Kala dusta sudah menjalar ke ubun ubun..
Tidak ada kata yang tulus terucap..
Hanya drama yang telah dikarang sebelumnya..
Dan sesekali begitu dirapatkan keadaannya..
Hanya aku yang terus tahu..
Dusta demi dusta yang disembunyikan..
Masih ada ketulusan didadaku yang masih bisa kau manfaatkan..
Biarkan saja dia dibelai bulan..
Namun kala siang dia tersadar sinarnya hilang dan matahari yang tak pernah meninggalkannya pun tak kunjung datang..karena awan kelabu yang dia buat membuat matahari terhalang..
Ketika curiga ternyata kenyataan..
Tak ada pula jera dia rasakan..
Terpaksa aku yang pergi dan tak akan menatap..
Bosan aku pikirku.
Dera aku ..selalu dalam hatiku..
Kini aku akan berlayar menuju pelabuhanku sendiri..
Tak peduli sampai tidaknya nanti..
Aku hanya ingin pergi dari ruangan usang ini..
Selalu begitu dan begitu..
Resah juga rasanya..
Pilu juga dadaku..
Hingga sejenak ..
Tarikan nafasku makin dalam...
Ingin kubunuh mati rasaku!