Kamis, Maret 26, 2015

Begitulah

Sejenak mengambil nafas ditengah kawalan tekanan..
Hanya untuk rehat dari semua rintangan hari..
Untuk menerbangkan untaian berbagai sesak kehidupan..
Hingga batasnya dilampaui dan dirasakan..
Seutuhnya hingga dawainya tak bergetar lagi..
Hingga langkah kakunya lenturlah sudah..

Biarkan saja orang berlari..
Karena aku memang hanya menunggu ..
Dipenghujung jalan yang mungkin orang tak akan pernah sampai meski terbang sekalipun..
Meski ini bukan tujuan..
Tapi aku telah sampai pada takdir yang membawa ke tempat ini..

Begitulah kawanan terbang yang tak ada induknya...
Terus bergerak tak karuan..

Diatas awan dia titip pesan agar hujan jangan turun hari ini..
Kepada angin dia memohin untuk tak ribut sore ini..
Kepada langit dia berujar cerahlah agar tetap membiru seperti itu..

Begitulah...

Sabtu, Maret 14, 2015

Hey..

Hey..
Telah lama waktu berjalan maju..
Rona rona masih berlarian dibenakku..
Nafasnya semakin terengah engah
Karena jarak sudah makin menganga..
Tanya tanya kecil yang telah membuatku
Berlari sejauh ini..

Karena mungkin ada sebilas bekuan didada yang ingin aku keluarkan..
Karena mungkin keingintahuanku tentang hari ini..

Aku tahu air akan terus bergerak menjauhi gunung..
Namun apakah masih ada air yang terjebak dalam genangan yang tak keringkah?
Adakah magma yang telah meletup yang membekukah?yang selanjutnya membatu dan tak pernah hancur..

Dara...
Senyummu terlalu lebar untukku sempitkan..
Rautmu membelenggu dalam relung jiwa..
Hingga terpejam saja segalanya penuh cerita..

Hari yang terakhir itu akan datang..
Datang membekap semua bualan dada..
Hingga akan lepas semua nota nota dijiwa..
Menunduk dan tersenyum meski tahu cerita terakhirnya sama..
Sama karena tak akan mampu melawan waktu..
Waktu yang terus membayang membelenggu..dan benar benar menjadi
Pembatas akhir cerita..
Seperti saat ini..

Rabu, Maret 11, 2015

Kau

Bayang semu hanya dalam lamunan yang pudar..
Yang kadang biasnya itu tak tahu masih bergambar atau tidak..
Masih bergaris atau tidak..

Dalam jalanan yang lurus dan tidak ada persimpangan ..
Ternyata kakiku yang sakit bukan jalan yang tak rata..
Bukan pula tanjakan yang curam..
Hanya kakiku yang mulai membeku dan lumpuh yang membuat aku berjalan tertatih..
Paku itu..
Iya paku kemarin yang menancap sudah kucabut namun sisanya masih ada..
Lukanya sudah kering..namun infeksinya entah ada atau tiada..

Tapi aku yakin jalan ini akan berujung meski dengan atau tidak tanpa kaki..
Atau pun tanpa luka atau tertawa..

Biar saja biasnya hilang..
Atau biar saja biasnya jadi bayangan nyata..
Yang aku butuhkan adalah nyatanya..
Untuk saat ini..detik ini..besok..lusa dan hari yang akan datang..

Minggu, Maret 08, 2015

Tuhanku

Tuhanku juga punyamu..
Tuhanmu juga punyaku..
Lelah sangat aku rasa..
Lelah aku dibuatnya..
Senyap dadaku ..pengap dan makin sesak..
Sungguh makin sesak.
Dalam gelap..

Tuhanku..
Aku satu rantai
copot yg terlepas dari bagian lainnya..