Ranting ranting kering menusuk...
Mengatasnamakan kebebasan dan keadilan..
Arang arang hitam dibakar bara..
Menamakan diri kemaslahatan umat..
Puing puing dijadikan pondasi ...
Mereka bilang ini adalah kemajemukan...
Sampah sampah digunungkan...
Sambil berkata ini tempat daur ulang..
Cerita cerita lelucon di depan mata
Tapi masih saja tak terlihat
Obrolan warung kopi
Terus dipuja puji dan disiarkan tv
Hinaan...hujatan ...
Seperti pembuatan tradisi baru di ibu pertiwi..
Mereka lupa batas kritik dan hujat..
Atau aku yang lupa apa saran dan caci..
Mereka lupa adil...
Atau aku yang lupa apa itu kesetaraan...
Batas itu selalu ada ..
Karena Tuhan yang mentakdirkan..
Karena Kitab yang mengajarkan...
Aku hanya meminta setara dibatas yang ditetapkan..
Sudah jangan berisik..
Karena kadang kucing kucing ikut menyuarakan kegaduhan kita..
Bukan ..bukan untuk menyampaikan keluhan kita melainkan supaya dia sendiri diundang narasumber tv dan naik kelas sosial...