Selasa, Juni 28, 2016

Rumbia

Ranting ranting kering menusuk...
Mengatasnamakan kebebasan dan keadilan..

Arang arang hitam dibakar bara..
Menamakan diri kemaslahatan umat..

Puing puing dijadikan pondasi ...
Mereka bilang ini adalah kemajemukan...

Sampah sampah digunungkan...
Sambil berkata ini tempat daur ulang..

Cerita cerita lelucon di depan mata
Tapi masih saja tak terlihat

Obrolan warung kopi
Terus dipuja puji dan disiarkan tv
Hinaan...hujatan ...
Seperti pembuatan tradisi baru di ibu pertiwi..

Mereka lupa batas kritik dan hujat..
Atau aku yang lupa apa saran dan caci..
Mereka lupa adil...
Atau aku yang lupa apa itu kesetaraan...

Batas itu selalu ada ..
Karena Tuhan yang mentakdirkan..
Karena Kitab yang mengajarkan...
Aku hanya meminta setara dibatas yang ditetapkan..

Sudah jangan berisik..
Karena kadang kucing kucing ikut menyuarakan kegaduhan kita..
Bukan ..bukan untuk menyampaikan keluhan kita melainkan supaya dia sendiri diundang narasumber tv dan naik kelas sosial...

Ma

Ma..
Ciremai mulai nampak puncaknya
Semoga kabut tak menghalang sore ini..
Seperti yang acapkali terjadi..

Ma..
Biru muda tampak puncaknya beberapa waktu lalu..
Tapi hijau asli warnanya..
Ma ..
Masih merah aku, melihat hijau gunung dan biru langit saja tertukar..
Sama halnya ketika berhadapan takdir Tuhan..

Ma..
ceritakanlah kembali tentang anak anak yang berjalan di galeng sawah..tersungkur dan terciprat lumpur dulu awalnya..

Ma...
Ingatkanlah lagi bahwa diri sendiri tak benar benar kita miliki..
Masih bisa berlari tergantung yang mengkehendaki..

Ma..
Aku ingin duduk sekedar bercerita..
Meluapkan degupan batin..
Sesederhana asap menguap terus hilang..

Ma ini bulan apa ?
Lupa rasanya menghitung sisa bulan karena hanya melihat bulan sesudahnya...
Berapa bulan lagi aku masih bisa melangkah tanpa kursi roda ?
Berapa hari lagi aku masih bisa berdiri tegap sebelum diganti tongkat?
Bahkan mungkin tak sampai dalam hal itu..

Ma..
Matahari saja malu menatap takdir..
Hujan saja setetes demi setetes saat jatuh..
Tapi aku yang masih merah menyerahkan seluruhnya untuk hal keduniaan..

Ma..