Rabu, Oktober 29, 2014

Woii

Tiap mata dimanjakan dengan senyuman dan sanubari tulus..
Tiap rumah disediakan jamuan surgawi..
Tapi tetap hanya sebatas kicauan ditenggorok..

Karena segalanya dikibaskan alam kemarin..
Karena semuanya seperti ditenggorok..
Hingga sering tersendak..dan berulang kali..

Woy..aku lelah..
Woy!
Sampai kapan hanya jingga dan abu yang ditahankan..
Maka suatu saat terbang jualah aku dibuatnya..
Woy!
Ini hanya kalimat sederhana dan tak ragu..

Woy!ini adalah bentuk goresan..bulatan tekad..dan gambaran peta masa depan

Mudah..
Karena telah dijejali dengan kata isapan semata..

Karena aku tlah lelah dan kan hilang,
Iyah hilang!
Seperti ucapmu yang mudah berubah!
'Jika tak jua datang muson barat yang bawamu perubahan'

Senin, Oktober 13, 2014

Ya

Lantas tak ubah juga pergi..

Dalam diam penuh malu
Tak perlu saja
Karena telah binasa
perlu saja tak malu
Karena telah binasa
Diam saja perlu
Karena telah binasa

Penuh diam tak perlu
Karena telah binasa
Perlu diam malu binasa
Karena telah penuh

Karena penuh malu diam
Karena telah perlu
Diam malu binasa diam
Karena telah perlu

Kamis, Oktober 02, 2014

Mungkin

Sinar terang menyambut pagi
Senada dengan warna nirwana
Sejuk sejuk namun tak mau berbagi
Hanya baunya saja semerbak..
    

     Akasia semerbak menambah aroma

Namun tak jua segalanya pudar..
Padahal pucat pasi yang kian memaksa diri..

Iya ..

     Jingganya tak ubah membawa kelabu
     Kelabu yg hanya akan diterbang awan.
     Hingga warnanya hitam dan pekat
     Setitik harapan dan terus bertahan..

Esoknya langkahnya terlihat biasa
Hanya satu dua yang menyisakan jejak
Yang lainnya tinggal batu
Diam ..
Ditempapun hanya muncul suara yang tak berbalas..

Hei pagi mungkinkah lusa masih datang?
Hingga lirihnya dapat berhenti..
Karena jika kau menyambut ...senyumnya hilang..

       Cuma malu malu dan jua berderma apalagi menjawab..

Biarkan saja..biar ikut usang..

Satu persatu mulai memudar..
Bak warna dihembuskan air..
Tersiram dan menghilang..

YA MENGHILANG!