Tak tahu lagi jika ternyata jalan telah hampir jurang..
Kini hanya terpana asap dan bara melalap di jurangnya..
Terdepak jika tak membuat tangga..
Hanya saja...tangga yang mana yang harus di buat..
Tangga dari angin kemarinkah yang harus diambil? meski tak tahu apakah angin itu akan datang lagi hari ini atau esok...ataukah harus aku yang mencarinya?
Ataukah harus tangga yang terbuat dari tongkat yang kini kugenggam karena telah terbukti kuatnya..karena bahannya bukan kayu yang mudah terbakar dan bukan pula besi atau tembaga yang meleleh jika terkena panas..
Bahkan apakah tidak keduanya ?
Karena kini diujung titik yang selangkah lagi hilang jika tak mengambil keputusan..maka akan datang hujan yang tidak harus membuat tangga..karena airnya akan padamkan bara di lembah jurang..dan runtuhkan pula jurang menganga hingga landailah jalannya..meski tak yakin pula hujan akan datang di kemarau yang panas ditengah musim pula..
Namun sebenarnya hanya butuh nada yang datang dari angin yang menunjukan bahwa ia adalah muson barat yang tak mungkin lagi kembali ke timur untuk menerbangkan tongkat atau merusak apapun..karena aku akan retak dan tak mampu bergerak jika itu menimpa..hanya ingin tunjukan bahwa dinginnya angin itu masih mengendap disumsum tulang..tahukan sumsum tulang?
Iya sumsum tulang yang membentuk darah merah dan disebarkanlah keseluruh tubuh hingga dinginnya pun terdapat ditiap sela tubuh..
Namun jika ada desirnya yang mengucap bahwa itu hanya sisa dan tak akan lagi membuat tornado datang hingga menarik angin muson barat untuk kembali,maka sepertinya jurangpun dapat runtuh dan semuanya tinggal jalan yang berhampar datar..
maka mula mula tongkatpun akan jadi bahan tumpuan pondasi hingga akan tumbuh dan meninggi hingga rindangnya menjadi kehidupan bagiku maupun bagi semua yang dibawah dan sekitarnya..
Hanya butuh itu..
Itu yang dapat menghilangkan musim ini..musim yang harusnya sudah terlampaui..
Namun apabila muson barat berubah menjadi muson timur yang dapat membangun kembali gedung tinggi yang tersapu muson barat maka yang hancur bukan angin ataupun tongkat ataupun hujan..
namun yang hancur adalah aku..karena ditempa dengan ujung tongkat runcing yang berada di leher yang tinggal mencabik saja jika mau..apabila tongkat hilang maka aku akan terjatuh karena kaki ku tak sanggup berdiri tanpa di topangnya dan berakhir dalam kematian karena lapuk dan tak dapat bergerak sedikitpun dari tempat itu meski apapun yang terjadi..
Begitupun jika angin datang dengan hebatnya maka aku akan terbanting dan terluka parah sekujur tubuh...sedang jika angin pergi ,maka aku akan mati karena tak dapat lagi bernapas ..
Iya kini aku diujung takdir yang tak akan mampu aku lawan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar