Sabtu, September 05, 2015

Tuhanku

Terus berjalan...
Terus bertahan hingga akhitnya menyerah...
Episode demi episode dilewati hingga jera sudah..
Drama demi drama dilampaui hingga menghilang..
Sudah jera..
Terlalu aku yang harus menanggung..
Ketika kuterluka hanya sendiri yang rasa..

Biarkan saja aku berdiri sendiri..
Dengan segala apa yang ada dalam diri..
Agar aku tak harus membawa ...

Semuanya terjerat mati...
Hingga mati rasa rasaku..
Menjelma menjadi ombak yang hancurkan karang..

Lelah...

Kamis, September 03, 2015

Lelahku

Aku mencoba berlari dari kabut yg mengejarku..
Akan kututup hingga tak ada lagi angin datang mengejarku..
Agar aku terbiasa..
Menendang semua hambatan yang menahanku...
Agar aku berlari dan tak mau datang lagi..
Aku lelah hidup di negri orang..
Dengan tegukan madu namun dikerongkongan bak empedu...
Serasa bertahan dalam hidupku yang hina..
Aku akan menghilang bersama cita dan harapanku yang makin menjauh...
Aku berlari ...dan tak akan menengok kebelakang lagi..
Karena cahaya nya tlah padam..
Begitu juga warna nya telah pudar..
Aku lelah Tuhan...

Rabu, September 02, 2015

Syukur

Aku yang hidup dalam jutaan hari..
Menghabiskan waktu dalam kesia siaan
Melepaskan jiwa dalam ketakberartian..
Menghapus semua kesyukuran...
Hingga pada titik kekufuran...

Jika sejuta hariku melupakanmu..
Maka hanya sedetikku mengingatmu..
Jika sejuta waktu ingkar darimu..
Maka hanya sejenak aku mendekatkan diriku...
Jika dalam kesenangan kumelupakanmu..
Maka hanya dalam kesedihan ku mengingatmu..
Makanya kau berikanku kesedihan hingga ku tak melupakanmu...

Seperti abu aku..mengepul setelah dibakar..
Mengoyak setiap desir tubuhku..
Menerjang tawanan hati dan menguburnya beraama takdir..

Jika harus..maka memang harus.
Jika tidak ...memang karena seutuhnya tak bisa..

Ia

Aku hanya dinding yang bisa memantulkan tanpa bisa memberi awalan..
Aku hanya pendengar yang tak mampu memulai ucapan..
Terlalu terbiasa telingaku daripada mulutku..
Seperti itulah tiap waktu..
Semakin lama semakin kelu lidahku..
Makin kelu dan makin rapat..
Hingga aku tak mampu lagi bercerita..
Karena itu...
Iya ...