Jumat, Januari 23, 2015

Sedikit saja

Derai malam ditengah riuhnya keramaian..
Tersimpan kata yang pelik dan penuh dengan kerahasiaan.
Memang tak besar namun masih pula tak dapat menjadikannya tiada..

Satu demi satu rasanya ingin..
Ingin dalam sayup sayup bersembunyi dalam kesempatan..tak perlu banyak..setetespun cukup..
Hanya ingin satu saja tak perlu banyak..
Agar tahu dan agar tak ada lagi kalimat dalam tanya..

Iya..hanya sedikit..cukup pula dengan memandang dengan kata..
Karena segalanya itu penuh harap dan semerbak..

Dan tak pula harus dijawab..
Cukup hanya aku..iya sedetik dari seluruh sisa usia..

Biar saja...biarkan menengadah dan slalu menatap dari sisi lain..
Tak perlu jua untuk sama..

Garis memang telah dibentuk..takdir memang tengah menjulang..biarkan saja karena aku tak ingin menerobos takdir,hanya ingin mengintip dari sela sela yang mungkin bisa kuisi dengan pesan..pesan yang hanya cukup dilihat tak harus dilanjutkan dan tak pula harus dipikirkan..hanya cukup tahu..

Hanya ingin tak lebih dari itu..
Tak lebih dari sekedar sapaan saat samudera makin membesar..
Tak lebih dari kata saat kalimat diujung pengharapan...

Sedikit saja..
Hanya perlu satu arah dan tak harus dipantulkan..
Hanya perlu itu dan tak lebih..

Ikuti saja ..agar tak ada lagi yang terselipkan..hingga kertasnya lurus dan tak ada lipatan..biarkan saja jika masih ada bekas lipatan.yg penting hilang lipatannya....
Hanya perlu sedikit..
Tak perlu banyak..iyah tak perlu..

Cukup sedikit saja..
Iya aku bilang sedikit saja..

Kamis, Januari 22, 2015

Air

Titik air seperti bias yang menjadikan serbuk kedinginan..
Genangannya terkadang membuat syarat membius jagat..
Diselipi dengan aroma bual yg tak pernah jua berhenti..

Perlahan air mengalir ..namun mkin jauh arus nya terasa deras tak terkendali..
Hingga jalannya ditebas takdir

Berjalan..

Selasa, Januari 06, 2015

Mestinya

Salam kelelahan disore ini pelipur kerja keras..
Senyap tenaga yang makin tersungkur diabaikan demi kesejahteraan..
Bahkan perubahan hidup dilanjutkan atas nama tanggungjawab..
Hingga bara kesalahan berharap dihilangkan..

  Akan tetapi..cahya terang tak kunjung datang..
  Karena masih saja pongah ditengah jalan..

Bagai sayap sayap lukisan yg tampak bergerak tapi mati pada nyatanya..
Bagai terik sinar begitu indah tapi panas nyatanya..
Bagai hamparan pasir nan elok padahal keronta dalamnya..

Hanya goresan luar yang terkena tatapan..
Hanya sebatas kulit luarnya..
Hanya itu dan tak pernah lebih..

Senjapun berjalan malam..
Bosanku terus bersajak tentang malam..
Karena malam tak ubah hanya proses menuju siang kembali..

Mestinya...