Selasa, Oktober 16, 2012
Apa?
semalam masih...
tapi masihkah hari ini..
nyata dalam laluku..
tapi mungkin jua...
masa yang kan terhempas masih akan terjaga..
dalam kalam masih ada akan terdapat...
apakah?
mungki jua,,,
tapi bisa jua kadang- kadang...
mungkin jua..
masih pula aku hanya kan mengatakan...
apa yang termakan derai waktu
iya begitu akan terdampar dalam kalam yang ada,,,
aku pun tak tahu,,
sejauh mana?
dalam denting detak dada
aku jua rasakan...
apa?
mungkin jua,,,
apa?
mugnkin jua...
apa?
mungkin jua...
Tak Tahu...
kemarin...
semalam..
pagi tadi dan esok hari..
atau esok hari..
hari ini..
atau kemarin...
tapi bisa jadi..
malam ini..
siang ini...
sore ini..
masih dalam malu-malu...
kemarin jua...
atau hanya hari ini...
atau besok pula...
iya...
tak tahu...
Rabu, Oktober 03, 2012
Imunologi Dasar
IMUNOLOGI
IUS YUZIANA,Dr,MM.Kes
Definisi:Suatu ilmu yang mempelajari immun/kekebalan.
Fungsi/kegunaan immun:
1.Membentuk sistem memori dalam tubuh.
2.Untuk mencegah benda asing masuk tubuh.
3.Untuk keseimbangan sistem immun.
4.Sebagai mekanisme pertahanan tubuh dari serangan luar.
Mamfaat kita mempelajari immunologi:
1.Untuk mengetahui sistem immun.
2.Untuk mengetahui immun respon termasuk sel-sel pembentuk
sistem immun.
3.Untuk mengetahui efek lain sebagai akibat dari sistem immun
yang berlebihan.
Sistem immunseperti pisau:
Mempunyai dua sisi yang tajam:
1.satu sisi berguna bagi tubuhsistem immunitas
2.satu sisi mencelakakan tubuhhipersensitifitas
Dengan keterangan diatas kita dapat mengetahui immunitas seseorang dan immunopatologi.
Apa yang Dimaksud dengan Imunitas?
Imunologi (imun: kebal dan logos: ilmu)
: ilmu yang mempelajari kekebalan tubuh.
Imunitas
: perlindungan dari penyakit, khususnya penyakit infeksi.
Sistem imun
: Sel-sel dan molekul yang terlibat dalam perlindungan
Respon imun
: respon untuk menyambut agen asing (antigen), misalnya virus.
Beberapa agen asing seperti allergen dapat menyebabkan penyakit sebagai konsekuensi akibat menginduksi respon imun.
Klasifikasi:
pengenalan self dan non-self.
imunitas umum dan spesifik = alamiah dan adaptif = bawaan dan didapat, imunitas seluler dan humoral
imunitas aktif dan pasif
imunitas primer dan sekunder.
Apa yang Dimaksud dengan Imunitas?
Bagian-bagian dari sistem imun:
- spesifik antigen (mengenal dan melawan antigen khusus),
- sistemik (tidak terbatas pada lokasi infeksi awal, tetapi di seluruh tubuh)
- memiliki memori (mengenal dan meningkatkan serangan terhadap antigen yang sama pada waktu yang akan datang.
Pengenalan self dan non self dicapai dengan setiap sel menunjukkan suatu penanda berdasarkan pada major histocompatibility complex (MHC). Beberapa sel yang tidak menunjukkan penanda ini diperlakukan sebagai non self dan diserang.
Kadang-kadang sistem imun menyerang sel-selnya sendiri (penyakit autoimun) misalnya multiple sclerosis, systemic lupus erythematosus, rheumatoid arthritis, diabetes serta myasthenia gravis.
SISTEM CAIRAN TUBUH
SISTEM DARAH
PLASMA DARAH
SEL-SEL DARAH
ERITROSIT,TROMBOSIT DAN LEKOSIT
ERITROSIT
LEKOSIT
SISTEM LIMFE
Limfe: cairan jernih, transparan dan tak berwarna.
Mengalir dalam pembuluh limfe melalui jaringan-jaringan dan organ-organ untuk memberikan perlindungan.
Tak ada eritrosit dan mengandung lebih sedikit protein daripada darah.
Mengalir dari cairan interstitial pembuluh limfe bermuara di vena subklavia (menyatu dengan darah)
Membawa lipid dan vitamin-vitamin yang larut dalam lipid setelah diserap dari saluran pencernaan.
Memiliki katup-katup yang mencegah aliran balik cairan.
Di sepanjang pembuluh limfe terdapat limfonodi yang menyaring cairan limfe.
SISTEM LIMFE
Sistem limfoid manusia terdiri atas:
Organ-organ primer:
sumsum tulang dan kelenjar timus
Organ-organ sekunder:
dekat jalan masuk patogen: adenoid, tonsil, limpa, limfonodi, appendiks dan Peyer’s patches.
SISTEM LIMFE
Imunitas Bawaan dan Imunitas Didapat
IMUNITAS BAWAAN
FAKTOR MEKANIS
Jaringan epitel (kulit dan mukosa) sangat impermeabel terhadap agen-agen infeksi, kecuali jika terjadi kerusakan, misalnya terluka. Desquamasi kulit melepaskan bakteri dan agen lainnya.
Gerakan silia, batuk dan bersin membebaskan saluran pernafasan dari patogen
Aliran air mata, saliva dan urin dapat mengeluarkan patogen
Mukus pada saluran pencernaan dan pernafasan dapat menangkap mikroorganisme
Peristaltik membebaskan saluran pencernaan dari mikroorganisme
FAKTOR KEMIS
Sekresi lambung, sekresi vaginal dan keringat bersifat asam (pH<7) menghambat pertumbuhan bakteri
Enzim-enzim perncerna protein dapat membunuh beberapa patogen
Folikel rambut menghasilkan sebum dengan kandungan asam laktat dan asam lemak yang dapat menghambat bakteri patogenik dan jamur.
Lisozim dan fosfolipase pada saliva, air mata, sekresi hidung, dan perspirasi merupakan enzim yang dapat merusak dinding sel bakteri Gram positif sehingga sel mengalami lisis.
Spermin dan zinc pada sperma merusak beberapa patogen
Laktoperoksidase merupakan enzim powerfull yang ditemukan pada ASI
Defensin pada paru dan saluran pencernaan memiliki aktifitas antimikrobial
Surfaktan pada paru beraksi sebagai opsonin yang memicu fagositosis partikel oleh sel-sel fagosit
FAKTOR BIOLOGIS
Flora normal (mayoritas bakteri) pada kulit dan saluran pencernaan mencegah kolonisasi bakteri patogenik dengan mengeluarkan substansi toksik atau dengan bersaing mendapatkan nutrien. Ada 1013 sel dan terdapat 1014 bakteri, yang mayoritas hidup di usus besar.
Ada 103-104 mikroba per cm2 di kulit (Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Diphtheroid, Streptococci, Candida dll.).
Berbagai macam bakteri hidup di hidung dan mulut
Di lambung dan usus halus terdapat Lactobacilli
Di usus halus terdapat 104 bakteri per gram dan di usus besar 1011 per gram, 95-99% di antaranya adalah anaerob.
Di saluran kemih terdapat koloni berbagai bakteri dan difteroid.
Setelah pubertas, terdapat koloni Lactobacillus aerophilus yang meng-fermentasi glikogen untuk mempertahankan pH asam.
Flora normal menciptakan kesesuaian ekologis dalam tubuh, dan menghasilkan baktoriosidin, defensin, protein kationik dan laktoferin yang merusak bakteri lain.
BARIER HUMORAL
Barier anatomi sangat efektif mencegah kolonisasi mikroorganisme pada jaringan.
Tetapi, jika barier tersebut rusak, maka infeksi dapat terjadi.
Sekali agen infeksius menembus jaringan, mekanisme imunitas bawaan lainnya bekerja, yaitu inflamasi akut (radang akut).
Faktor-faktor humoral berperan penting dalam radang, ini ditandai dengan edema dan rekrutmen sel-sel fagosit.
Faktor-faktor humoral ini ditemukan di dalam serum atau terbentuk di lokasi infeksi.
SISTEM KOMPLEMEN
Adalah mekanisme pertahanan non spesifik humoral utama
Sistem terdiri atas >20 protein, yang dapat diaktifkan untuk merusak bakteri.
Sekali komplemen diaktifkan maka dapat memicu peningkatan permeabilitas vaskuler, rekrutmen fagosit serta lisis dan opsonisasi bakteri.
Menyelubungi mikroba dengan molekul-molekul yang membuatnya lebih mudah ditelan oleh fagosit.
Mediator permeabilitas vaskuler meningkatkan permeabilitas kapiler sehingga dapat menambah aliran plasma dan komplemen ke lokasi infeksi, juga mendorong marginasi (fagosit menempel di dinding kapiler). Sekali fagosit bekerja, mereka akan mati. Sel-sel mati ini bersama jaringan rusak dan air membentuk pus.
SISTEM KOAGULASI
Beberapa produk sistem koagulasi:
mampu meningkatkan permeabilitas vaskuler
merupakan agen kemotaksis untuk sel-sel fagositik.
antimikrobial langsung, misalnya beta-lisin (protein yang dihasilkan oleh trombosit selama koagulasi)
menyebabkan lisis beberapa bakteri Gram positif dengan aksi sebagai detergen kationik.
LAKTOFERIN DAN TRANSFERIN
Karena mengikat besi, laktoferin dan transferin membatasi pertumbuhan bakteri (kedua jenis protein ini merupakan nutrien esensial bagi bakteri).
INTERFERON
Interferon adalah protein yang dapat membatasi replikasi virus di dalam sel
LISOZIM
Lisozim merusak dinding sel bakteri
INTERLEUKIN
Interleukin -1 (IL-1) memicu demam dan produksi protein fase akut, beberapa di antaranya adalah antimikrobial yang menyebabkan opsonisasi bakteri.
BARIER SELULER
Bagian dari respon radang adalah rekrutmen sel-sel netrofil, eosinofil dan makrofag (monosit di jaringan) ke lokasi infeksi.
NETROFIL atau PMNs (polymorphonuclear cells)
Netrofil melakukan fagositosis terhadap organisme lalu membunuhnya di dalam sel.
MAKROFAG
Makrofag dan monosit yang baru direkrut melakukan fagositosis serta membunuh mikroorganisme di dalam sel.
Makrofag juga mampu membunuh secara ekstraseluler.
Makrofag mendukung perbaikan jaringan dan beraksi sebagai antigen-presenting cells (APC), yang diperlukan untuk memicu respon imun spesifik.
SEL NK (natural killer) & LAK (lymphokine activated killer)
Secara non spesifik membunuh virus dan sel-sel tumor.
Bukan bagian dari respon radang.
EOSINOFIL
Eosinofil memiliki protein di dalam granula sel yang efektif untuk membunuh parasit-parasit tertentu.
IMUNITAS DIDAPAT
IMUNITAS SELULER (oleh Limfosit T)
Saat makrofag (imunitas bawaan) menelan antigen dan membunuhnya merangsang limfosit T mengenal antigen.
Semua sel tertutup oleh berbagai substansi yaitu Cluster of differentiation (CD) yang jenisnya >160 cluster. Ada 100.000 molekul pada permukaan Sel T dan sel B.
Sel B tertutup oleh CD21, CD35, CD40, CD45, dan molekul non CD.
Sel T tertutup oleh CD2, CD3, CD4, CD28, CD45R dan molekul non CD.
Molekul pada permukaan limfosit menyebabkan pembentukan reseptor yang bervariasi (ada 1018 macam reseptor)
Sel T awalnya dari timus melalui 2 proses seleksi.
Seleksi positif: hanya sel T yang cocok dengan reseptor yang dapat mengenal molekul MHC yang bertanggungjawab terhadap pengenalan “self.”
Seleksi negatif: dimulai ketika sel T yang dapat mengenal molekul MHC bergabung dengan peptide asing dikeluarkan dari timus.
IMUNITAS SELULER (oleh Limfosit T)
Ada beberapa macam sel T:
Sitotoksik atau Sel T Killer (CD8+)
mengeluarkan limfotoksin yang menyebabkan lisis sel.
Sel T Helper (CD4+)
pengelola, mengarahkan respon imun.
mengeluarkan limfokin yang merangsang sel T Killer dan sel B untuk tumbuh dan membelah diri,
memicu netrofil,
memicu makrofag untuk menelan dan merusak mikroba.
Sel T Supressor
menghambat produksi sel T Killer jika tak dibutuhkan lagi.
Sel T Memory
mengenal dan merespon patogen
IMUNITAS HUMORAL
Antibodi
Sel plasma menghasilkan antibodi = immunoglobulin = Ig)
Adalah gamma globulin (sebagian dari protein darah)
IMUNITAS HUMORAL
Antibodi
Struktur dasar dari antibodi terdiri atas:
Dua Rantai ringan (light chain) yaitu L & dua rantai berat (heavy chain) yaitu H
Ikatan disulfida
Regio variabel (V) & constant (C)
Regio engsel (hinge)
Domain: light chain (VL dan CL) & heavy chain (VH, CH1, CH2, CH3, CH4)
oligosakarida (umumnya terikat pada CH2)
IMUNITAS HUMORAL
Cara Antibodi meng-inaktifkan antigen:
Netralisasi
pengeblokan aktifitas biologis molekul target, misalnya toksin berikatan dengan reseptor
Opsonisasi
interaksi dengan reseptor khusus sel (makrofag, netrofil, basofil, mast cells) membuat sel tersebut mengenal & merespon antigen
Aktivasi Komplemen
menyebabkan lisis langsung oleh komplemen. Rekrutmen komplemen juga menghasilkan fagositosis.
IMUNITAS HUMORAL
Kelas Imunoglobulin:
IgG proporsi 76%
IgM proporsi 8%
IgA proporsi 15%
IgD proporsi 1%
IgE proporsi 0,002%
IMUNITAS HUMORAL
IgG (immunoglobulin G) dengan proporsi 76%
rantai berat gamma
4 subkelas yaitu IgG1, IgG2, IgG3 dan IgG4.
imunoglobulin terbanyak pada serum
imunoglobulin terbanyak pada daerah ekstravaskuler
Transfer plasental. IgG adalah satu-satunya Ig yang dapat menembus barier plasenta menuju janin dan memberikan imunitas pada masa-masa awal kehidupan bayi.
Mengikat komplemen.
Berikatan dengan sel (makrofag, monosit, netrofil dan beberapa limfosit memiliki Fc reseptor yang berikatan dengan regio Fc pada IgG). Sel yang terikat IgG lebih mengenal antigen. Ig menyiapkan antigen agar mudah ditelan oleh fagosit. Opsonin merupakan substansi yang memicu fagositosis.
IMUNITAS HUMORAL
IgM (immunoglobulin G) dengan proporsi 8%
rantai berat Mu
imunoglobulin terbanyak ketiga dalam serum
Ig yang pertama dibuat oleh fetus. (Ig pertama dibuat oleh sel B virgin saat distimulasi oleh antigen).
Pengikat komplemen terbaik karena berstruktur pentamer. Oleh karena itu IgM sangat efisien untuk melisiskan mikroorganisme
Fungsi aglutinasi terbaik karena berstruktur pentamer. Oleh karena itu IgM sangat membantu untuk menggumpalkan mikroorganisme untuk dikeluarkan
Berikatan dengan beberapa sel
Merupakan imunoglobulin pada permukaan sel B sebagai reseptor antigen.
IMUNITAS HUMORAL
IgA (immunoglobulin G) dengan proporsi 15%
rantai berat alfa
Ada 2 subkelas yaitu IgA1 dan IgA2.
imunoglobulin terbanyak kedua dalam serum
imunoglobulin terbanyak pada sekresi (air mata, saliva, kolostrum, mukus). IgA penting untuk imunitas lokal.
Tidak mengikat komplemen
Berikatan dengan beberapa sel (netrofil dan limfosit)
IMUNITAS HUMORAL
IgD (immunoglobulin G) dengan proporsi 1%
rantai berat delta.
berjumlah sedikit dalam serum
Secara primer IgD ditemukan pada permukaan sel B sebagai reseptor antigen.
Tidak mengikat komplemen
IMUNITAS HUMORAL
IgE (immunoglobulin G) dengan proporsi 0,002%
rantai berat epsilon.
Paling sedikit terdapat dalam serum.
terikat sangat kuat dengan Fc reseptor basofil dan mast cell sebelum berinteraksi dengan antigen.
Terlibat dalam reaksi alergi (akibat terikat kuat dengan basofil dan mast cell). Pengikatan alergen ke IgE pada sel menimbulkan pelepasan berbagai mediator yang mengakibatkan gejala alergi.
melawan parasit cacing. Eosinofil berikatan dengan IgE kemudian menyelubungi cacing lalu membunuhnya.
Tidak mengikat komplemen
REAKSI INFLAMASI (RADANG)
DEFINISI:
Kerusakan jaringan akibat luka atau invasi mikroorganisme patogenik akan memicu suatu kompleks kejadian yang dinamakan respon radang atau inflamasi.
TANDA KLINIK:
Rubor (kemerahan)
Tumor (bengkak)
Calor (panas)
Dolor (nyeri)
Functiolaesa
REAKSI INFLAMASI (RADANG)
FUNGSI RADANG:
Mengirimkan molekul efektor & sel-sel ke lokasi infeksi
Membentuk barier fisik terhadap perluasan infeksi atau kerusakan jaringan
Pemulihan luka dan perbaikan jaringan
REAKSI INFLAMASI (RADANG)
KEJADIAN FISIOLOGIS RADANG:
Vasokonstriksi segera pada area setempat
Peningkatan aliran darah ke lokasi (vasodilatasi)
Terjadi penurunan velocity aliran darah ke lokasi radang (lekosit melambat dan menempel di endotel vaskuler)
Terjadi peningkatan adhesi endotel pembuluh darah (lekosit dapat terikat pada endotel pembuluh darah)
Terjadi peningkatan permeabilitas vaskuler (cairan masuk ke jaringan)
Fagosit masuk jaringan (melalui peningkatanmarginasi dan ekstravasasi)
REAKSI INFLAMASI (RADANG)
Pembuluh darah membawa darah
membanjiri jaringan kapiler
jaringan memerah (RUBOR) dan memanas (KALOR).
Peningkatan permeabilitas kapiler
masuknya cairan dan sel dari kapiler ke jaringan
akumulasi cairan (eksudat)
bengkak (edema).
Peningkatan permeabilitas kapiler, penurunan velocity darah, dan peningkatan adhesi
migrasi lekosit (terutama fagosit) dari kapiler ke jaringan.
REAKSI INFLAMASI (RADANG)
Inflamasi diawali oleh kompleks interaksi mediator-mediator kimiawi
Histamin
dilepaskan oleh sel
merangsang vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas kapiler
Lekotrin
dihasilkan dari membran sel
meningkatkan kontraksi otot polos
mendorong kemotaksis untuk netrofil
Prostaglandin
dihasilkan dari membran sel
meningkatkan vasodilatasi, permeabilitas vaskuler
mendorong kemotaksis untuk netrofil)
Platelet aggregating factors
menyebabkan agregasi platelet
mendorong kemotaksis untuk netrofil
REAKSI INFLAMASI (RADANG)
Kemokin
dihasilkan oleh sel
pengatur lalu lintas lekosit di lokasi inflamasi)
beberapa macam kemokin: IL-8 (interleukin-8), RANTES (regulated upon activation normal T cell expressed and secreted), MCP (monocyte chemoattractant protein)
Sitokin
dihasilkan oleh sel-sel fagosit di lokasi inflamasi
pirogen endogen yang memicu demam melalui hipotalamus,
memicu produksi protein fase akut oleh hati,
memicu peningkatan hematopoiesis oleh sumsum tulang lekositosis
beberapa macam sitokin yaitu: IL-1 (interleukin-1), IL-6 (interleukin-6), TNF-a (tumor necrosis factor alpha).
Mediator lain (dihasilkan akibat proses fagositosis).
beberapa mediator lain: nitrat oksida, peroksida dan oksigen radikal. Oksigen dan nitrogen merupakan intermediat yang sangat toksik untuk mikroorganisme.
IMUNISASI
Imunisasi adalah memberikan perlindungan spesifik terhadap patogen-patogen tertentu.
Imunitas spesifik bisa didapat dari imunisasi aktif atau pasif dan dapat terjadi secara alamiah atau buatan.
IMUNISASI
IMUNISASI
Imunitas pasif
bisa diperoleh dari transfer serum atau gamma globulin dari donor ke akseptor.
Imunitas pasif didapat alamiah
saat IgG ditransfer dari ibu ke fetus melalui plasenta atau transfer IgA melalui kolostrum.
Imunitas pasif didapat buatan
saat gamma globulin dari orang atau binatang diinjeksikan ke akseptor.
diterapkan pada infeksi akut (difteri, tetanus, measles, rabies dll), keadaan keracunan (serangga, reptil, botulisme) dan sebagai profilaksis (hipogammaglobulinemia)
IMUNISASI
Imunitas aktif
dihasilkan oleh tubuh setelah terpapar oleh antigen.
Imunitas aktif didapat alamiah
ketika paparan patogen menyebabkan infeksi sub klinik atau klinik yang mengakibatkan respon imun terhadap patogen lainnya.
Imunitas aktif didapat buatan
diperoleh dengan pemberian patogen hidup atau mati atau komponen-komponennya.
Vaksin untuk imunisasi aktif mengandung organisme hidup, organisme mati utuh, komponen mikrobial atau toksin yang disekresikan (telah didetoksifikasi).
IMUNISASI
VAKSIN HIDUP
generasi awal: virus cowpox (oleh Edward Jenner) untuk imunisasi smallpox.
Virus hidup: virus polio (vaksin Sabin), measles, mumps, rubella, chicken pox, hepatitis A, yellow fever dll.
Bakteri hidup: Mycobacterium bovis: BCG
IMUNISASI
VAKSIN MATI
Vaksin virus mati (oleh panas, kimiawi dan ultraviolet):
polio (vaksin Salk), influenza, rabies dll.
Vaksin bakteri mati:
tifoid, kolera, pertusis dll.
Komponen bakteri:
dinding sel misalnya hemofilus, pertusis, meningokokus, pneumokokus dll.
Komponen virus:
protein antigenik misalnya hepatitis B, rabies dll.
Modifikasi toksin patogenik agen (dinamakan toksoid)
difteri, tetanus, kolera.
IMUNISASI
Imunisasi aktif dapat menyebabkan demam, malaise dan ketidaknyamanan.
Beberapa vaksin menyebabkan nyeri sendi atau arthritis (rubella), kejang, kadang-kadang fatal (pertusis) atau gangguan neurologis (influenza).
Alergi telur dapat berkembang sebagai konsekuensi dari vaksin viral yang dihasilkan dalam telur (measles, mumps, influenza, yellow fever).
ALERGI (HIPERSENSITIFITAS)
Adalah reaksi tak diinginkan (kerusakan, ketidaknyamanan dan kadang-kadang fatal) akibat sistem imun normal.
Antigen yang memicu reaksi alergi dinamakan alergen.
Reaksi alergi digolongkan menjadi 4 macam yaitu
tipe I, tipe II, tipe II dan tipe IV
didasarkan pada mekanisme dan waktu terjadinya reaksi.
ALERGI (HIPERSENSITIFITAS)
Hipersensitifitas tipe I
= hipersensitif segera = anafilaktik.
Melibatkan
kulit (urtikaria dan eksema), mata (konjungtivitis), nasofaring (rhinore, rhinitis), jaringan bronkhopulmoner (asthma) dan saluran pencernaan (gastroenteritis).
menyebabkan gejala minor sampai dengan kematian.
memerlukan 15-30 menit setelah terpapar antigen kadang lambat (10-12 jam).
diperantarai oleh IgE.
Sel primer yang terlibat adalah mast cell atau basofil.
Reaksi dilipatgandakan oleh platelet, netrofil dan eosinofil.
Ikatan IgE dengan mast cell dan basofil memicu pelepasan mediator farmakologik oleh sel.
Pengobatan untuk alergi tipe I adalah dengan pemberian antihistamin.
ALERGI (HIPERSENSITIFITAS)
Hipersensitifitas tipe II
= hipersensitifitas sitotoksik.
melibatkan berbagai organ dan jaringan.
Antigen biasanya endogen meskipun juga ada eksogen
Contoh: anemia hemolitik akibat obat-obatan, granulositopenia dan trombositopenia.
Reaksi terjadi dalam beberapa menit - beberapa jam.
melibatkan IgM atau IgG, komplemen, fagosit dan sel K.
Lesi mengandung antibodi, komplemen dan netrofil.
Pengobatan: anti inflamasi & imunosupresif.
ALERGI (HIPERSENSITIFITAS)
Hipersensitifitas tipe III
= hipersensitifitas kompleks imun.
Reaksi biasanya sistemik atau melibatkan berbagai organ antara lain kulit (contoh: SLE/systemic lupus erythematosus), ginjal (contoh: lupus nefritis), paru (aspergillosis), pembuluh darah (poliarteritis), sendi (rheumatoid arthritis) serta organ lainnya.
Reaksi ini mungkin mekanisme patogenik penyakit akibat mikroorganisme.
Reaksi alergi terjadi 3-10 jam setelah terpapar oleh antigen.
diperantarai oleh kompleks imun yang larut.
Mediator terbanyak adalah IgG, meskipun IgM juga dapat terlibat.
Antigen dapat eksogen (infeksi kronik virus, bakteri atau parasit) dapat pula endogen (autoimunitas spesifik non-organ misalnya SLE).
Antigen adalah larut dan tak terikat dengan organ yang terlibat.
Komponen utama adalah kompleks imun yang larut dan komplemen.
Kerusakan diakibatkan oleh platelet dan netrofil. Lesi mengandung netrofil dan endapan kompleks imun dan komplemen. Infiltrasi makrofag pada tahap berikutnya mungkin terlibat dalam proses penyembuhan.
Pengobatan alergi tipe III menggunakananti inflamasi.
ALERGI (HIPERSENSITIFITAS)
Hipersensitifitas tipe IV
= hipersensitifitas diperantarai sel = hipersensitifitas tipe lambat.
Contoh: reaksi tuberkulin (Mantoux) 48 jam setelah injeksi antigen (PPD atau tuberkulin lama).
Lesi berupa indurasi dan eritema.
terlibat dalam patogenesis beberapa penyakit autoimun dan infeksi (TBC, lepra, blastomikosis, histoplasmosis, toksoplasmosis, leishmaniasis dll.), granuloma dan antigen asing.
Bentuk lain dari alergi tipe ini adalah dermatitis kontak (bahan kimia, logam berat dll.) dengan lesi papuler.
Pengobatan menggunakan kortikosteroid dan agen imunosupresif lainnya
IMUNOLOGI PROFILAKTIC
IMUNOLOGI PROFILAKTIC
IUS YUZIANA,Dr,OH.Med,MM.Kes
KONSEP IMUNISASI
A.Pengertian
Imunisasi adalah upaya yg dilakukan dgn sengaja memberikan kekebalan (imunitas) pada bayi atau anak sehingga terhindar darp penyakit (DepKes, 2000).
Imunitas pasif adalah tubuh tidak membentuk imun, tetapi menerima imun.
Imunitas aktif adalah tubuh yg membentuk kekebalan sendiri.
Pemberian Imunisasi
Ada bbbrp hal penting yg harus diperhatikan perawat, adalah :
1.Ortu anak harus ditanyakan :
Status kesehatan anak saat ini, apakah dlm kondisi sehata atau sakit.
Pengalaman/reaksi thp imunissi yg pernah di dpt sebelumnya.
Penyakit yg dialami dimasa lalu dan sekarang.
Pemberian Imunisasi
2. Ortu hrs mengerti ttg hal-hal yg berkaitan dgn penyakit yg dpt dicegah dgn imunisasi (pengertian, jenis imunisasi, alasan imunisasi, manfaat imunisasi dan efek sampingnya).
3.Catatan imunisasi yg lalu(apabila sdh pernah mendpt imunisasi sebelumnya), pentingnya menjaga kes mlli tindakan imunisasi.
4.Penkes utk ortu. (Gunakan pertanyaan terbuka utk mendptkan informasi seluas-luasnya).
Pemberian Imunisasi
5. Kontraindikasi pemberian imunisasi. Ada bbrp kondisi yg menjadi pertimbangan utk tdk memberikan imunisasi pada anak,yaitu:
Flu berat atau panas tinggi
Perubahan pada sistem imun yg tdk dpt menerima vaksin virus hidup.
Sedang dalam pemberian obat2x yg menekan sistem imun, Mis : taransfusi drh dan imunoglobulin.
Riwayat alergi thp pemberian vaksin (pertusis).
Jenis Kekebalan/Imunitas
1.Kekebalan pasif
Kekebalan pasif ada dua kategori yaitu kekebalan bawaan dan pasif didapat.
Kekebaalan pasif adalah pemberian antibodi yg berasal dari hewan atau manusia kepada manusia lain .
EX Kekebalan pasif di dapat : campak , tetanus , rabies).
Harus dilakukan skin test sebelumnya.
Jenis Kekebalan/Imunitas
Menurut lokasi ada dua jenis imunitas, yaitu humoral dan seluler.
Imunitas humoral terdapat dlm imunoglobin (Ig) yaitu (Ig G,A, dan M).
Imunitas seluler terdiri atas fagositosis oleh sel-sel sistem retikuloendotelial.
Imunitas seluler berhub dgn kemampuan sel tubuh utk menolak benda asing dan dpt di tunjukkan dgn adanya alergi kulit thp benda asing.
Jenis Kekebalan/Imunitas
2.Imunitas Aktif
Ada 2 jenis kekebalan aktif, yaitu kekebalan aktif didapat dan kekebalan aktif dibuat.
Ada 2 jenis kekebalan aktif, yaitu kekebalan aktif didapat dan kekebalan aktif dibuat.
Kekeabalan yg diadapat secara alami , mis anak yg terkena difteri atau poliomielitis
Kekebalan yg sengaja dibuat yg dikenal dgn imuniasasi dasar dan ulangan (booster)
Penyakit yg dpt Dicegah dgn Imuniasasi
1.Tuberkulosis
Peny. ini disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yg sebagian besar menyerang masyrakat dgn kelas sosial ekonomi rendah.
Organ yg sering terkena adalah paru2x, kelenjar, kulit, tulang, sendi dan selaput otak.
Cara penularan : melalui droplet atau percikan air ludah, reservoar adalah mc.
Penyakit yg dpt Dicegah dgn Imuniasasi
Imunisasi yg dapat mencegah penyakit ini adl BCG
2. Difteri
Disebabkan oleh Corynebacterium Dyptheria.
Penularannya mlli percikan ludah yg tercemar.
Difteri dpt menjadi endemik pd ling masy dgn sosial ekonomi rendah.
Imuniasasi yg diberikan adalah DPT.
Penyakit yg dpt Dicegah dgn Imuniasasi
3. Pertusis
Disebabkan oleh Bordetella pertusis
Penularannya melalui droplet.
Istila awamnya adalah batuk rejan atau batuk 100 hari.
Bahaya dari pertusis pneumonia .
Gejala awal berupa batuk pilek, kemudian setelah hari ke 10 batuk bertambah berat dan sering kali muntah.
Imunisasi yang diberikan adalah DPT.
Penyakit yg dpt Dicegah dgn Imuniasasi
4. Tetanus
Disebabkan oleh Mycobacterium Tetani, yg berbentuk spora masuk ke dlm luka terbuka, berkembang biak secara anerobik, dan membentuk toksin.
Tetanus yg khas terjadi pada usia anak adalah tetanus neonatorum.
T.Neonatorum dpt menimbulkan kematian karenaterjadi kejang , sianosis, dan henti napas.
Penyakit yg dpt Dicegah dgn Imuniasasi
Resevoarnya adalah kotoran hewan atau tanah yg terkontaminasi kotoran hewan manusia.
Gejala awal ditunjukkan dgn mulut mencucu dan bayi tidak mau menyusu.
Kekebalan pada penyakit ini hanya diperoleh dgn imunisasi atau vaksinasi lengkap.
Imunisasi yang diberikan adalah Imunisasi DPT.
5. Poliomielitis
Penyebab infeksi adalah virus polio tipe 1,2, dan 3 dan menyerang mielin atau serabut otot.
Kelumpuhan dpt terjadi pada anggota badan, saluran napas, dan otot menelan.
Penularan penyakit ini adalah memeluui droplet dan reservoarnya adalah manusia yg menderita polio.
Pencegahan dpt dilkaukan dgn imunisasi polio.
6. Campak
Penyebab penyakit ini adalah virus morbili, yg menular melalu droplet.
Gejala awal ditunjukkan dgn adanya kemerahan yg mulai timbul pada bagian belkang telinga, dahi, dan menjalar ke wajah dan anggota badan, biasa juga timbul gejala fludisertai mata berair dan kemerahan.
Setelah 3-4 hari, kemerahan mulai hilang dan berubah menjadi kehitaman yg akan tampak seperti sisik dalam waktu 1-2 mgg
Imunisasi diberikan adalah imunisasi campak.
Komplikasi yg harus dicegah adalah OMA, konjungtivitis berat, pneumonia.
7. Hepatitis B
Penyakit infeksi disebabkan oleh virus hepatitis tipe B.
Kelompok yg berisiko adalah pecandu narkotika, pasien hemodialisis, pekerja laboratorium, atau akupuntur.
Gejala yang muncul tidak khas, seperti anoreksia, mual, dan kadang – kadang ikterik.
7. Typus Abdominalis
Tujuan pemberian imunisasi ini adalah mencegah terjadinya penyakit tipus abdominalis.
Ada 3 jenis vaksin diantaranya kuman yg dimatikan, kuman yg dilemahkan (vivotif, berna) dan antigen capsular Vi poliysacaride (Typhim Vi, Pasteur Meriux).
Vaksin kuman yg dimatikan dpt diberikan utk bayi 6-12 bulan adalah 0.1 ml, 1-2 thn 0,2 ml, dan 2-12 thn adalah 0,5 ml.
Vaksin kuman yg dilemahkan dpt diberikan dlm bentuk capsul sebelum makan pada hari 1,2,5 pada anak di atas usia 6 thn.
Antigen capsular diberikan pada usia di atas dua tahun dan dapat di ulang tiap 3 tahun.
8. MMR (Measles, Mumps, dan Rubela)
Untuk mencegah penyakit campak (measles), gondong, parotis epidemika (mumps) dan rubela (campak Jerman).
Imunisasi MMR ini antigen yg yg dipakai adalah virus campak strain edmonson yg dilemahkan, virus rubella strain RA 27/3 dan virus gondong.
Vaksin ini tdk dianjurkan pd bayi usia dibawah 1 thn krn dikhawatirkan terjadi interferensi dgn antibodi meternal yg ada.
Pada daerah endemik sebaiknya diberikan imunisasi campak yg monovalen dahulu pd usia 4-6 bln atau 9-11 bln dan boster dpt dilakukan MMR pada usia 15-18 bulan.
9. Imunisasi Varicella
Digunakan untuk mencegah terjadinya peny varicella (cacar air).
Merupakan virus hidup varicella zoozter yg dilemahkan.
Diberikan pada usia 12 thn di daerah tropik.
Diatas usia 13 thn dapat diberikan 2 kali suntikan dgn interval 4-8 mgg.
Pemeriksaan Urin
RESPONSI PRAKTIKUM URIN
PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Memakai jas laboratorium
Menggunakan sepatu tertutup
Membawa buku praktikum :
- Buku Kampus
- Disampul kertas coklat
- Diberi judul, nama mahasiswa, NIM
Pemeriksaan urin
Pemeriksaan Makroskopis
Pertemuan :
Hari/Tanggal :
Pemeriksaan : Jenis Pemeriksaan
1.warna
2.
Alat dan bahan : Alat
1.
2.
Bahan
1.
2.
Cara Kerja :
Bau
- Urin masukan dlm tabung
- Miringkan dan kipas2kan tangan pd
permukaan cairan urin
- Cium bau yg muncul
2. Warna
- Urin masukan dalam tabung
- Amati warna pd cahaya yg cukup
3. Kejernihan
- Urin masukan dalam tabung
- Amati ada tidaknya kekeruhan pada
cahaya yg cukup
4. pH
- urin masukan dlm tabung
- Celupkan carik pH universal
- Amati perbahan warna
- Bandingkan perubahan warna thd standar pH
Hasil Pengamatan
Pemeriksaan Mikroskopis
Prinsip:
Alat dan Bahan :
Cara Kerja ;
Kocok urin dlm wadah supaya homogen
Pindahkan dlm tabung sentrifuge
Sentrifuge 2000rpm 5 mnt
Angkat tabung tuangkan urin sisakan endapan sekitar 0,5 mL
Kocok, ambil dgn pipet tetes, teteskan pd objek glass, tutup dgn cover glass
Amati dibawah mikroskop
Gunakan objektif 10 kali u silinder,epitel,kristal, objektif 40 u eri, leuko,dll
Hasil pengamatan :
Pemeriksaan Kimia
Pemeriksaan : Protein
Metoda :
Prinsip :
Reagen :
Cara Kerja :
Masukan 5 mL urin dlm tabung reaksi
Tambah kan 0,5 mL pereaksi bang
Campurkan, panaskan 5mnt dlm waterbath mendidih
Angkat, simpan dlm rak dinginkan
Amati perubahan yg terjadi dgn menggoyangkan cairan dan amati kekeruhan yg terjadi
Pemeriksaan :Glukosa
Metoda :
Prinsip :
Reagen :
Cara Kerja :
Masukan 0,5 mL urin k dlm tabung reaksi
Tambahkan 5 mL pereaksi benedict
Campur, panaskan dlm waterbath mendidih 5 menit
Amati hasil
Pemeriksaan : Urobilin
Metoda :
Prinsip :
Reagen :
Cara Kerja :
Masukan 5 mL urin k dlm tabung reaksi
Tambahkan 2 tts lugol
Kocok, tambahkan 2,5 tts r/schlesinger
Kocok, saring
Filtrat yg diperoleh dilihat dilatar belakang hitam
amati
Pemeriksaan : Bilirubin
Metoda :
Prinsip :
Reagen :
Cara Kerja :
Masukan 5 mL urin dlm tabung reaksi
Tambahkan 5 mL Bacl2 10%
Kocok, saring, endapan dibiarkan kering
Tetesi dgn fouchet,amati
Pemeriksaan : Benda keton
Metoda :
Prinsip :
Reagen :
Cara Kerja :
Masukan 5 mL urin kedlam tabung reaksi
Tambahkan 1 gr serbuk rothera
Kocok
Tambahkan NH4OH 1-2 ml melalui dinding tabung
amati
Pemeriksaan : Darah samar
Metoda :
Prinsip :
Reagen :
Cara Kerja :
Masukan dlm tabung reaksi I. 2 mL urin,panaskan 5 menit, dinginkan
Masukan pd tabung reaksi II, as asetat glasial 3 ml, benzidin 1 gr,campur
Tabung I masukan dlm tabung II, campur
Masukan 1 mL H2O2
Mamati 5 mnt
LIQUOR CEREBRO SPINALIS
LIQUOR CEREBRO SPINALIS
Sistem Syaraf Pusat meliputi otak dan sumsum tulang belakang. Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi lapisan selaput meninges. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis. Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:
Durameter; terdiri dari dua lapisan, yang terluar bersatu dengan tengkorak sebagai endostium, dan lapisan lain sebagai duramater yang mudah dilepaskan dari tulang kepala.
Arachnoidea meter; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang laba2. Di dalamnya terdapat cairan yang disebut liquor cerebrospinalis. Fungsi selaput arachnoidea adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan .
Piameter. Lapisan terdalam yang mempunyai bentuk disesuaikan dengan lipatan-lipatan permukaan otak.
“Liquor cerebrospinalis adalah sejenis cairan yg menempati ruangan arachnoid yg menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang, merupakan larutan yg menyangga sistem syaraf pusat”
Pengambilan LCS dilakukan dengan maksud diagnostik, biasanya diperoleh dgn melakukan pungsi lumbal. Pungsi lumbal dilakukan dengan posisi pasien biasanya berbaring menyamping, menerapkan anestesi lokal, dan memasukkan jarum ke dalam kantung dural (sebuah kantung di sekitar saraf tulang belakang) untuk mengumpulkan cairan cerebrospinal (CSF).
Jumlah cairan yg diambil disesuikan dgn jenis pemeriksaan. Cara menampung pun sebaiknya disesuaikan dgn jenis pemeriksaan
Menampung sampel
Jika akan dilakukan pemeriksaan nonbakteriologi, siapkan 3 tabung, tabung 1 u/menampung beberapa tetes yg keluar dr jarum pungsi, tabung ini tdk dipakai krn kemungkinan terdapat sedikit darah dari tindakan mengambil sampel. Tabung 2 & 3 di isi masing2 2-4 mL LCS
Jika hendak melakukan pemeriksaan bakteriologis tabung ketiga harus tabung steril yang isinya bs digunakan utk pemeriksaan bakterioskopi atau pembiakan
Makroskopis (warna, kekeruhan,
sediment,
bekuan)
Pemeriksaan Mikroskopis (hitung jml sel,
LCS hitung jenis sel,
bakterioskopi)
Pemeriksaan kimia (protein)
Pemeriksaan Makroskopis
Warna
Cairan otak normal = aquadest, jika ada warna kemungkinannya :
Merah krn adanya darah
Coklat, menunjukan adanya pendarahan yg disebabkan o/eritrosit yg mengalami hemolisis,stl disentrrifuge cairan atas akan berwarna kuning
Kuning, disebabkan pendarahan yg mungkin disebabkan icterus berat atau kadar protein yg tinggi
Keabu-abuan,disebabkan oleh lekosit dalam jumlah besar seperti didapat pada radang .
b. Kekeruhan
Bandingkanlah tabung yg berisi cairan otak dgn tabung yg berisi aqua destilata, pd keadaan normal cairan otak sejernih aqua dest juga, bila ada kekeruhan biasanya disebabkan oleh adanya darah, oleh sel2 peradangan (leukosit) dan oleh kuman2.
bertambahnya jumlah sel tidak perlu disertai dgn kekeruhan, ex pd meningitis tuberculosa, meningitis syphilitica. kekeruhan yg jelas menunjukan kepada meningitis purulenta oleh sesuatu sebab. Pelaporan pendapat : jernih, agak keruh, keruh atau sangat keruh.
c. Sediment
Cairan otak normal, biarpun disentrifuge tdk akan timbul sediment sedikitpun, adanya sedimen gambaran adanya abnormal, jumlah sediment=kekeruhan otak
d. Bekuan
Cairan otak tdk akan menimbulkan bekuan,walopun dibiarkan selama apapun, krn cairan otak normal tidak mengandung fibrinogen. Jika terdapat bekuan, laporkan rupa bekuan tsb : sgt halus,keping2,serat2,seraput,besar dan kasar
sgt halus,ex:meningitis tuberculosa
Besar besar&kasar,ex:meningitis purulenta
bekuan
beku seluruhnya,ex:pendarahan
Pemeriksaaan Mikroskopis
Menghitung jumlah sel
Pemeriksaan hrs segera dilakukan,kira ½ jam stl dikeluarkan, krn leukosit sgt mudah rusak.N=0-5 sel/uL LCS, karena itu digunakan pengenceran dan kamar hitung yg berbeda dgn hitung jumlah sel dlm darah, kamar hitung yg digunakan adl fuchs rosenthal
Cara :
Kocok LCS
Isap lar turk sd tanda 1
Isap LCS sd tanda 11
Kocok, buang 1-3 tts ptama, isi ke kamar hitung, diamkan 5 menit
Hitung disemua bidang
Hitung sel:tinggi kamar hitung : 0.2mm
luas : 16mm2
Pengenceran : 10/9
n/16 x 5 x 10/9 = 50n/144 = n/3
b. Menghitung jenis sel
Meskipun dalam cairan otak ada lebih dari 2 jenis sel, namun dlm praktek sehari hari hanya dibuat perbedaan antara sel yg berinti satu (limfosit) dan yg poliniklear (segment).
Cara:
1.Sentrifuge 2000rpm 10 menit
2.Sediment dibuat sediaan hapus,keringkan di udara
3.Warnai giemsa
4.Hitung jenis atas dasar 100 sel
Peningkatan sel segmen menunjukan adanya radang
c. Bakterioskopi
Diantaranya kuman yg paling sering ditemukan : M.tuberculosis, meningococci,pneumococci,streptococci, dan H. Influenzae. Dilakukan dengan sentrifuge lalu digunakan sediment nya dengan pewarnaan gram atau basil tahan asam
Pemeriksaan Kimia
Protein
Untuk identifikasi digunakan reagens pandy, yaitu lar.jenuh fenol dlm air, caranya masukan lar fenol 1 mL kedalam tabung reaksi, masukan LCS sebanyak 1 tetes, bila terdapat kekeruhan menunjukan cairan mengandung protein. Dalam keadaan normal tdk akan terjadi kekeruhan,semakin tinggi kadar protein maka akan semakin keruh hasilnya.
Selain tes pandy dilakukan juga tes nonne, tes menggunakan lar jenuh amoniumsulfat,tes dilakukan terutama untuk menguji kadar globulin. Caranya : masukkan 1mL LCS kedalam tabung reaksi, melalui dinding tabung masukkan pereaksi nonne sebanyak 1 mL secara perlahan, adanya cincin putih diantara kedua cairan menggambarkan hasil yang positif. Pada keadaan normal tdk akan terbentuk cincin, semakin tinggi kadar globulin maka cincin yg terjadi akan semakin tebal.
Adanya protein dalam LCS memberikan gambaran adanya radang,ex:meningitis,adanya tumor atau pendarahan
HCG (HUMAN CHORIONIC GONADOTHROPIN)
HCG (HUMAN CHORIONIC GONADOTHROPIN)
Definisi
Adalah hormon yang diproduksi selama masa kehamilan, hormon ini hadir dalam darah dan dikeluarkan oleh sel plasenta, sebagai hasil pembuahan sel telur oleh sperma. Kira2 10 hari setelah sel telur dibuahi sperma di tuba fallopii, sel telur akan bergerak menuju rahim dan melekat pada dindingnya, sejak itulah plasenta mulai berkembang dan memproduksi hcg yang dapat di temukan di dalam darah dan air seni.
Deteksi hcg hari pertama terlambat haid (hari ke 6 pelekatan janin)
Produksi HCG akan meningkat hingga sekitar hari ke 70 dan akan menurun selama sisa kehamilan, hormon ini merupakan indikator yang dideteksi oleh alat tes kehamilan melalui air seni, jika alat tes kehamilan mendeteksi adanya kadar hormon hcg dalam urin maka alat tes kehamilan akan mengindikasikan sebagai terjadinya kehamilan atau hasil tes positif
Fungsi hcg salah satunya u/ menjaga rahim agar sesuai dengan kehamilan dgn merangsang produksi progesteron.
Progesteron menyiapkan rahim u/ kehamilan
Peningkatan hormon hcg biasanya ditandai dengan mual dan pusing yang sering dialami oleh para ibu hamil.
Kadar hcg yang lebih tinggi pada ibu hamil biasanya terjadi pada hamil kembar atau hamil anggur ( mola).
Wanita tidak hamil tumor pada organ reproduksi
Hcg terlalu rendah hamil diluar rahim
abortus spontan
Pemeriksaan hcg urin sebaiknya :
Mempunyai sensitivitas yg tinggi
Spesifik u/ pem. Hcg
Waktu pemeriksaan cepat
Mudah dibaca
Mudah dilakukan
Tidak diperlukan alat khusus
Pemeriksaan hcg urin di laboratorium meliputi:
Cara biologis
Dilakukan menggunakan hewan percobaan, adanya hcg akan menyebabkan reaksi pada organ tertentu, ex : gallimainini
2. Imunokromatografi tes pack
Menggunakan tes strip
Cara biologis
PEMERIKSAAN GALLI MAININI TEST
Pada prinsipnya menemukan spermatozoa dlm urine katak jantan yg dirangsang oleh HCG urine
Persiapan: katak jantan yg dipergunakan tidak boleh mengandung sperma → dng pipet diambil cairan di lubang pengeluaran → periksa mikroskop → jika ada sperma tidak boleh dipakai
Alat yg digunakan:
Spuit 5cc, Kaca obyek, Mikroskop
Cara pemeriksaan:
Urine 5cc disuntikan sub cutan (bawah kulit) di perut 1 ½ cm didepan cloaca → lepas ditoples
1 jam kmdn → periksa urine katak, jika tdk ada sperma → periksa 1 jam lagi
Jika ada sperma GM (+), jika tidak GM (-)
Cara Imunokromatografi tes pack
Prinsipnya adalah adanya reaksi antara hcg dengan anti hcg yang dilekatkan berupa garis pada membran tertentu akan membentuk garis baik pada kontrol maupun tes, bila urin tidak mengandung hcg hanya akan membentuk satu garis saja pada kontrol
Yang dapat menyebabkan hasil positif palsu pada pemeriksaan hcg urin :
Proteinuria
Infeksi sal. air kencing
Yang dapat menyebabkan hasil negatif palsu pada pemeriksaan hcg urin :
Pemeriksaan dilakukan terlalu dini
Urin terlalu encer.
Pemeriksaan Feses
FESES
Dalam keadaan normal tinja terdiri dari air dan sisa makanan, zat hasil sekresi saluran pencernaan, epitel usus,bakteri apatogen, asam lemak, urobilin, gas indol, skatol dan sterkobilinogen.
Pada keadaan patologik seperti diare didapatkan peningkatan sisa makanan dalam tinja, karena makanan melewati saluran pencernaan dengan cepat dan tidak dapat diabsorpsi secara sempurna.
Feses diperiksa dalam keadaan segar
Unsur2 akan rusak
Wadah sampel kaca/plastik yg tembus cahaya
bermulut lebar
Sampel feses bagian bercampur darah/lendir
unsur2 patologik tdk merata
Makroskopis warna,bau,lendir
konsistensi,darah
Pemeriksaan Mikroskopis epitel,makrofag
Feses leuko,eri,kristal,
sisa makanan
sel ragi,telur&
jentik cacing
Darah Samar
Pemeriksaan makroskopis
a. Warna
b. Bau
Bau normal feses disebabkan oleh indol, skatol dan asam butirat. Bau menjadi busuk bila dalam usus terjadi pembusukan akibat dari protein yg tdk di rombak oleh kuman2, bau asam akibat dari fermentasi zat2 gula yg tdk dicerna, ex: diare
c. Konsistensi
Feses normal agak lunak dengan mempunyai bentuk. Pada diare konsistensi menjadi sangat lunak atau cair, sedangkan sebaliknya pada konstipasi didapat tinja keras
d.Lendir
Lendir memberikan gambaran adanya radang dinding usus
Lendir bag.luar feses radang usus besar
campur radang usus kecil
lendir saja disentri
d. Darah
Perhatikan darah !!!
Jumlah darah yang besar ulcus,carsinoma,
Hemorhoid
e. Parasit
Yang mungkin terlihat : cacing ascaris, ancylostoma,dll.
ascaris
Pemeriksaan Mikroskopis
Penting menemukan protozoa dan telur
cacing
Cara pemeriksaan makroskopis :
Siapkan 4 objek glass
Tetesi masing2 dgn 1 tts zat warna eosin, lugol, sudan III, asam asetat glasial
Ambil seujung lidi feses, campur
Aduk sampai homogen
Tutup dengan kaca penutup
6. Amati masing2 apusan di bawah mikroskop dgn 100 x u/pengamatan serat, lemak, karbohidrat, dan kristal
7. Lanjutkan pengamatan 400 x u/pengamatan telur cacing, eri,leuko, sel epitel, amoeba, makrofag, sel ragi
Yang mungkin ditemukan :
Sel epitel
Beberapa berinti sel epitel dapat ditemukan dlm keadaan normal, jumlah sel epitel bertambah banyak bila ada peradangan dinding usus.
b. Makrofag
Sel2 besar satu, menyerupai amoeba, perbedaannya tidak bergerak
c. Leukosit
Lebih jelas dengan campuran as acetat 10%, pada disentri basiler dan peradangan jumlah >>>>
d. Eritrosit
Hanya ada bila ada lesi dalam kolon, rectum/anus, gambaran abnormal
e. Kristal
pada tinja normal akan ditemukan kristal tripel posfat, calciumoxalat, dan asam lemak. Keadaan abnormal bila ditemukan kristal Charcot leyden dan hematoidin. Kristal Charcoat Leyden didapat pada ulkus saluran pencernaan seperti yang disebabkan amubiasis. Pada perdarahan saluran pencernaan mungkin didapatkan kristal hematoidin
F. Sisa makanan
Hampir selalu dapat ditemukan juga pada keadaan normal, tetapi dalam keadaan tertentu jumlahnya meningkat dan hal ini dihubungkan dengan keadaan abnormal. Sisa makanan sebagian berasal dari makanan daun-daunan dan sebagian lagi berasal dari hewan seperti serat otot, serat elastis dan lain-lain. Untuk identifikasi lebih lanjut emulsi tinja dicampur dengan larutan lugol untuk menunjukkan adanya amilum yang tidak sempurna dicerna.
Sisa makanan ini akan meningkat jumlahnya pada sindroma malabsorpsi.
g. Sel Ragi
Khusus Blastocystis hominis jarang ditemukan. Pentingnya mengenal strukturnya adalah supaya jgn dianggap kista amoeba
h. Telur dan jentik cacing
Ascaris lumbricoides, necator americanus, dsb
Telur ascaris telur necator
americanus
Telur trichuris trichiura
blastocysis hominis kista amoeba
amoeba makrofag
Kristal hematoidin kristal charcot leyden
Kristlal tripel fosfat
Darah Samar
Untuk mengetahui adanya pendarahan kecil yg tdk dapat dinyatakan dalam makroskopis atau mikroskopis.
Identifikasi dapat dilakukan dgn metoda benzidin, prinsipnya haemoglobin sebagai periksidase akan menguraikan H2O2 menjadi H2O dan On. On yg terbentuk akan mengoksidasi benzidin membentuk warna biru kehijauan.
Cara pemeriksaan metoda benzidin
Buat emulsi feses dgn air kira2 10 mL dan panasi hingga mendidih.
Saring emulsi yg masih panas dan biarkan sampai dingin
Kedalam tabung reaksi lain dimasukan benzidin basa sbanyak spucuk pisau
Tambahkan 3 mL asam asetat glasial, kocok sampe benzidin larut
Bubuhi 2 mL emulsi feses, aduk
6.Beri 1 mL lar. Hydrogen peroksida 3%, aduk
7. Hasil dibaca dlm waktu 5 mnt
8. Pengamatan hasil
Pengamatan Hasil
Neg Tdk ada perubahan Warna
Pos 1 Hijau
Pengamatan
Hasil Pos 2 biru campur hijau
Pos 3 biru
Pos 4 biru tua
Urobilin
Pemeriksaan bilirubin akan beraksi negatif pada tinja normal,karena bilirubin dalam usus akan berubah menjadi urobilinogen dan kemudian oleh udara akan teroksidasi menjadi urobilin. Reaksi mungkin menjadi positif pada diare dan pada keadaan yang menghalangi perubahan bilirubin menjadi urobilinogen, seperti pengobatan jangka pnjang dengan
antibiotik yang diberikan peroral, mungkin memusnakan flora usus yang menyelenggarakan perubahan tadi.Dalam tinja normal selalu ada urobilin. Jumlah urobilin akan berkurang pada ikterus obstruktif.
Pemeriksaan Urobilin
Taruhlah beberapa gram feses dalam mortir, campur dgn lar mercuri chlorida 10%,vol kira2 = feses
Tuang dlm cawan datar agar lbh mudah menguap
Biarkan 6-24 jam
Pos= timbul warna merah
TERIMA KASIH
Pewarnaan bakteri
PEWARNAAN BAKTERI
BAKTERI
Tak berwarna bila diperiksa langsung,
kurang jelas
Tembus cahaya
Dengan Pewarnaan sel-sel terwarnai/berwarna
dan tidak tembus cahaya,
sehingga sangat jelas & kontras
Tujuan Pewarnaan
Mempermudah melihat morfologi sel bakteri
Untuk melihat bagian-bagian struktural sel bakteri
Membantu mengidentifikasi bakteri
Memperjelas ukuran dan bentuk sel bakteri
Zat Warna
Merupakan garam yang terdiri dari ion positif (+) dan ion negatif (-), salah satu ion berwarna.
Jika :
Warna pada ion (+) ; zat warna basa
Warna pada ion (-) ; zat warna asam
Mekanisme Pewarnaan
Sel bakteri banyak mengandung asam nukleat bermuatan (-) sebagai gugus posfat
Jika diwarnai muatan (-) pada asam nukleat bereaksi dengan ion (+) zat warna basa
Zat warna asam ditolak oleh muatan (-) bakteri : tak mewarnai sel, tapi yang terwarnai adalah latar belakangnya.
Langkah-langkah utama pewarnaan :
Pembuatan apusan pada kaca objek (penempatan olesan pada kaca objek)
Fiksasi olesan
Aplikasi pewarna tunggal atau serangkaian larutan pewarna/reagen.
Faktor – faktor penentu keberhasilan dalam pewarnaan bakteri
Fiksasi
Peluntur warna
Substrat
Intensifikasi pewarnaan
Zat warna penutup
Fiksasi
Cara yang paling umum dengan cara fisik (pemanasan)
Fungsinya :
Melekatkan sel pada kaca objek
Mencegah terjadinya otolisis sel, yaitu proses larutnya sel yang disebabkan oleh enzim yang ada di dalamnya
Membunuh bakteri dsb.
Peluntur warna
Tujuan untuk mendapat kontras yang baik pada bayangan mikroskop, menghilangkan warna sel yang telah diwarnai
Pada umumnya, sel yang mudah diwarnai : cepat pula dilunturkan sedangkan sel yang sukar diwarnai : sulit dilunturkan
Dari segi ketahanan sel terhadap senyawa kimia ada yang : tahan asam, tahan alkohol, tahan air dsb.
Ketahanan tersebut digunakan untuk membedakan kel. Mikroba
Substrat
Yang berhubungan dengan kandungan utama sel
Berdasarkan kand. Sel : sifat sel. Misal basofilik
Intensifikasi Pewarnaan
Untuk mempercepat pewarnaan bakteri
Misal dengan penambahan mordan : zat warna akan terikat lebih kuat pada jaringan
Me kan zat warna
Me kan temperatur pewarnaan (60-900 C)
Mordan :
Zat kimia yang bukan bahan cat, tetapi menyebabkan sel bakteri dapat dicat lebih intensif atau menyebabkan cat terikat lebih kuat pada jaringan sel.
Zat Warna Penutup
(pada pewarnaan bertingkat)
Diberikan pada akhir pewarnaan
Untuk memberikan warna kontras pada sel mikroba yang tidak menyerap warna awal. Misal methylen blue, safranin dsb.
Macam –macam pewarnaan
Berdasarkan jenisnya : pewarnaan positif dan pewarnaan negatif
Berdasarkan cara pelaksanaannya : pewanaan sederhana, pewarnaan bertingkat/ majemuk/diferensial
Pewarnaan sederhana
Pewarnaan yang hanya menggunakan satu macam pewarna
Contoh zat warna : kristal violet, safranin, methylen blue (zat
warna basa)
Mekanisme :
Zat warna basa bereaksi dengan komponen sel yang bersifat asam (asam nukleat, prot, dsb) ; sel terwarna dengan merata.
Pewarnaan sederhana, hanya memungkinkan pengamatan morfologi sel : batang, coccus, dsb
Cara : apusan yang telah difiksasi genangi pewarna keringkan.
Pewarnaan differensial
Proses pewarnaan untuk menampilkan perbedaan diantara sel-sel bakteri
Biasanya digunakan lebih dari satu macam zat warna atau reagen pewarnan biasanya
Pewarnaan Gram :
salah satu teknik pewarnaan diferensial yang : -paling penting
-paling banyak
digunakan
Dikembangkan oleh Christian Gram (1884)
Dua macam bakteri : gram positif (ungu), gram negatif (merah)
FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENIMBULKAN KERAGAMAN DALAM REAKSI GRAM ADALAH :
Pelaksanaan fiksasi
Kerapatan sel pada olesan
Konsentrasi dan Umur reagen
Sifat, konsentrasi, dan jumlah pemucat
Sejarah biakan
Pewarnaan tahan asam
Khusus untuk Mycobacterium : M. tuberculosa, M. leprae
Karena banyak mengandung asam mikolat & lemak
Meningkatkan kandungan lemak : tak permeabel terhadap zat-zat warna yang umum
Tidak terwarnai oleh metode pewarnaan biasa
Bila dipaksakan, misal dengan menggunakan mordan,
pemanasan maka sekali ia menyerap zat warna akan tetap
dipegang teguh, tak akan dilepaskan lagi, walaupun digunakan
zat peluntur yang kuat seperti lakohol-asam
Disebut bakteri tahan asam (BTA)
Cara : (P. Ziehl-Nielsen)
Buat Apusan
Warnai Dengan Karbol Fuksin 5 Menit Sambil Dipanasi
Dengan Api Kecil
Zat Warna Dibuang, Lalu Tetesi Asam-alkohol 1-2 Detik
Cuci Dengan Air Kran
Tambahkan Larutan Methylen Blue 1 Menit
Cuci, Keringkan
Hasil :
BTA merah
Bukan BTA biru.
Pewarnaan Spora
Spesies2 Bacilus & Clostridium : menghasilkan endospora yang
sangat resisten.
Karena struktur dinding spora yang keras dan tebal. : sukar
diwarnai harus dengan pemanasan.
Sekali terwarnai sukar dihilangkan.
Ada beberapa metode : Klein, Schaeffer & fulkon.
Pewarnaan Kapsul
Kapsul : merupakan lapisan lendir yang menyelubungi sel, sebagai cadangan makanan, untuk perlindungan.
Tanpa pewarnaan, K sukar dilihat dibawah mikroskop, sebab : K. tak berawarna, K. indeks biasnya rendah.
K. Bersifat non ionik : tidak diwarnai dengan P. biasa tetapi dengan P. negatif.
Cara (M. Burry) :
Sediakan 2 kaca objek bersih
Teteskan 1 tetes tinta cina pada salah satu kaca objek.
Suspensikan 1 ose bakteri pada tetesan tinta cina tadi sampai homogen, jangan melebar.
Lebarkan suspensi tersebut dengan menggosokan pada kaca objek kedua (spt pembuatan hapusan darah)
Keringkan & fiksasi
Tambahkan boraks methylen blue 2 % diatas sediaan tadi & diamkan selama 1-2 menit
Cuci dan keringkan di udara
Periksa di bawah mikroskop
Pewarnaan negatif
Spesimen dicampur dengan tinta india & disebarkan menjadi lapisan tipis.
Menelaah morfologi : prosedur dan reagen pewarnaan sangat lemah pengaruhnya terhadap mikroorganisme.
Klasifikasi Bakteri
KLASIFIKASI BAKTERI
Lama ORDO FAMILI SUBFAMILI GENUS
Myxobacteriales
Thiobacteriales
Chlamydobacteriales
Actinibacillus
Leptotrichia
Actinomycetaceae Actinomyces
Nocardia
Erysipelihttris
Listeria
Actinomycetales
Mycobacterium
Mycobacteriaceae Corinebacteriae
Fusipormis
Hydrogenomonas
Methanomonas
Nitrobacteriae Carboxydomonas
Acetobacter
Nitrosomonas
Nitrobactericeae Nitrobacter
Azotobacter
Azotobacteriae Rhizobium
Pseudomonas
Pseudomonadaceae Loefflerella
Vibrio
Spirillaceae Spirillum
Neisserieae Neisseria
Coccaceae Mycrococeae Staphylococeus
Micrococeus
Eubacteriales
Streptococeus
Lactobasilleae Leuconostoc
Lactobasillus
Cromobaacterieae Cromobacterium
Achromobacter
Proteus
Serratia
Citrobacter
Enterobacteriaceae Escherichia
Enterobacterieae Klebsiella
Salmonella
Shigella
Moraxella
Pasteurellae Pasteurella
Haemophileae Haemophilus
Bordetella
Brucella
Bacillaceae Bacillus
Clostridium
Pemeriksaan sperma
Analisa Sperma
Semen/mani
Ejakulat berasal dari seorang pria
Berupa cairan kental dan keruh
Berisi sekret dari kelenjar prostat dan kelenjar lainnya
spermatozoa
Variabel yang diperiksa
Ejakulat
(pemeriksaan liquifaksi, viskositas, volume, pH, sel lain)
Sperma
(konsentrasi, motilitas, morfologi, aglutinasi)
Pra Analitik
Persiapan pasien
- abstinensia seksualitas 2 – 7 hari
- cukup istirahat
- cara pengeluaran : masturbasi tanpa pelicin
- tempat pengeluaran, di dalam kamar yang tenang dekat laboratorium
- cairan semen harus ditampung secara utuh/lengkap
Persiapan Sampel
- Penampung : gelas/pelastik bermulut lebar, non toksik
- labeling (nama, usia, no. reg. Lab, Waktu pengeluaran lengkap dengan menit)
- Pengiriman ke laboratorium harus dalam suhu tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas (±37°C)
ANALITIK
MAKROSKOPIS
(warna, bau, volume, viskositas, liquifaksi,pH)
B. MIKROSKOPIS
(motilitas, aglutinasi, vitalitas, konsentrasi/jumlah, morfologi,sel lain)
KIMIA
(fruktosa sperma)
A. MAKROSKOPIS
LIQUIFAKSI
Melihat waktu yang dibutuhkan cairan semen untuk mencair
dilakukan pada temperatur ruang
Homogen, tidak ada gumpalan
mencair tidak lebih dari 60menit
Normal : 10 – 20 menit
2. WARNA
putih kelabu / putih mutiara
BAU
bau khas seperti bunga akasia
4. VISKOSITAS / KONSENTRASI
Melihat kekentalan
menggunakan batang pengaduk,cairan semen ditarik sampai tidak putus
Atau menggunakan pipet tetes
Normal :
- sulur/ benang tidak lebih dari 2 cm
- menetes dalam 1 – 2 detik
5. pH
Menggunakan kertas pH indikator
Normal : 7,2 – 7,8
6. Volume
Menggunakan gelas ukur atau tabung berskala
Normal : 2 – 5 mL (sebelum liquifaksi)
B. MIKROSKOPI
MOTILITAS
Melihat pergerakan sperma
homogenisasi
10µL tetesan cairan semen di atas kaca objek, ditutup dengan kaca penutup 22x22mm (duplo)
Biarkan 1’ agar stabil
Diperiksa pada temperatur ruang, perbesaran lensa 400x, amati 100-200 sperma
Amati seluruh bidang pada sediaan yang rata
Normal : > 50%
Kriteria Motilitas Sperma
Excellent : gerakan sperma lurus, cepat, ke depan
Good : gerakan sperma lambat, berbelok – belok, sulit maju
Poor : gerakan sperma diam di tempat
Non : sperma tidak bergerak
Bila motilitas sperma kurang dari 50% dsb Astenozoosperma
2. AGLUTINASI
Melihat penempelan sperma
Aglutinasi dua sperma :kepala-kepala, kepala-leher, kepala-ekor, ekor-ekor,campuran
Aglutinasi berkelompok
Normal bila aglutinasi kurang dari 5%
Aglutinasi sejati, bila setelah penambahan NaCl fisiologis tetap ditemukan aglutinasi sperma
3. VITALITAS
Mengetahui jumlah sperma sebenarnya HIDUP pada saat dikeluarkan
Dilakukan bila jumlah sperma tidak bergerak >50%
Menggunakan pewarnaan eosin
4. KONSENTRASI
mengetahui jumlah sperma
Metoda : bilik hitung “improved neurbauer”
Diperiksa pada kotak eritrosit
Konsentrasi sperma/mL = ∑sperma x 200.000
Normal : 20 – 250 juta/mL
Kriteria Konsentrasi Sperma
Azoospermia, tidak ditemukan sperma
Ekstrimoligozoospermia , ditemukan 0 – 5 jt/mL
Oligozoospermia, ditemukan <20jt/mL
Polizoospermia , ditemukan >250 jt/mL
5. MORFOLOGI
Pewarnaan Giemsa atau Papanicolou
kepala, Leher, Ekor
Tetrazoospermia,bila 50% morfologi abormal
Normal :
Kepala : oval, panjang 3-5µ, lebar ½ -2/3 panjang kepala
Leher : langsing, <1/2lebar kepala, panjang 2x panjang kepala, satu garis dengan sumbu kepala
Ekor : batas tegas, berupa garis dengan panjang 9x panjang kepala
Morfologi Abnormal
Makro : 25%>kepala normal
Mikro : 25%
Makalah Pelayanan Laboratorium
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya (survival) manusia dituntut berjuang/berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup akan terus meningkat seiring waktu dan pertumbuhan dirinya, mulai dari lahir sampai dewasa. Bahkan laju peningkatan atau perkembangan kebutuhan hidup manusia akan selalu melekat pada kondisi interaksi sosialnya.
B. Tujuan
Adapun tujuan disusunnya makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Memahami pengertian pelayanan
2. Mengetahui sendi – sendi pelayanan prima
3. Mengetahui Aspek Mutu Dalam Perencanaan SDM Laboratorium Kesehatan
C. Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan penulis adalah dengan browsing internet.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pelayanan
Pelayanan mengandung makna sebagai aktivitas atau manfaat yang ditawarkan oleh organisasi atau perorangan kepada konsumen atau dalam bisnis sering disebut dengan customer (yang dilayani) yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki (daviddow dan uttal, 1989).
B. Aspek Mutu Dalam Perencanaan SDM Laboratorium Kesehatan
Sumber daya laboratorium kesehatan secara garis besar dibedakan menjadi dua macam, yaitu: sumber daya manusia ( human resources ) dan sumber daya non-manusia ( non-human resources ). Sumber daya manusia (SDM) merupakan potensi manusiawi yang melekat keberadaannya pada seorang pegawai yang terdiri atas potensi fisik dan potensi non-fisik.Potensi fisik adalah kemampuan fisik yang terakumulasi pada seorang pegawai, sedangkan potensi non-fisik adalah kemampuan seorang pegawai yang terakumulasi baik dari latar belakang pengetahuan, inteligensia, keterampilan, humanrelations.Sedangkan sumber daya non-manusia merupakan sarana atau perlatan berupa mesin-mesin atau alat-alat non mesin dan bahan-bahan yang digunakan dalam proses pelayanan laboratorium klinik.
SDM yang bekerja di dalam pelayanan laboratorium kesehatan cukup beragam, baik profesi maupun tingkat pendidikannya. Kebutuhan jumlahpegawai antara laboratorium kesehatan di Rumah Sakit dengan laboratorium kesehatan swasta, atau Puskesmas tentu tidak sama. Hal ini dikarenakan jenis pelayanan, jumlah pemakai jasa, dan permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing laboratorium tersebut berbeda-beda. Jenis ketenagaan yang diperlukan dalam pelayanan laboratorium kesehatan adalah sebagai berikut :
1. Staf medis
*. Dokter Spesialis Patologi Klinik,
*. Dokter Spesialis Patologi Anatomik,
*. Dokter Spesialis Forensik,
*. Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik,
*. Dokter umum yang telah memiliki pengalaman teknis laboratorium
2. Tenaga teknis laboratorium
*. Analis Kesehatan atau Analis Medis,
*. Perawat Kesehatan,
*. Dokter umum,
*. Sarjana kedokteran,
*. Sarjana farmasi,
*. Sarjana biologi,
*. Sarjana teknik elektromedik,
*. Sarjana teknik kesehatan lingkungan
3. Tenaga administrasi
4. Pekarya
Kalau dilihat dari fungsi laboratorium kesehatan, yakni melakukan pemeriksaan bahan yang berasal dari manusia atau bahan bukan dari manusia yang tujuannya adalah menentukan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan dan faktor yang berpengaruh pada kesehatan perorangan atau masyarakat, maka kebutuhan SDM yang terbesar adalah Analis Kesehatan sebagai tenaga teknislaboratorium.
Analis Kesehatan memiliki tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan pelayanan laboratorium.Pelayanan laboratorium yang dimaksud adalah pelayanan laboratorium secara menyeluruh meliputi salah satu atau lebih bidang pelayanan, meliputi bidang hematologi, kimia klinik, imunoserologi, mikrobiologi, toksikologi, kimia lingkungan, patologi anatomi (histopatologi, sitopatologi, histokimia, imuno patologi, patologi molekuler), biologi dan fisika.
Perlu disadari bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, tuntutan akan pelayanan kesehatan yang bermutu pun semakin meningkat. Sejalan dengan itu maka pelayanan diagnostik yang diselenggarakan oleh laboratorium kesehatan sangat perlu untuk menerapkan sebuah standar mutu untuk menjamin kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Salah satu standar mutu pelayanan laboratorium klinik Rumah Sakit adalah tersedianya SDM dengan jumlah yang cukup dan memenuhi kualifikasi tenaga sesuai dengan jenis pelayanan laboratorium klinik yang ada.
Berkaitan dengan mutu pelayanan laboratorium kesehatan, ada 3 variabel yang dapat digunakan untuk mengukur mutu, yaitu :
1. Input (struktur), ialah segala sumber daya yang diperlukan untuk melakukan pelayanan laboratorium kesehatan, seperti SDM, dana, fasilitas, peralatan, bahan, teknologi, organisasi, informasi dan lain-lain. Pelayanan laboratoriumkesehatan yang bermutu memerlukan dukungan input yang bermutu pula. Hubungan input dengan mutu adalah dalam perencanaan dan penggerakan pelaksanaan pelayanan kesehatan.
2. Proses, ialah interaksi professional antara pemberi layanan dengan konsumen (pasien/ masyarakat). Proses inimerupakan variable penilaian mutu yang penting.
3. Output/outcome , ialah hasil pelayanan kesehatan, merupakan perubahan yang terjadi pada konsumen (pasien/masyarakat), termasuk kepuasan dari konsumen tersebut.
Untuk meningkatkan mutu pelayanan, laboratorium klinik yang terdapat dalam seluruh Rumah Sakit perlu dikelola dengan menggunakan prinsip-prinsip manajemen yang tepat. Salah satu pendekatan mutu yang digunakan adalah Manajemen Mutu Terpadu ( Total Quality Magement, TQM ).
Konsep TQM pada mulanya dipelopori oleh W. Edward Deming,seorang doktor di bidang statistik yang diilhami oleh manajemen Jepang yang selalu konsisten terhadap kualitas terhadap produk-produk dan layananannya. TQM adalah suatu pendekatan yang seharusnya dilakukan oleh organisasi masa kini untuk memperbaiki otputnya, menekan biaya produksi serta meningkatkan produksi. Total mempunyai konotasi seluruh sistem, yaitu seluruh proses, seluruh pegawai,termasuk pemakai produk dan jasa juga supplier . Quality berarti karakteristik yang memenuhi kebutuhan pemakai, sedangkan management berarti proses komunikasi vertikal dan horizontal, top-down dan bottom-up , guna mencapai mutu dan produktivitas.
Pendekatan Manajemen Mutu Terpadu dalam pelayanan laboratorium adalah menggunakan konsep dari Creech, yaitu suatu pendekatan manajemen yang merupakan suatu sistem yang mempunyai struktur yang mampu menciptakan partisipasi menyeluruh dari seluruh jajaran organisasi dalam merencanakan dan menerapkan proses peningkatan yang berkesinambungan untuk memenuhi bahkan melebihi harapan pelanggan. Terdapat lima pilar Manajemen Mutu Terpadu, yaitu kepemimpinan, proses, organisasi, komitmen, produk dan layanan ( service) . Manajemen mutu terpadu berfokus pada peningkatan proses. Proses adalah transformasi dari input, dengan menggunakan mesin peralatan, perlengkapan metoda dan SDM untuk menghasilkan produk ataujasa bagi pelanggan.
Peningkatan proses yang selanjutnya akan meningkatkan mutu antara lain memerlukan perencanaan kebutuhan SDM yang matang. Perencanaan SDM dapat digunakan sebagai indikator kesesuaian antara supply dan demand bagi sejumlahorang dalam organisasi dengan keterampilan yang sesuai, membantu menilai dan melengkapi rencana-rencana dankeputusan-keputusan manajemen dengan menilai pengaruh-pengaruh daripada tenaga kerja, dan membantu organisasi agar terhindar dari kelangkaan SDM pada saat dibutuhkan maupun kelebihan SDM saat tidak dibutuhkan.
Komponen kunci dari perencanaan SDM adalah penentuan tipe SDM yang diperlukan. Untuk perencanaan kepegawaian dengan memperkirakan suplai dan permintaan terhadap SDM, selanjutnya menentukan perbedaan atas suplai dan permintaan, apa ada kekuranganatau kelebihan. Selanjutnya dapat ditentukan langkah strategik apa yang akan diambil dalam menghadapi kekurangan atau kelebihan SDM.
Perencanaan SDM bertujuan untuk mencocokkan SDM dengan kebutuhan organisasi yang dinyatakan dalam bentuk aktifitas. Merencanakan kebutuhan SDM berhubungan dengan hal-hal sebagai berikut :
a. mendapatkan dan mempertahankan jumlah dan mutu karyawan
b. mengidentifikasi tuntutan keterampilan dan cara memenuhinya
c. menghadapi kelebihan atau kekurangan karyawan
d. mengembangkan tatanan kerja yang fleksibel
e. meningkatkan pemanfaatan karyawan
C. Analisis dan Klasifikasi Tenaga Laboratorium
Analisis dan klasifikasi pegawai perlu dilakukan dalam merencanakan kebutuhan tenaga laboratorium kesehatan.Analisis pegawai adalah usaha-usaha mempelajari, mengumpulkan informasi serta merumuskan secara jelas mengenai kepegawaian dan batasan kualifikasi minimal pegawai yang dikehendaki untukmelakukan pekerjaan secara tepat guna dan berhasil guna.Sedangkan klasifikasi pegawai adalah tindakan pengelompokan pegawai berdasarkan kesamaan jenis ke dalam suatu kesatuan pegawai.
Analisis pegawai dapat memfokuskan peramalan ( forecasting ) dan perencanaan ( planning ) kepegawaian. Informasi analisis pegawai sangat dibutuhkan baik untuk kepentingan restrukturisasi, program perbaikan kualitas, perencanaan human resources, analisis tugas, penarikan pegawai, rotasi pegawai, program training, pengembangankarier, pengukuran performancemaupun kompensasi.
1. Forecasting SDM
Peramalan kebutuhan SDM merupakan unsur penting dalam perencanaan SDM. Peramalan SDM berusaha untuk menetukan karyawan apa yang diperlukan, baik tuntutan keahlian atau keterampilan tertentu dan berapa jumlah pegawai yang diperlukan. Jadi hal yang diperlukan dalam perencanaan tersebut adalah: jumlah, jenis, mutu.
Hampir semua perusahaan harus membuat prediksi atau peramalan kebutuhan karyawan pada masa yang akan datang, meskipun hal ini tidak tepat benar dengan kenyataan yang sebenarnya. Namun demikian melalui peramalan dapat mendekati kebenaran sehingga diperoleh efisiensi dalam penggunaan SDM.
Analisis kebutuhan organisasi akan SDM dinilai sangat penting karena berfungsi sebagai pusat kegiatan perencanaan SDM; mempengaruhi dan mengarahkankegiatan, perilaku dan dampak tindakan-tindakan operasional; meningkatkan pendayagunaan SDM secara optimal; mengarahkan perencanaan SDM dalam memperoleh jumlah, tipe dan mutu karyawan untuk mengerjakan sesuatu dengan tepat pada waktu yang tepat.
Perencanaan kebutuhan tenaga laboratorium perlu mempertimbangkan beberapa faktor, seperti :
*. Jenis laboratorium.Apakah laboratorium Rumah Sakit, laboratorium swasta, atau laboratorium kesehatan masyarakat.
*. Stratifikasi laboratorium. Apakah laboratorium itu adalah laboratorium di Rumah Sakit tipe A, B atau C. Jika laboratorium swasta, apakah laboratorium yang akan dibangun adalah laboratorium pratama atau utama.
*. Jenis pelayanan. Apakah akan melayani seluruh bidang atau disiplin ilmu, atau hanya beberapa bidang saja yang akan dilayanani.
*. Sasaran pelanggan : siapa yangingin dilayani? Apakah seluruh lapisan masyarakat, hanya untuk check-up, hanya untuk penelitian, dsb.
*. Target jumlah pemeriksaan danjumlah peralatan yang digunakan. Jika seluruh bidang pelayanan yang akan dipilih, maka jumlah pemeriksaan yang akan dikerjakan juga banyak, demikian juga dengan jumlah peralatan yang akan digunakan.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut selanjutnya dapat dibuat perencanaan SDM, seperti jenis atau kualifikasi ketenagaan, kompetensi, jumlah yang dibutuhkan, rekruitmen, dsb.
• Sendi – sendi Pelayanan Prima
1. Kesederhanaan
2. Kejelasan dan Kepastian
3. Keamanan
4. Keterbukaan
5. Efisiensi
6. Ekonomis
7. Keadilan
8. Ketepatan waktu
• 10 ciri pemimpin pelayanan
1. Mendengarkan
2. Empati
3. Menyembuhkan
4. Kesadaran
5. Bujukan / persuasif
6. Konseptualisasi
7. Kemampuan meramalkan
8. Kemampuan melayani
9. Komitmen terhadap pertumbuhan manusia
10. Membangun masyarakat
• Menciptakan citra positif
1. Meningkatkan kualitas pelayan pada pelanggan
2. Membuat pelanggan merasa diperhatikan
3. Menyelaraskan dengan apa yang dikatakan dengan nada, kecepatan, sikap tubuh dan pandangan mata.
4. Mengenal siapa pelanggan dan apa kebutuhan pelanggan
• Meningkatkan kualitas pelayanan
1. Akurasi pelayanan
2. Keramah tamahan dan kesopanan
3. Taggung jawab
4. Kelengkapan
5. Kemudahan mendapatakan pelayanan
6. Variasi model pelayanan
7. Kenyamanan
8. Sarana dan prasarana pelayanan
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
• Pelayanan mengandung makna sebagai aktivitas atau manfaat yang ditawarkan oleh organisasi atau perorangan kepada konsumen atau dalam bisnis sering disebut dengan customer (yang dilayani) yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki (daviddow dan uttal, 1989).
• Sendi – sendi Pelayanan Prima
1. Kesederhanaan
2. Kejelasan dan Kepastian
3. Keamanan
4. Keterbukaan
5. Efisiensi
6. Ekonomis
7. Keadilan
8. Ketepatan waktu
• 10 ciri pemimpin pelayanan
1. Mendengarkan
2. Empati
3. Menyembuhkan
4. Kesadaran
5. Bujukan / persuasif
6. Konseptualisasi
7. Kemampuan meramalkan
8. Kemampuan melayani
9. Komitmen terhadap pertumbuhan manusia
10. Membangun masyarakat
• Meningkatkan kualitas pelayanan
1. Akurasi pelayanan
2. Keramah tamahan dan kesopanan
3. Taggung jawab
4. Kelengkapan
5. Kemudahan mendapatakan pelayanan
6. Variasi model pelayanan
7. Kenyamanan
8. Sarana dan prasarana pelayanan
B. Saran
1. Bagi Penulis
Diharapkan mahasiswa dapat menambah sumber pustaka untuk memahami tentang mata kuliah manajemen laboratorium khususnya teori tentang manajemen pelayanan.
2. Bagi Institusi Pendidikan
Diharapkan Institusi Pendidikan dapat lebih meningkatkan pembekalan ilmu dan keterampilan mahasiswa agar mahasiswa lebih memahami tentang mata kuliah manajemen laboraorium khususnya teori tentang manajemen pelayanan.
DAFTAR PUSTAKA
. Sulistiyani, Ambar T. dan Rosidah, 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia : Konsep, Teori dan Pengembangan DalamKonteks Organisasi Publik, Graha Ilmu, Yogyakarta.
2. Departemen Kesehatan RI, Direktorat Jendral Pelayanan Medik, Pedoman Pengelolaan Laboratorium Patologi Klinik, Patologi Anatomik dan Patologi Forensik/Kamar Jenazah, Cetakan I, 1988.
3. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 04/Menkes/SK/I/2002 tentang Laboratorium KesehatnSwasta
4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. PER/08/M.PAN/3/2006tentang Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Kesehatan.
5. Kuncoro, T., et. al., 1997, Manajemen Proses di Laboratorium Klinik Menuju Produk yang Bermutu, Dalam : Sianipar, O. (ed), 1997, Prinsip-prinsip Manajemen Untuk Peningkatan Mutu Pelayanan Laboratorium Patologi Klinik Rumah Sakit, Magister Manajemen Rumah Sakit, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
6. Nursanti, Tinjung Desi, 2002, Strategi Terintegrasi Dalam Perencanaan Sumber Daya Manusia yang Efektif, Dalam Usmara, A. (ed), 2002, Paradigma Baru Manajemen Sumber Daya Manusia, edisi ke-3, Amara Books, Yogyakarta.
7. Moehijat, 1979, Perencanaan Tenaga Kerja, Penerbit Alumni, Bandung.
8. Umar, Husein, 1997, Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
9. Sunarto dan Sahedy Noor, 2001, Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), Bagian Penerbitan FE-UST, Yogyakarta.
10. Amstrong, Michael, 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik : Mengelola Karyawan, Buku Wajib Bagi Manajer Lini, PT. Bhuana Ilmu Populer, Jakarta.
11. Sumarsono, Sonny, 2003, Ekonomi Sumber Daya Manusiadan Ketenagakerjaan, Graha Ilmu, Yogyakarta.
12. Mangkuprawira, TB. Syafrie, 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Bisnis Plan Pembuatan Laboratorium
PENDAHULUAN
Pelayanan Laboratorium merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang diperlukan untuk menunjang upaya peningkatan kesehatan, pencegahan, dan pengobatan, serta pemulihan kesehatan.
Laboratorium sebagai penyelenggara kesehatan sangat tergantung pada keputusan birokrasi yang mempunyai jalur yang sangat penting dan kadang-kadang kebijakan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan kesehatan.
Dengan demikian laboratorium kehilangan kemandirian motivasi dan inisiatif pengembangan dan menunjukkankesehatan, termasuk perbaikan mutu kesehatan yang merupakan salah satu tujuan kesehatan nasional. Peran serta masyarakat, khususnya tenaga kesehatan dalam penyelenggara kesehatan selama ini sangat minim.
Dengan demikian hasil laboratorium mempunyai beban untuk mempertanggung jawabkan hasil penelitian kepada pasien,klien ataupun tenaga kesehatan lainya sebagai penentu tindakan selanjutnya. Laboratorium kesehatan yang bermutu menunjukkan pada derajat atau tingkat keunggulan suatu kesehatan dalam memadukan berbagai input seperti bahan dan alat penelitian, sarana kesehatan, suasana laboratorium yang kondusif, lingkungan yang nyaman dan dukungan administrasi, sehingga terjadi interaksi pelayanan yang baik.
Untuk melangkah ke arah itu dengan melihat kondisi sarana prasarana yang ada mustahil bisa tercapai masih jauh dari kemungkinan. Apabila dikaitkan dengan tuntutan program kesehatan atau rumahsakit yang menginginkanmasyarakat sadar akan pentingnya kesehatan dan sekrining penyakit dari gejala- gejala yang di rasakan dan mendapat kepastian diagnosa agar bisa membatasi ataupun dapat mengobati lebih dini agar trcapainya kesehatan masyarakat yang baik, menginginkan mutukesehatan yang meningkat sementara kemampuan dan keberadaaan laboratorium sangat jarang di masyarakat sehingga untuk menjawab diagnosa itu sangat memprihatinkan.
Dengan laboratorium ini, manfaat yang didapatkan pasien yaitu:
1. Prediksi, meramalkan terjadinya penyakit dikemudian hari
2. Deteksi dini, mengetahui penyakit sebelum gejala
3. Penunjang diagnosa
4. Pemantauan pengobatan
Manfaat yang didapatkan pemerintah yaitu dapat memantau kesehatan masyarakat sehingga nantinya dapat menyusun kebijakan-kebijakan yang dianggap perlu.
Priaga Laboratory merupakan perusahaan yang berkecimpung di bidang kesehatan berupa Pemeriksaan kesehatan guna mendukung derajat kesehatan masyarakat yang tinggi. Dalam pengambilan keputusan Priaga Laboratory berorientasi pada pelanggan. Sehingga prospek perusahaan untuk berkembang sangat tinggi dan didukung juga dengan keberadaan laboratorium klinik di masyarakat masih jarang.
Melihat masih banyak rumah sakit yang belum menerapkan sistem informasi ditambah pengguanaan mobile phone yang telah menjadi kebutuhan primer masyarakat, dan akses internet yang semakin mudah, maka proyeksi dari penggunaan aplikasi ini akan terus meluas, dimulai dari kota Bandung dan akan meluas ke daerah-daerah di sekitar Bandung. Setelah Wilayah propinsi Jawa Barat telah terkelola dengan baik, aplikasi ini akan diimplementasikan di kota-kota lainnya di pulau Jawa seperti Jakarta, Banten, Semarang, Jogjakarta, dan Surabaya sehingga target Indonesia Sehat 2015 dapat terrealisasi.
Mengenai sumber dana, perusahaan kami berdiri dengan bantuan dana dari PT Telkom Indonesia, dan baru sebatas proses perancangan dan uji coba. Sehingga dana yang diperoleh kedepannya akan digunakan untuk membangun sistem informasi di rumah sakit-rumah sakit di kota Bandung dan kota lainnya di Jawa Barat.
VISI MISI, STRATEGI
Visi
Terwujudnya pelayanan laboratorium prima dan terjangkau
Misi
Menyediakan sarana dan prasarana laboratorium
Memberikan pelayanan yang bermutu dan terjangkau
Meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM)
Strategi
Untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan, dilaksanakan strategi sebagai berikut:
a. Sosialisasi program pelayanan laboratorium
b. Mempersiapkan sumber daya laboratorium
c. Mengembangkan manajemen profesional
d. Mengembangkan system informasi pelayanan
e. Melakukan pengendalian mutu internal dan eksternal
DESKRIPSI USAHA
Laboratorium klinik Priaga memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan dibidang kimia klinik, hematologi, imunoserologi, dan mikroboilogi. Kami melaksanakn pemeriksaan dengan beracuan pada kinerja profesional staf teknis laboratorium dan orientasi pelanggan. Prosedur yang harus ditempuh pasien pun relatif lebih sederhana sehingga kepuasan dan akurasi pemeriksaan berkualitas serta dapat dipertanggung jawabkan. Sehingga empat fungsi laboratorium dapat terpenuhi yaitu : fungsi prediksi penyakit, deteksi dini penyakit, penunjang diagnosa, dan pemantauan pengobatan penyakit.
ANALISIS SWOT
Strength
Laboratorium klinik belum ada di arealmajalengka kota
Memiliki tenaga ahli teknisi laboratorium
Proses pemeriksaan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur
Mengutamakan pelayanan yang prima
Sistem operasional yang sederhana sehingga memudahkan pasien untuk melakukan pemeriksaan
Weakness
Mahalnya Harga reagen dan alat
masih minimnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan
Opportunity
Masyarakat Majalengka membutuhkan laboratorium yang jaraknya tidak terlalu jauh dari area kota
Orang yang sakit cenderung tidak mempermasalahkan harga untuk pelayanan kesehatan
Diagnosa suatu penyakit ditentukan oleh pemeriksaan laboratorium
Threats
Menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada laboratorium
Munculnya Laboratorium klinik yang melakukan pelayanan sejenis
Marketing Plan dan Strategi Pemasaran
Dalam strategi pemasaran, kami merencanakan positioning dengan menggunakan STP, hal ini diperlukan untuk menentukan siapa segmen dan target pasar dan bagaimana memposisikan Priaga Laboratory di mata pasien.
STP
Segmenting: segmen pasar yang akan kami bidik adalah orang-orang yang terserang penyakit dan orang-orang yang sudah mulai sadar akan kesehatan.
Targeting: target pasar kami adalah pasien dari dokter yang mebuka praktek , perseorangan, dan pasien dari rujukan dokter, dan perusahaan yang melakukan pemeriksaan kesehatan untuk karyawannya.
Positioning: kami memposisikan perusahaan kami agar dapat dengan mudah diingat oleh konsumen dengan slogan ”health well, live well” .
Sebagai tindak lanjut strategi pemasaran maka laboratorim Priaga mengusung program 7P, yaitu:
1) Pelayanan
Pelayanan yang kami berikan adalah dibidang kimia klinik, hematologi, imunoserologi, dan mikrobiologi.
Kami juga menawarkan Pelayanan kami tersebut dalam bentuk paket yang pemilihannya berdasarkan jenis penyakit yang diderita pasien.
2) Price
Harga yang kami tawarkan cukup kompetitif bila dibandingkan dengan ompetitor sehingga dapat menarik perhatian pasien. Berikut ini adalah daftar harga dari nasi goreng, jus buah dan aneka menu paket.
Daftar Harga dan Pelayanan
No Jenis Pemeriksaan Uraian Harga
1 darah rutin 80,000
2 darah lengkap 100,000
3 Urin Rutin 30,000
4 Urin lengkap 50,000
5 BTA 60,000
6 Golongan Darah 40,000
7 gula darah 15,000
8 asam urat 33,000
9 SGPT 49,000
10 SGOT 40,000
11 Ureum 67,000
12 Kreatinin 57,000
13 Koloseterol 20,000
14 General check up Hematologi lengkap
Urin lengkap
Golongan Darah
Glukosa puasa
HBs Ag
TPHA
VDRL
500,000
15 PAP Semir 100,000
3) Place
Lokasi usaha kami adalah di jalan K.H Abdul Halim No 114 Majalengka tepat di daerah pusat kota sehingga lokasi tersebut dapat diakses dengan mudah karena dilalui oleh berbagai angkutan umum, dekat dengan beberapa praktek dokter, balai pengobatan, dan lokasi perkantoran.
4) Promotion
Cara pemasaran yang kami lakukan adalah dengan memasang iklan di surat kabar untuk beberapa kali di akhir minggu, menyebarkan leaflet dan brosur pelayanan yang diberikan Priaga Laboratory di sekitar jalan K.H. Abdul Halim, RSUD Majalengka, Balai Pengobatan Munjul, dan area kota yang lainnya.
Hal-hal tersebut diatas dilakukan secara bertahap sedangkan untuk kegiatan pemasaran selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan, atau hanya untuk memperkenalkan pelayanan yang baru.
Kami juga sangat mengandalkan cara pemasaran melalui word of mouth dari konsumen-konsumen kami yang telah merasakan kualitas dan pelayanan yang kami berikan.
5) People
Untuk melayani pasien yang datang ke tempat kami, kami dibantu oleh 2 orang analis kesehatan, satu staf admin. Dalam pelayanan kami menekankan untuk melayani pelanggan dengan ramah dan kemanusiaan.
6) Process
Dalam proses pemeriksaan kami memperhatikan tiga proses utama laboratorium yaitu tahap pra analitik yang mencakup : kesiapan sampel, administrasi, dan metode pemeriksaan. Kedua, tahap analitik yaitu proses pemeriksaan. Tahap ketiga adalah tahap post analitik yaitu tahap pencatatan dan pelaporan.
7) Phsycal evidence
Bentuk fisik yang dapat dilihat oleh konsumen dari seragam yang dikenakan oleh Analis kesehatan dan staf admin agar mereka lebih mudah untuk dikenali. Selain itu juga tempat lokasi usaha kami dan penamaan Laboratorium yang kami gunakan.
Market Area
Wilayah pemasaran yang kami tawarkan adalah sekitar Area Kota Majalengka, seperti yang telah kami paparkan bahwa masyarakat Majalengka khususnya orang yang sakit memiliki kecenderungan untuk berkorban demi kesehatan. Selain itu terdapat 8 praktek dokter dan satu balai pengobatan. Sehingga daerah ini merupakan tempat yang cocok sebagai daerah pemasaran. Kami menjalankan usaha kami setiap hari senin-Sabtu dari pukul 08 siang-04 sore.
Main Customers
Konsumen utama yang menjadi sasaran kami adalah perseorangan, rujukan dokter, dan perusahaan atau kantor, dan proyek pemerintah di Bidang Kesehatan. Alasan mengapa yang tersebut diatas menjadi konsumen utama kami adalah karena kami melihat mereka adalah orang yang membutuhkan pelayanan jasa kami.
Potensi dan Segmentasi Pasar
Semakin bertambahnya Kesadaran masyarakat akan kesehatan dan pendirian praktek dokter serta balai pengobatan akan meningkatkan jumlah pasien pada laboratorium Priaga.
Analisis Pesaing
Pesaing sampai saat ini yaitu laboratorium Prodia yang dikenal dengan pelayanan yang baik namun harga yang diberikan relatif tinggi, jarak yang cukup jauh juga menjadi faktor kelemahan laboratorium Prodia. Selain itu pesaing juga dari laboratorium rumah sakit Majalengka, namun pelayanan di laboratorium Rumah sakit majalengka berdasarkan data dilapangan kurang Ramah dan kurang lengkap sehingga pasien merasa tidak puas.
Analisis Profit
Profit yang didapat diperoleh dari biaya pasien yang melakukan pemeriksaan di laboratorium, semakin banyak pasien yang melakukan pemeriksaan semakin besar pula pendapatan yang diterima. Adapun untuk besaran harga tiap pemeriksaan disesuaikan dengan bahan dan alat yang digunakan serta keadaan masyarakat di wilayah pemasaran.
Kebutuhan Dana Pengadaan
No Jenis bahan dan barang Uraian Biaya (Rp)
1 Meubelair dan renovasi kecil Meja, kursi,tempat tidur 5,000,000
Penataan halaman 1,000,000
6,000,000
3 Biaya perizinan 5,000,000
4 Administrasi Alat tulis 1,000,000
Komputer 3,000,000
4,000,000
5 Bangunan 20,000,000
6 Pemasaran 5,000,000
Jumlah 40,000,000
No Nama Peralatan dan Bahan Model/Tipe Unit Harga
1 Test Gula Darah Ascensia Elite 1 1,100,000
2 URINE METER H 50 DIRUI 1 11,000,000
3 Photometer BS 3000 M 1 20,000,000
4 Autoclave Table Top EA-652 EVELIGHT 1 21,000,000
5 Refrigator sharp SJ-G223T 1 1,700,000
6 Mikroskop XSZ-107BN Yazumi (1600x) 2 5,000,000
7 Mikropipet 1 set 1,250,000
8 Tensimeter raksa YAZUMI 1set 280,000
9 centrifuge 8 tabung HEALTH 1 1,700,000
10 centrifuge hematokrit WINA/GEMMY 1 8,000,000
11 sterilisator Elitech Smic Corona 1,000,000
12 waterbath 12,000,000
13 Lancing Device Automatic Sammora 1 300,000
14 peralatan gelas 2,000,000
15 stopwatch 100,000
16 APD petugas dan P3K 500,000
17 lain-lain 10,000,000
Jumlah 96,930,000
No Bahan Tipe Banyaknya Harga
1 spuit terumo 4 box 200,000
2 strip urin combur m 100 1 box (100pcs) 350,000
3 blood lancet 21 G 1box (200pcs) 55,000
4 reagen hematologi 3,000,000
5 reagen kimia klinik 3,000,000
6 reagen imunoserologi 3,000,000
7 mikrobiologi 3,000,000
Jumlah 12,605,000
Beban gaji Perbulan
No Jenis Uraian Gaji
1 tenaga kerja 2 analis kesehatan 3,000,000
tenaga admin 1,200,000
satpam 900,000
clening service 700,000
Penanggungjawab 2,000,000
2 administrasi 500,000
3 CV direktur 2,500,000,
wakil direktur 2,000,000
sekertaris 1,500,000
bendahara 1,500,000
Jumlah 13,300,000
Biaya Operasional
2013 2014 2015
Biaya sewa Tempat Rp 10.000.000,00 Rp 10.000.000,00
Biaya listrik dan Air Rp 6.000.000,00 Rp 6.000.000,00 Rp 6.000.000,00
Gaji Rp 159.600.000,00 Rp 159.600.000,00 Rp 159.600.000,00
Biaya Pengadaan reagen Rp 12.605.000,00 Rp 12.605.000,00 Rp 12.605.000,00
Depresiasi Rp 5.000.000,00 Rp 5.000.000,00 Rp 5.000.000,00
Total Rp 183.205.000,00 Rp 193.205.000,00 Rp 193.205.000,00
Pendapatan per hari
No jenis pasien harga jumlah
1 Check up 5 500,000 2,500,000
2 BTA 2 60,000 120,000
3 darah lengkap 1 100,000 100,000
4 golongan darah 3 40,000 120,000
5 PAP Semir 2 100,000 200,000
6 kolesterol 2 57,000 114,000
7 Urin lengkap 2 50,000 100,000
Jumlah 3,254,000
Jadi untuk pendapatan pertahun adalah Rp. 84.604.000, berarti untuk periode setauhun efektif sepuluh bulan maka pendapatan RP. 846.040.000,00.
Keuntungan
2013 2014 2015
Biaya sewa Tempat Rp 183.205.000,00 Rp 193.205.000,00 Rp 193.205.000,00
pendapatan Rp 846.040.000,00 Rp846.040.000,00 Rp846.040.000,00
Pajak Rp 6.528.350,00
Rp 6.528.350,00
Rp 6.528.350,00
Total pendapatan bersih Rp 656.306.650,00
Rp 646.306.650,00
Rp 646.306.650,00
Langganan:
Komentar (Atom)