Seperti bongkahan es yang menerpa batin
Menjalar kesyaraf ubun ubun..
Bergolak pula dalam dada.
Menghela nafas panjang untuk hidup baru..
Menyusun rencana yang ternyata indah setelah terlewat..
Banyak kebhagiaan dalam setiap jengkal waktu..
Waktu yang terus saja bercerita tentang hikmah..
Sejurus lalu dengan cerita baru..
Didampingi bidadari lembut yang Tuhan turunkun..
Tutur katanya memang terburu buru
Tapi lembutnya tidak berkurang..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar