Targeting: target pasar kami adalah pasien dari dokter yang mebuka praktek , perseorangan, dan pasien dari rujukan dokter, dan perusahaan yang melakukan pemeriksaan kesehatan untuk karyawannya. Positioning: kami memposisikan perusahaan kami agar dapat dengan mudah diingat oleh konsumen dengan slogan ”health well, live well” . Sebagai tindak lanjut strategi pemasaran maka laboratorim Priaga mengusung program 7P, yaitu: 1) Pelayanan Pelayanan yang kami berikan adalah dibidang kimia klinik, hematologi, imunoserologi, dan mikrobiologi. Kami juga menawarkan Pelayanan kami tersebut dalam bentuk paket yang pemilihannya berdasarkan jenis penyakit yang diderita pasien. 2) Price Harga yang kami tawarkan cukup kompetitif bila dibandingkan dengan ompetitor sehingga dapat menarik perhatian pasien. Berikut ini adalah daftar harga dari nasi goreng, jus buah dan aneka menu paket. Daftar Harga dan Pelayanan No Jenis Pemeriksaan Uraian Harga 1 darah rutin 80,000 2 darah lengkap 100,000 3 Urin Rutin 30,000 4 Urin lengkap 50,000 5 BTA 60,000 6 Golongan Darah 40,000 7 gula darah 15,000 8 asam urat 33,000 9 SGPT 49,000 10 SGOT 40,000 11 Ureum 67,000 12 Kreatinin 57,000 13 Koloseterol 20,000 14 General check up Hematologi lengkap Urin lengkap Golongan Darah Glukosa puasa HBs Ag TPHA VDRL 500,000 15 PAP Semir 100,000 3) Place Lokasi usaha kami adalah di jalan K.H Abdul Halim No 114 Majalengka tepat di daerah pusat kota sehingga lokasi tersebut dapat diakses dengan mudah karena dilalui oleh berbagai angkutan umum, dekat dengan beberapa praktek dokter, balai pengobatan, dan lokasi perkantoran. 4) Promotion Cara pemasaran yang kami lakukan adalah dengan memasang iklan di surat kabar untuk beberapa kali di akhir minggu, menyebarkan leaflet dan brosur pelayanan yang diberikan Priaga Laboratory di sekitar jalan K.H. Abdul Halim, RSUD Majalengka, Balai Pengobatan Munjul, dan area kota yang lainnya. Hal-hal tersebut diatas dilakukan secara bertahap sedangkan untuk kegiatan pemasaran selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan, atau hanya untuk memperkenalkan pelayanan yang baru. Kami juga sangat mengandalkan cara pemasaran melalui word of mouth dari konsumen-konsumen kami yang telah merasakan kualitas dan pelayanan yang kami berikan. 5) People Untuk melayani pasien yang datang ke tempat kami, kami dibantu oleh 2 orang analis kesehatan, satu staf admin. Dalam pelayanan kami menekankan untuk melayani pelanggan dengan ramah dan kemanusiaan. 6) Process Dalam proses pemeriksaan kami memperhatikan tiga proses utama laboratorium yaitu tahap pra analitik yang mencakup : kesiapan sampel, administrasi, dan metode pemeriksaan. Kedua, tahap analitik yaitu proses pemeriksaan. Tahap ketiga adalah tahap post analitik yaitu tahap pencatatan dan pelaporan. 7) Phsycal evidence Bentuk fisik yang dapat dilihat oleh konsumen dari seragam yang dikenakan oleh Analis kesehatan dan staf admin agar mereka lebih mudah untuk dikenali. Selain itu juga tempat lokasi usaha kami dan penamaan Laboratorium yang kami gunakan. Market Area Wilayah pemasaran yang kami tawarkan adalah sekitar Area Kota Majalengka, seperti yang telah kami paparkan bahwa masyarakat Majalengka khususnya orang yang sakit memiliki kecenderungan untuk berkorban demi kesehatan. Selain itu terdapat 8 praktek dokter dan satu balai pengobatan. Sehingga daerah ini merupakan tempat yang cocok sebagai daerah pemasaran. Kami menjalankan usaha kami setiap hari senin-Sabtu dari pukul 08 siang-04 sore. Main Customers Konsumen utama yang menjadi sasaran kami adalah perseorangan, rujukan dokter, dan perusahaan atau kantor, dan proyek pemerintah di Bidang Kesehatan. Alasan mengapa yang tersebut diatas menjadi konsumen utama kami adalah karena kami melihat mereka adalah orang yang membutuhkan pelayanan jasa kami. Potensi dan Segmentasi Pasar Semakin bertambahnya Kesadaran masyarakat akan kesehatan dan pendirian praktek dokter serta balai pengobatan akan meningkatkan jumlah pasien pada laboratorium Priaga. Analisis Pesaing Pesaing sampai saat ini yaitu laboratorium Prodia yang dikenal dengan pelayanan yang baik namun harga yang diberikan relatif tinggi, jarak yang cukup jauh juga menjadi faktor kelemahan laboratorium Prodia. Selain itu pesaing juga dari laboratorium rumah sakit Majalengka, namun pelayanan di laboratorium Rumah sakit majalengka berdasarkan data dilapangan kurang Ramah dan kurang lengkap sehingga pasien merasa tidak puas. Analisis Profit Profit yang didapat diperoleh dari biaya pasien yang melakukan pemeriksaan di laboratorium, semakin banyak pasien yang melakukan pemeriksaan semakin besar pula pendapatan yang diterima. Adapun untuk besaran harga tiap pemeriksaan disesuaikan dengan bahan dan alat yang digunakan serta keadaan masyarakat di wilayah pemasaran. Kebutuhan Dana Pengadaan No Jenis bahan dan barang Uraian Biaya (Rp) 1 Meubelair dan renovasi kecil Meja, kursi,tempat tidur 5,000,000 Penataan halaman 1,000,000 6,000,000 3 Biaya perizinan 5,000,000 4 Administrasi Alat tulis 1,000,000 Komputer 3,000,000 4,000,000 5 Bangunan 20,000,000 6 Pemasaran 5,000,000 Jumlah 40,000,000 No Nama Peralatan dan Bahan Model/Tipe Unit Harga 1 Test Gula Darah Ascensia Elite 1 1,100,000 2 URINE METER H 50 DIRUI 1 11,000,000 3 Photometer BS 3000 M 1 20,000,000 4 Autoclave Table Top EA-652 EVELIGHT 1 21,000,000 5 Refrigator sharp SJ-G223T 1 1,700,000 6 Mikroskop XSZ-107BN Yazumi (1600x) 2 5,000,000 7 Mikropipet 1 set 1,250,000 8 Tensimeter raksa YAZUMI 1set 280,000 9 centrifuge 8 tabung HEALTH 1 1,700,000 10 centrifuge hematokrit WINA/GEMMY 1 8,000,000 11 sterilisator Elitech Smic Corona 1,000,000 12 waterbath 12,000,000 13 Lancing Device Automatic Sammora 1 300,000 14 peralatan gelas 2,000,000 15 stopwatch 100,000 16 APD petugas dan P3K 500,000 17 lain-lain 10,000,000 Jumlah 96,930,000 No Bahan Tipe Banyaknya Harga 1 spuit terumo 4 box 200,000 2 strip urin combur m 100 1 box (100pcs) 350,000 3 blood lancet 21 G 1box (200pcs) 55,000 4 reagen hematologi 3,000,000 5 reagen kimia klinik 3,000,000 6 reagen imunoserologi 3,000,000 7 mikrobiologi 3,000,000 Jumlah 12,605,000 Beban gaji Perbulan No Jenis Uraian Gaji 1 tenaga kerja 2 analis kesehatan 3,000,000 tenaga admin 1,200,000 satpam 900,000 clening service 700,000 Penanggungjawab 2,000,000 2 administrasi 500,000 3 CV direktur 2,500,000, wakil direktur 2,000,000 sekertaris 1,500,000 bendahara 1,500,000 Jumlah 13,300,000 Biaya Operasional 2013 2014 2015 Biaya sewa Tempat Rp 10.000.000,00 Rp 10.000.000,00 Biaya listrik dan Air Rp 6.000.000,00 Rp 6.000.000,00 Rp 6.000.000,00 Gaji Rp 159.600.000,00 Rp 159.600.000,00 Rp 159.600.000,00 Biaya Pengadaan reagen Rp 12.605.000,00 Rp 12.605.000,00 Rp 12.605.000,00 Depresiasi Rp 5.000.000,00 Rp 5.000.000,00 Rp 5.000.000,00 Total Rp 183.205.000,00 Rp 193.205.000,00 Rp 193.205.000,00 Pendapatan per hari No jenis pasien harga jumlah 1 Check up 5 500,000 2,500,000 2 BTA 2 60,000 120,000 3 darah lengkap 1 100,000 100,000 4 golongan darah 3 40,000 120,000 5 PAP Semir 2 100,000 200,000 6 kolesterol 2 57,000 114,000 7 Urin lengkap 2 50,000 100,000 Jumlah 3,254,000 Jadi untuk pendapatan pertahun adalah Rp. 84.604.000, berarti untuk periode setauhun efektif sepuluh bulan maka pendapatan RP. 846.040.000,00. Keuntungan 2013 2014 2015 Biaya sewa Tempat Rp 183.205.000,00 Rp 193.205.000,00 Rp 193.205.000,00 pendapatan Rp 846.040.000,00 Rp846.040.000,00 Rp846.040.000,00 Pajak Rp 6.528.350,00 Rp 6.528.350,00 Rp 6.528.350,00 Total pendapatan bersih Rp 656.306.650,00 Rp 646.306.650,00 Rp 646.306.650,00