Derai malam ditengah riuhnya keramaian..
Tersimpan kata yang pelik dan penuh dengan kerahasiaan.
Memang tak besar namun masih pula tak dapat menjadikannya tiada..
Satu demi satu rasanya ingin..
Ingin dalam sayup sayup bersembunyi dalam kesempatan..tak perlu banyak..setetespun cukup..
Hanya ingin satu saja tak perlu banyak..
Agar tahu dan agar tak ada lagi kalimat dalam tanya..
Iya..hanya sedikit..cukup pula dengan memandang dengan kata..
Karena segalanya itu penuh harap dan semerbak..
Dan tak pula harus dijawab..
Cukup hanya aku..iya sedetik dari seluruh sisa usia..
Biar saja...biarkan menengadah dan slalu menatap dari sisi lain..
Tak perlu jua untuk sama..
Garis memang telah dibentuk..takdir memang tengah menjulang..biarkan saja karena aku tak ingin menerobos takdir,hanya ingin mengintip dari sela sela yang mungkin bisa kuisi dengan pesan..pesan yang hanya cukup dilihat tak harus dilanjutkan dan tak pula harus dipikirkan..hanya cukup tahu..
Hanya ingin tak lebih dari itu..
Tak lebih dari sekedar sapaan saat samudera makin membesar..
Tak lebih dari kata saat kalimat diujung pengharapan...
Sedikit saja..
Hanya perlu satu arah dan tak harus dipantulkan..
Hanya perlu itu dan tak lebih..
Ikuti saja ..agar tak ada lagi yang terselipkan..hingga kertasnya lurus dan tak ada lipatan..biarkan saja jika masih ada bekas lipatan.yg penting hilang lipatannya....
Hanya perlu sedikit..
Tak perlu banyak..iyah tak perlu..
Cukup sedikit saja..
Iya aku bilang sedikit saja..