Angin yang menyisir malam ini disambut dengan bekap malam yang makin menusuk..
Tak perlu dilawan hingga biarkan terbang ke lima tahun silam..
Masa dimana langkahku semakin mencoba berlari..
Jati diri katanya...
Kawan...
Waktu memang tak menghiraukan masa lalu..
Tak pula membawanya kembali ke masa kini..
Tapi biarkan sejenak kita terbangkan lamunan ke masa yang penuh dengan sejuta warna persahabatan..ke masa Sederet kenangan yang kita lukiskan bersama..
Karena tanpamu...tanpaku...dan tanpa kita..semuanya tak akan tercipta
Taukah seberapa lama kita tak berjumpa kawan?
Taukah seberapa lama kita tak berkirim pesan kawan?
Taukah seberapa lama kita tak tertawa bersama kawan?
Taukah seberapa lama kita tak saling menatap kawan?
Tapi aku..
Aku tak ingin tahu ...
Karena yang ku tahu kau ada di setiap langkahku..
Karena yg ku tahu kau ada dalam setiap senyumanku...
Karena yg ku tahu kita memang selamanya...
Dengan sedikit menoleh pada masa putih abu...
Menyembulkan senyuman haru...
Ternyata jalan kita panjang...
Ternyata jalan lama pula kita jauh melangkah..
Kini kuingin menepi dan melihat sejauh mana aku telah berjalan..
Tapi tepat di perpisahan kelas itu tak akan kulupakan senyuman kita...
Tepat di hari hari dimana kita bertegur sapa setiap waktu yang tak akan aku hapus...
Masih ingatkah kawan ...
Ketika awal mopd?
Ketika kita berlari dengan wajah polos...
Menyasar mimpi dan menegakan cita cita dengan keyakinan...
Masih tersimpan dalam kobaran jiwa..
Langkah berikutnya...
Kita dipertemukan dalam satu ruangan menuntut ilmu bersama dari almamater yang membuat kita bangga..
Berjalan dengan begitu berwarna..
Dimulai dengan senyuman senyuman kecil...ditantang dengan diskusi yang kadang begitu panas..
Hingga dalam suatu saat kita saling kesal satu sama lain..meski kutahu ternyata kita disakit hatikan karena rasa sayang kita...karena kita saling menguatkan satu dengan yang lain nya..
Masih ada dalam benakku liga ganesha...
Yang berakhir dengan suka duka yang ada..
Disana aku yakin bahwa kita memang kompak...
Disana aku yakin bahwa kita memang kuat..
Bahwa kita memang satu..
Bahwa kita keluarga...
Bahwa kita adalah terbaik..
Bahwa kita terus berjalan dalam satu tujuan..
Lambat waktu berjalan dengan segenap apa yang kita goresan...
Jajanan yang akan slalu kita kenang disetiap sisi sekolah..
Bibitingan yang kini kita rindukan...
Mie tektek yang memanggil kita untuk menepi..
Nasi goreng yang menunggu di keharumannya..
Dan kursi Kopsis yang merindukan kita untuk duduk bersama..bersama bercerita banyolan kecil..
Iyah banyolan kecil sekedar menemani waktu senggang kita..
Kawan coba tutup mata dan rasakan sejenak keadaan di waktu itu..jika kau sudah terlupa..maka pegang tanganku.. akan aku bimbing kau menuju lorong waktu 5 tahun yang lalu..
Rasakanlah berlarian jika hendak jam 7 tiba terkadang kita menghindari bertemu pak edy...
Padahal di hati terkadang bergumam jam sekolah kecepetan..padahal memang kita kesiangan..
Masihkah ada kalimat paling indah dari persahabatan?
Masihkah ada kata paling tinggi selain kekeluargaan?
Masihkah ada realita paling nyata selain saling menguatkan?
Dan itu..
Itu kudapat..dari kau..dari aku..dan dari kita..
festival band...
Selang beberapa tahun mengarungi persahabatan..kita bernyanyi ..melompat..berhujan hujan...melepas kepenatan ujian kala itu..
Iyah bernyanyi yg terkadang bermusik keras seakan melompatkan haralan kita yang tinggi..dirangkum begitu merdu di alunan festival band..
Tapi dalam malam dan siang yg menyengat berlarian menjual kupon demi sebongkah keuntungan kelas...
Di hiasi tenda tenda dan panggung hiburan..
Membuat kita belajar mencari selembar rupiah..
Iyah itulah bazaar..
Dimana ada semangat yang tertanam..
Ada gengsi yang dipertahankan..
Sahabat..
Kau ibarat bintang yang tak setiap saat aku lihat tapi sinarnya menerangi setiap waktu..
Sahabat hakikatnya kita saudara kembar, yang Tuhan pisahkan rahim antara kita ..
Persahabatan kita ibarat kaki yang terluka, secara spontan mulut akan berkata "aduh" dan tangan pun langsung mengusap dan mengobatinya tanpa diminta
Persahabatan kita ibarat kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya
Persahabatan kita memang tak saling mengerti..tapi saling menerima apa yang tidak dimengerti..
Dan pada akhirnya ...saat ini..
Hanya satu kalimat yang masih terpatri dari bapak kepala tercinta yang tlah berpulang pada-Nya
' selamat datang para calon bupati..menteri ..pejabat..dan pemimpin indonesia...'
Langkah kita sedang berjalan di tengah itu pa...
Kami akan memberi hal terbaik bagi almamater dan negara ini...
Sahabat!